Evolution Theory

Teori Evolusi

The apostle Peter predicted the abandonment of the belief in the worldwide flood in 2 Peter 3:3 when he said

Rasul Paulus telah memperkirakan akan adanya penyangkalan terhadap peristiwa air bah yang menimpa seluruh bumi dalam 2 Petrus 3:3 yang berbunyi demikian

"Knowing this first, that there shall come in the last days scoffers, walking after their own lusts, And saying, Where is the promise of his coming? for since the fathers fell asleep, all things continue as they were from the beginning of the creation. For this they willingly are ignorant of, that by the word of God the heavens were of old, and the earth standing out of the water and in the water:

Whereby the world that then was, being overflowed with water, perished: But the heavens and the earth, which are now, by the same word are kept in store, reserved unto fire against the day of judgment and perdition of ungodly men." 2 Peter 3:3-7

Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.  Kata mereka : “Di manakah janji tentang kedatanganNya itu ?  Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”  Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.  Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.  2 Petrus 3:3-7

The Scientific Case for Creation and the case for the Worldwide Flood being the cause of the fossil record.

 

Pembahasan ilmiah dari peristiwa penciptaan dan air bah sebagai penyebab dari adanya fosil.

EVOLUTION HAS NEVER BEEN OBSERVED!

EVOLUSI TIDAK PERNAH BENAR-BENAR DIKETEMUKAN !

Spontaneous generation (the emergence of life from inorganic materials) has never been observed.

Munculnya kehidupan secara spontan (munculnya kehidupan dari materi yang tidak hidup) tidak pernah diketemukan

Mendel's laws of genetics explain almost all of the physical variations that are observed within life categories such as the dog family. A logical consequence of these laws and their modern day refinements is that there are limits to such variation.

Hukum genetika Mendel dapat menjelaskan bahwa hampir semua variasi fisik yang pernah ditemukan dalam suatu kategori kehidupan tertentu, misalnya dalam keluarga anjing.  Suatu konsekuensi logis dari hukum ini dan penyempurnaannya yang dilakukan secara modern menunjukkan bahwa ada batasan tertentu untuk variasi fisik tersebut.

Acquired characteristics cannot be inherited.

Sifat-sifat yang diperoleh dari luar tidak dapat diturunkan pada generasi penerusnya.

Natural selection cannot produce new genes; it only selects among preexisting characteristics.

Seleksi alamiah tidak dapat menghasilkan gen baru; melainkan hanya menyeleksi dari sifat-sifat yang telah ada sebelumnya.

Mutations are the only proposed mechanism by which new genetic material becomes available for evolution.

Mutasi adalah satu-satunya mekanisme yang mungkin dapat menghasilkan materi genetik baru untuk proses evolusi.

Almost all observable mutations are harmful; many are lethal.

Hampir semua akibat mutasi yang diketemukan bersifat merusak, pada banyak kasus bahkan mematikan.

No known mutation has ever produced a form of life having both greater complexity and greater viability than its ancestors.

Tidak ada mutasi yang pernah menghasilkan bentuk kehidupan yang memiliki tingkat kerumitan dan kelayakan yang lebih besar dari bentuk asalnya.

Over seventy years of fruit-fly experiments, equivalent to 2700 human generations, give no basis for believing that any natural or artificial process can cause an increase in either complexity or viability. No clear genetic improvement has been observed despite the many unnatural efforts to increase mutation rates.

 

Setelah lebih dari tujuh puluh tahun setelah percobaan “lalat buah”, yang setara dengan 2700 generasi manusia, tetap tidak ada dasar kuat untuk mempercayai bahwa suatu proses alamiah atau buatan dapat menyebabkan peningkatan pada kerumitan dan kelayakan.  Tidak ada perkembangan genetik yang jelas yang ditemukan meskipun telah banyak usaha non alamiah yang dilakukan untuk mempertinggi tingkat mutasi.

There is no reason to believe that mutations could ever produce any new organs such as the eye, the ear, or the brain.

 

Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa mutasi akan pernah dapat menghasilkan suatu organ tubuh yang baru seperti mata, telinga atau otak.

No verified forms of extraterrestrial life of any kind have ever been observed.

 

Tidak pernah ada bentuk kehidupan luar angkasa yang jelas yang dapat ditemukan dan dipelajari.

If languages evolved, the earliest languages should be the simplest. On the contrary, as one studies languages that are increasingly ancient, such as Latin (200 B.C.), Greek (800 B.C.), and Vedic Sanskrit (1500 B.C.), they become increasingly complex with respect to syntax, cases, genders, moods, voices, tenses, and verb forms. The best evidence indicates that languages Devolve.

Andaikan bahasa itu berkembang, maka bentuk bahasa yang paling mula-mula harusnya adalah yang paling sederhana.  Sebaliknya, apabila seseorang mempelajari bahasa-bahasa kuno, seperti Latin (200 tahun Sebelum Masehi), Yunani (800 tahun Sebelum Masehi), dan Sansekerta Verda / Hindu India kuno (1500 tahun Sebelum Masehi), maka semakin kuno bahasa itu, ditemukan bahwa tingkat kerumitannya semakin tinggi dalam hal tata bahasa, penyesuaian bentuk bahasa dan kata depan yang menyangkut perbedaan jenis kelamin, perubahan emosi, bunyi yang dihasilkan, perbedaan waktu, dan kata kerja.  Bukti yang ada justru menunjukkan bahwa bahasa menjadi semakin sederhana.

 

The many similarities between different species do not necessarily imply a genealogical relationship; they may imply a common Designer.

 

Banyaknya kesamaan pada beberapa spesies yang berbeda tidaklah harus diartikan sebagai adanya hubungan genetic, melainkan dapat diartikan bahwa mereka dirancang oleh Perancang yang sama.

The existence of human organs whose function is unknown does not imply that they are vestiges of organs from our evolutionary ancestors. In fact, as medical knowledge has increased, the functions of almost all of these organs have been discovered.

 

Keberadaan organ tubuh manusia yang fungsinya tidak diketahui bukan berarti bahwa mereka adalah organ sisa atau peninggalan evolusi dari nenek moyang kita.  Kenyataannya, sejalan dengan kemajuan ilmu kesehatan, fungsi sebenarnya dari hampir semua organ tersebut telah diketahui.

14. As an embryo develops, it does not pass through the adult stages of its alleged evolutionary ancestors. Embryologists no longer consider the superficial similarity that exists between a few embryos and the adult forms of simpler animals as evidence of evolution.

 

Ketika sebuah embrio bertumbuh, ia tidak melalui tahapan dewasa dari apa yang dianggap sebagai nenek moyang evolusinya.  Para ahli embrio tidak lagi memandang bahwa kesamaan luar biasa antara beberapa embrio dengan bentuk dewasa beberapa hewan sederhana sebagai suatu bukti adanya evolusi.

15. Stories claiming that primitive, ape-like men have been found are overstated. Piltdown man was an acknowledged hoax. The fragmentary evidence that constituted Nebraska man was a pig's tooth. The discoverer of Java man later acknowledged that it was a large gibbon and that he had withheld evidence to that effect. The evidence concerning Peking man has disappeared. Louis and Mary Leakey, the discoverers of Zinjanthropus (previously referred to by some as Australopithecus), later admitted that they were probably apes.

Ramapithecus consists merely of a handful of teeth and jaw fragments; his teeth are very similar to those of the gelada baboon living today. For about 100 years the world was led to believe that Neanderthal man was stooped and ape-like. Recent studies show that this individual was crippled with arthritis and probably had rickets. Neanderthal man, Heidelberg man, and Cro-Magnon man are similar to humans living today. Artists' depictions, especially of the fleshy portions of the body, are quite imaginative and are not supported by evidence. Furthermore, the dating techniques are questionable.

 

Kisah-kisah yang menyatakan bahwa manusia primitif yang berbentuk seperti kera telah ditemukan sangatlah dibesar-besarkan.  Apa yang disebut sebagai manusia Piltdown ternyata adalah suatu lelucon belaka.  Serpihan bukti yang disebut sebagai manusia Nebraska ternyata merupakan gigi babi.  Penemu dari manusia Jawa belakangan mengenali temuannya sebagai seekor gibbon (kera tak berekor) besar dan selama ini ia telah mengabaikan kemungkinan kenyataan ini.  Louis dan Mary Leakey, para penemu Zinjathropus (yang sebelumnya disebut dengan Australopithecus), belakangan mengakui bahwa temuannya kemungkinan adalah kera.  Peninggalan Ramapithecus hanya terdiri dari semata-mata retakan gigi dan rahang, di mana gigi tersebut sangat menyerupai gigi baboon gelada (baboon berambut panjang) yang hidup sekarang ini.  Selama sekitar 100 tahun dunia telah dikecohkan untuk mempercayai bahwa manusia Neanderthal berjalan bungkuk dan berbentuk seperti kera.  Penelitian terakhir menunjukkan bahwa manusia tersebut sebenarnya menderita cacat akibat arthritis (tulang punggung keropos) dan kemungkinan menderita penyakit rickets (pertumbuhan tulang yang tidak sempurna pada masa muda, disebabkan oleh tidak terasimilasinya kalsium dan fosfor akibat defisiensi vitamin D).  Manusia Neandertal, manusia Heidelberg dan manusia Cro-Magnon, semuanya serupa dengan manusia yang hidup sekarang ini.  Hasil rekaan para artis, terutama pada bagian-bagian tubuh yang berdaging, sangatlah imajinatif dan tidak didukung oleh bukti.  Lebih jauh lagi, teknik pengukuran usia yang ada masih dipertanyakan kebenarannya.

16. Many of the world's fossils show, by the details of their soft fleshy portions, that they were buried before they could decay. This, together with the occurrence of polystrate fossils (fossils that traverse two or more strata of sedimentary rock) in Carboniferous, Mesozoic, and Cenozoic formations, is unmistakable evidence that this sedimentary material was deposited rapidly -- not over hundreds of millions of years.

 

Banyak dari fosil menunjukkan melalui bagian lembut dan berdagingnya bahwa mereka dikuburkan sebelum membusuk.  Hal ini, bersamaan dengan munculnya fosil polistrata (fosil yang menembus dua atau lebih strata batuan sedimen) pada formasi Carboniferous, Mesozoic dan Cenozoic, merupakan bukti pasti bahwa materi ini telah terurai dalam waktu yang cukup cepat, bukan dalam ratusan juta tahun.

17. Many fossils of modern looking humans have been found deep in rock formations that are supposedly many millions of years older than evolutionary theory would predict. These remains are ignored by evolutionists.

 

Banyak fosil dari manusia modern (manusia yang berbentuk seperti yang ada sekarang) telah ditemukan jauh di kedalaman formasi batuan yang seharusnya berusia jutaan tahun lebih tua dari yang diperkirakan oleh teori evolus.  Bukti-bukti ini dianggap tidak ada oleh para penganut aliran evolusi.

18. The vertical sequencing of fossils is frequently not in the assumed evolutionary order.

 

Urutan vertika fosil seringkali tidak sesuai dengan susunan yang diasumsikan oleh teori evolusi.

19. Nowhere on the earth can one find the so-called "geologic column." Even at the Grand Canyon, only a small fraction of this imaginary column is found.

 

Tidak seorang pun di dunia dapat menemukan tempat yang disebut sebagai “Kolom Geologis”.  Di Grand Canyon sekalipun, hanya dapat ditemukan suatu fraksi kecil dari kolom imajiner ini.

20. If evolution had occurred, the fossil record should show continuous and gradual changes from the bottom to the top layers and between all forms of life. Just the opposite is found. Many complex species appear suddenly in the lowest layers, and innumerable gaps and discontinuities appear throughout.

 

Jika evolusi telah terjadi, catatan sejarah fosil seharusnya menunjukkan perubahan yang bertahap dan kontinu semua bentuk kehidupan dari lapisan terbawah ke lapisan teratas.  Apa yang ditemukan justru sebaliknya.  Banyak spesies rumit ditemukan di lapisan yang lebih bawah, di mana kesenjangan dan tidak kontinuitas muncul amat sering.

21. The vast majority of the sediments, which encase practically all fossils, were laid down though Water.

 

Sebagian besar sedimen yang menyelimuti semua fosil ditemukan tersebar di bawah air.

22. The worldwide fossil record is evidence of the rapid death and burial of animal and plant life by a flood; it is not evidence of slow change.

 

Sejarah penemuan fosil dunia merupakan bukti dari adanya kematian dan penguburan yang cepat dari kehidupan hewan dan tumbuhan oleh suatu banjir, bukan merupakan bukti dari perubahan yang lambat.

RESEARCH SHOWS THAT THE REQUIREMENTS FOR LIFE ARE SO COMPLEX THAT CHANCE AND EVEN BILLIONS OF YEARS CANNOT EXPLAIN IT.

 

PARA PENELITI MENUNJUKKAN BAHWA SYARAT AKAN TERBENTUKNYA KEHIDUPAN SUNGGUH SANGAT RUMITNYA SEHINGGA KEBETULAN BELAKA DAN MILYAR-AN TAHUN PUN TAK DAPAT MENJELASKANNYA.

23. If the earth, early in its alleged evolution, had oxygen in its atmosphere, the chemicals needed for life would have been removed by oxidation. But if there had been no oxygen, then there would have been no ozone, and without ozone all life would be quickly destroyed by the sun's ultraviolet radiation.

Apabila seperti yang dikatakan oleh teori evolusi bahwa bumi pada bentuk awalnya memiliki oksigen pada atmosfirnya, maka semua bahan kimia yang diperlukan oleh kehidupan pastilah sudah terhilangkan oleh proses oksidasi.  Tetapi jika tidak ada oksigen, maka berarti tidak ada ozon, dan dengan tidak adanya ozon maka semua bentuk kehidupan akan dengan cepat dihancurkan oleh radiasi sinar violet matahari.

24. There have been many imaginative but unsuccessful attempts to explain how just one single protein could form from any of the assumed atmospheres of the early earth. The necessary chemical reactions all tend to move in the opposite direction from that required. Furthermore, each possible energy source, whether the earth's heat, electrical discharges, or the sun's radiation, would destroy the protein products millions of times faster than they could be formed.

 

Telah banyak usaha imajinatif yang gagal untuk menjelaskan bagaimana suatu sel protein tunggal dapat terbentuk dari sekian banyak atmosfir yang diasumsikan telah ada pada bumi awal.  Reaksi kimia yang diperlukan semuanya cenderung untuk bergerak ke arah yang berlawanan dari yang diharapkan.  Lebih jauh lagi, semua sumber energi yang mungkin, apakah panas bumi, muatan listrik, atau radiasi sinar matahari, akan menghancurkan produk protein tersebut jutaan kali lebih cepat dari waktu yang diperlukan untuk pembentukannya.

25. If, despite the virtually impossible odds, proteins arose by chance processes, there is not the remotest reason to believe that they could ever form a self-reproducing, membrane- encased, living cell. There is no evidence that there are any stable states between the assumed naturalistic formation of proteins and the formation of the first living cells. No scientist has ever advanced a testable procedure whereby this fantastic jump in complexity could have occurred -- even if the universe were completely filled with proteins.

 

Jika saja, dengan mengabaikan semua halangan, protein dapat ditimbulkan dengan proses kebetulan, hal ini masihlah bukan merupakan alasan yang dapat dipakai untuk mempercayai bahwa protein itu kemudian dapat membentuk sel yang hidup, terlindung oleh membran dan dapat bereproduksi dengan mandiri.  Tidak ada bukti adanya suatu tahapan keadaan stabil di antara pembentukan protein alamiah yang diasumsikan dan pembentukan dari sel hidup yang pertama.  Walaupun dunia ini dipenuhi dengan protein, tidak ada ilmuwan yang dapat mengajukan suatu prosedur test untuk membuktikan bagaimana suatu lompatan tingkat kerumitan ini dapat terjadi.

26. If life is ultimately the result of random chance, then so is thought. Your thoughts -- such as what you are now thinking - would in the final analysis be a consequence of accident only and therefore would have no validity.

 

Jika kehidupan merupakan hasil dari suatu kebetulan acak, demikian pula dengan pemikiran.  Pemikiran Anda, apa pun yang sedang Anda pikirkan saat ini, dapat dianggap sebagai suatu hasil dari suatu kejadian kebetulan dan karenanya tidak memiliki arti apa-apa.

27. Computer-generated comparisons have been made of the sequences of amino acids that comprise a protein which is common to 47 forms of animal and plant life. The results of this study seriously contradict the predictions of the theory of evolution.

 

Dengan menggunakan teknologi komputer, telah dikembangkan suatu perbandingan susunan asam amino yang mengandung protein yang umum dimiliki oleh 47 jenis hewan dan tumbuhan hidup.  Hasil dari penelitian ini sangatlah bertentangan dengan prediksi teori evolusi.

28. The genetic information contained in each cell of the human body is roughly equivalent to a library of 4000 volumes. For chance mutations and natural selection to produce this amount of information, assuming that matter and life somehow got started, is analogous to continuing the following procedure until 4000 volumes have been produced:

(a) Start with a meaningful phrase.

(b) Retype the phrase but make some errors and insert some additional letters.

(c) Examine the new phrase to see if it is meaningful.

(d) If it is, replace the original phrase with it.

(e) Return to step (b).

To accumulate 4000 volumes that are meaningful, this procedure would have to produce the equivalent of far more than 10^3000 (10 to the 3000th power) animal offspring. (To just begin to understand how large 10^3000 is, realize that the visible universe has less than 10^80 atoms in it.)

 

Informasi genetik yang dibawa oleh setiap sel dari tubuh manusia secara kasar sebanding dengan sebuah perpustakaan yang berisi 4000 volume buku.  Dengan mengasumsikan bahwa materi dan kehidupan itu tiba-tiba saja ada, kemungkinan mutasi dan seleksi alamiah untuk menghasilkan informasi sebanyak itu sama dengan mengikuti prosedur di bawah ini terus menerus sampai 4000 volume dihasilkan :

(a)    Mulai dengan suatu frase kalimat yang memiliki arti

(b)    Mengetik ulang frase tersebut, tetapi karena terjadi beberapa kesalahan, maka beberapa huruf harus ditambahkan

(c)    Memeriksa apakah frase yang baru terbentuk memiliki arti

(d)    Jika ya, maka frase yang asli harus digantikan oleh frase yang baru

(e)    Kembali ke langkah (b)

Untuk mengumpulkan 4000 volume yang memiliki arti, prosedur di atas harus menghasilkan anak-anak hewan jauh lebih banyak dari 10 pangkat 3000.  (Sebagai pembanding untuk membayangkan berapa banyaknya 10 pangkat 3000, perlu dicatat bahwa jagad raya yang dapat terlihat memiliki atom kurang dari 10 pangkat 80 di dalamnya).

29. Based on present day observations, DNA can only be replicated or reproduced with the help of certain enzymes. But these enzymes can only be produced at the direction of DNA.  Since each requires the other, a satisfactory explanation for the origin of one must simultaneously explain the origin of the other. No evidence exists for any such naturalistic explanation.

 

Berdasarkan observasi terakhir, DNA hanya dapat ditiru atau diproduksi ulang dengan bantuan enzim tertentu.  Tetapi enzim-enzim ini hanya dapat diproduksi searah dengan DNA tersebut. 

Karena keduanya saling bergantung, suatu penjelasan memuaskan tentang asal mula yang satu haruslah dapat menjelaskan asal mula yang lainnya pada saat yang sama.  Tak ada bukti yang dapat memberikan penjelasan alamiah tentang hal tersebut.

30. Amino acids, when found in nonliving matter, come in two forms that are chemically equivalent; about half can be described as "right-handed" and half "left-handed" (a structural description -- one is the mirror image of the other). However, the protein molecules found in all forms of life, including plants, animals, bacteria, molds, and even viruses, have only the left-handed variety. The mathematical probability that chance processes could produce just one tiny protein molecule with only left-handed amino acids is virtually zero.

 

Asam amino yang ditemukan pada benda mati memiliki dua bentuk yang sama secara kimiawi; sekitar separuhnya dapat digambarkan sebagai “pengguna tangan kanan” dan separuhnya lagi sebagai “pengguna tangan kiri/kidal” (dengan kata lain kedua bentuk ini secara struktural saling membentuk bayangan cermin).  Molekul protein yang ditemukan dalam semua bentuk kehidupan, termasuk tumbuhan, hewan, bakteri, jamur dan bahkan virus, hanya memiliki jenis “pengguna tangan kiri”.  Probabilitas matematis bahwa proses kebetulan dapat menghasilkan hanya membentuk satu molekul protein kecil dengan hanya satu jenis asam amino dapat dianggap sebagai nol.

31. The simplest form of life consists of 600 different protein molecules. The mathematical probability that just one molecule could form by the chance arrangement of the proper amino acids is far less than 1 in 10^527 (10 to the 527th power). (The magnitude of the number 10^527 can begin to be appreciated by realizing that the visible universe is about 10^28 inches in diameter.)

 

Bentuk kehidupan yang paling sederhana terdiri dari 600 molekul protein yang berbeda.  Probabilitas matematis bahwa hanya satu molekul yang terbentuk melalui proses kebetulan jauh lebih kecil dari 1 dalam 10 pangkat 527.  (Sebagai pembanding seberapa besar 10 pangkat 527 itu, perlu dicatat bahwa diameter jagad raya yang dapat dilihat adalah sekitar 10 pangkat 28 inchi).

32. There are many instances where quite different forms of life are completely dependent upon each other. Examples include: fig trees and the fig gall wasp, the yucca plant and the pronuba moth, many parasites and their hosts, pollen-bearing plants and the honey-bee family consisting of the queen, workers, and drones. If one member of each interdependent group evolved first (such as the plant before the animal), the other members could not have survived. Since all members of the group obviously have survived, they must have come into existence at essentially the same time.

 

Ada banyak contoh di mana bentuk-bentuk kehidupan yang sangat berbeda dapat sangat tergantung satu sama lain.  Pohon fig dengan serangga yang hidup di kulitnya, tumbuhan yucca dengan pronuba moth, banyak parasit dengan inangnya, tumbuhan yang memiliki serbuk sari dengan keluarga lebah yang terdiri dari ratu, pekerja dan lebah pejantan.  Jika salah satu dari setiap pasangan di atas berkembang dahulu (seperti tumbuhan sebelum hewan), maka pasangannya tidak akan dapat bertahan hidup.  Karena semua pasangan di atas telah bertahan hidup, maka mereka seharusnya menjadi ada pada waktu yang kurang lebih sama. 

33. Detailed studies of various animals have revealed certain physical equipment and capabilities that cannot be duplicated by the world's best designers using the most sophisticated technologies. A few examples include: the miniature and reliable sonar systems of the dolphins, porpoises, and whales; the frequency modulated radar and discrimination system of the bat; the efficiency and aerodynamic capabilities of the hummingbird; the control systems, internal ballistics, and combustion chambers of the bombardier beetle; and the precise and redundant navigational systems of many birds and fish. The many components of these complex systems could not have evolved in stages without placing a selective disadvantage on the animal. All evidence points to a Designer.

 

Penelitian yang rinci terhadap berbagai jenis hewan telah menunjukkan bahwa beberapa kondisi dan kemampuan fisik mereka miliki tidak dapat ditiru oleh para pendesain di dunia, walaupun dengan menggunakan teknologi yang paling canggih.  Sebagai contoh : sistem sonar yang amat kecil namun dapat diandalkan yang dimiliki oleh lumba-lumba, propoises dan ikan paus; sistem radar frekuensi modulasi dan diskriminasi yang dimiliki oleh kelelawar; kemampuan aerodinamika dan efisiensi yang dimiliki oleh burung humming; sistem kontrol, persenjataan internal dan ruang pembakaran yang dimiliki oleh lebah penyerbu; serta sistem navigasi yang amat tepat dan terpercaya dari banyak jenis ikan dan burung.  Banyaknya komponen dari sistem-sistem yang amat kompleks ini tidak dapat berevolusi begitu saja dengan mengabaikan sejumlah kerugian pada hewan tersebut.  Semua bukti ini menunjuk kepada satu Perancang saja.

34. If sexual reproduction in plants, animals, and humans is a result of evolution, an absolutely unbelievable series of chance events would have had to occur. First, the amazingly complex and completely different reproductive systems of the male must

have completely and independently evolved at about the same time and place as those of the female. A slight incompleteness in just one of the two would make both systems useless, and natural selection would oppose their survival. Second, the physical and emotional systems of the male and female would also need to be compatible. Third, the complex products of the male reproductive system (pollen or sperm) would have to have an affinity for and a mechanical and chemical compatibility with the eggs from the female reproductive system. Fourth, the intricate and numerous processes occurring at the molecular level inside the fertilized egg would have to work with fantastic precision the very first time it happened -- processes which scientists can only describe in an aggregate sense. And final, the environment of the fertilized egg, from conception until it also reproduces with another sexually capable "brother or sister," would have to be controlled to an unbelievable degree. Either this series of incredible events occurred by random processes, or else an Intelligent Designer created sexual reproduction.

 

Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa.  Pertama, sistem reproduksi kaum jantan yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum betina.  Suatu peluang ketidaklengkapan yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna, dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka.  Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan.  Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki keserupaan dan pada saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur produk sistem reproduksi kaum betina.  Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat dari awalnya.  Proses ini hanya dapat ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong.  Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol sampai ke tingkat yang luar biasa detail.  Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual.

THE UNIVERSE, THE SOLAR SYSTEM, THE EARTH, AND LIFE WERE RECENTLY CREATED.

 

JAGAD RAYA, TATA SURYA, BUMI DAN KEHIDUPAN BARU SAJA DICIPTAKAN ULANG

Naturalistic explanations for the evolution of the solar system and universe are unscientific and hopelessly inadequate.

According to ALL theories on the evolution of the solar system:

 

Penjelasan alamiah tentang proses evolusi pada tata surya dan jagad raya sama sekali tidak ilmiah dan sangatlah tidak layak.  Menurut semua teori evolusi pada sistem tata surya :

35. The planets should all rotate on their axes in the same direction; Venus and Uranus rotate backwards.

 

Planet-planet seharusnya semuanya berputar pada porosnya ke arah yang sama.  Kenyataannya, Venus dan Uranus berputar kebalikannya.

36. All 42 moons of the various planets should revolve in the same direction; at least 11 revolve backwards.

 

Semua 42 bulan dari berbagai planet seharusnya berputar ke arah yang sama.  Kenyataannya, sedikitnya 11 bulan berputar kebalikannya.

37. The orbits of these 42 moons should all lie in the equatorial plane of the planet they orbit; many, including the earth's moon, are highly inclined.

 

Orbit dari 42 bulan tersebut seharusnya semuanya terletak pada dataran katulistiwa dari masing-masing planetnya.  Kenyataannya, banyak dari bulan tersebut sangat bergeser, termasuk bulan planet bumi.

38. The material of the earth (and Mars, Venus, and Mercury) should almost all be hydrogen and helium --similar to that of the sun and the rest of the visible universe; actually much less than 1% of the earth's mass is hydrogen or helium.

 

Materi penyusun bumi (juga Mars, Venus dan Merkurius) seharusnya hampir semuanya terdiri dari hidrogen dan helium, serupa dengan matahari dan jagad raya yang tampak.  Kenyataannya, kurang dari 1% penyusun massa bumi adalah hidrogen atau helium.

39. The sun should have 700 times more angular momentum than the planets; the planets have 50 times more angular momentum than the sun.

 

Matahari seharusnya memiliki 700 kali lipat momentum angular dari yang dimiliki oleh planet-planet.  Kenyataannya, planet-planet memiliki 50 kali lipat momentum angular matahari.

40. Detailed analyses indicate that stars could not have formed from interstellar gas clouds. To do so, either by first forming dust particles or by a direct gravitational collapse of the gas, would require vastly more time than the alleged age of the universe. The ONLY alternative is that stars must have been created.

Penelitian rinci menunjukkan bahwa bintang-bintang tidak dapat terbentuk dari awan gas antar bintang.  Agar partikel-partikel debu dapat terbentuk pertama kali atau agar gas tersebut dapat tertarik gravitasi, dibutuhkan waktu yang jauh lebih lama dari waktu yang diperkirakan sebagai usia jagad raya.  Satu-satunya alternatif yang mungkin : bintang-bintang tersebut diciptakan.

41. The sun's tidal forces are so strong that dust clouds or gas clouds lying within the orbit of Jupiter could never condense to form planets.

 

Daya tarik pasang matahari sangatlah kuat sehingga awan debu atau awan gas yang terdapat dalam orbit Yupiter tidaklah mungkin terkondensasi untuk membentuk planet.

42. Saturn's rings could not have formed from the disintegration of a former satellite or from the capture of external material; its particles are too small and too evenly distributed throughout an orbit that is too circular. Therefore, the rings appear to be remnants of its creation.

 

Cincin Saturnus tidak dapat terbentuk dari disintegrasi satelit atau dari tertangkapnya materi eksternal; partikel-partikelnya sangatlah kecil dan tersebar dengan sangat merata sepanjang orbit yang berbentuk melingkar.  Karena itu, cincin rupanya merupakan serpihan dari penciptaan planet itu.

43. The moon was not torn from the earth, nor did it congeal from the same material as the earth since the relative abundances of its elements are too dissimilar from those of the earth. If the moon formed from particles orbiting the earth, other particles should be easily visible inside the moon's orbit; none are. The moon's circular, highly inclined orbit is strong evidence that it was never captured by the earth. If the moon was not pulled from the earth, was not built up from smaller particles near its present orbit, and was not captured from outside its present orbit, only one possibility remains. The moon must have been created in its present orbit.

 

Bulan bukan merupakan pecahan dari bumi dan bukan juga merupakan gumpalan dari materi yang sama dengan materi bumi karena mayoritas material yang ada di bulan tidaklah sama dengan yang ada di bumi.  Jika bulan terbentuk dari partikel-partikel yang mengorbit bumi, maka partikel-partikel lain seharusnya akan tampak lebih jelas dari orbit bulan, sedangkan pada kenyataannya tidak.  Lingkaran bulan, yang sangat miring terhadap orbitnya, merupakan bukti kuat bahwa bulan tidak tertangkap oleh bumi.  Jika bulan bukan merupakan bagian dari bumi sebelumnya, tidak terbentuk dari partikel-partikel kecil yang berada di sekitar orbitnya sekarang dan tidak juga tertangkap oleh bumi, hanya ada satu kemungkinan yang tinggal.  Bulan pastilah diciptakan pada orbitnya yang sekarang.

44. No scientific theory exists to explain the origin of matter, space, or time. Since each is intimately related or even defined in terms of the other, a satisfactory explanation for the origin of one must also explain the origin of the others. Naturalistic explanations have completely failed.

 

Tidak ada teori ilmiah yang dapat menjelaskan asal mula materi, ruang atau waktu.  Karena mereka berkaitan erat satu sama lain, bahkan saling mendefinisikan, suatu penjelasan memuaskan tentang asal mula salah satunya haruslah dapat memberikan penjelasan yang memuaskan tentang asal mula yang lainnya.  Penjelasan alamiah yang pernah ada semuanya gagal.

45. The First Law of Thermodynamics states that the energy of our universe is constant, or conserved. Countless experiments have shown that regardless of the energy conversion process, the total amount of energy (or its mass equivalent) remains constant. A corollary of the First Law is the no energy can be created. Since the universe obviously has energy, that

energy must have been created in the past when The First Law was not operating. Since the energy of the universe could not have created itself, Something external; must have created it.

 

Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi pada jagad raya ini konstan atau tetap.  Banyak percobaan telah menunjukkan, bahwa jumlah energi yang ada (atau ekuivalen massanya) selalu konstan, tidak peduli apapun proses konversinya.  Dengan kata lain, Hukum Pertama juga menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan.  Karena pada kenyataanya terdapat begitu banyak energi di jagad raya, energi itu haruslah diciptakan sebelum Hukum Pertama tersebut berlaku.  Selanjutnya, karena energi tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, maka Sesuatu yang berada di luar itu semua haruslah yang menciptakannya.

46. A consequence of the Second Law of Thermodynamics is that the universe could not have always existed; it must have had a beginning. A further consequence of the Second Law is that when the universe began, it was in a more organized state than it is today -- not in a highly disorganized state as assumed by evolutionists and proponents of the Big Bang Theory.

 

Konsekuensi dari Hukum Kedua Termodinamika adalah bahwa jagad raya tidaklah mungkin selalu ada, pastilah ada suatu saat di mana ia dimulai.  Konsekuensi lanjutnya adalah ketika jagad raya dimulai, keadaannya jauh lebih rapi daripada sekarang ini – bukannya dalam keadaan yang amat kacau balau seperti yang diasumsikan oleh para penganut teori evolusi dan teori Ledakan Dahsyat (Big Bang)

47. We have seen stars die; we have NOT seen stars being born. Only downhill processes are observed, NEVER uphill or evolutionary processes. There is NO evidence that stars evolve.

 

Kita telah melihat sejumlah bintang mati, tetapi kita tidak pernah melihat sebuah bintang dilahirkan.  Selama ini selalu proses mundur yang dapat ditemukan dan diamati, tidak ada satu pun proses maju atau evolusi.  Tidak ada bukti bahwa bintang mengalami evolusi.

48. Stellar evolution is ASSUMED in estimation the age of stars. These age estimates are then used to establish a framework for stellar evolution. This is CIRCULAR reasoning.

 

Evolusi ruang angkasa diasumsikan dalam estimasi hitungan usia bintang-bintang.  Perkiraan usia ini kemudian digunakan untuk membuat suatu kerangka evolusi ruang angkasa.  Hal ini menunjukkan suatu alasan yang berputar-putar.

49. There is NO evidence that galaxies evolved.

 

Tidak ada bukti bahwa galaksi-galaksi mengalami evolusi.

TECHNIQUES THAT ARGUE FOR AN OLD EARTH ARE EITHER ILLOGICAL OR ARE BASED ON UNPROVEN ASSUMPTIONS!

 

SEMUA TEKNIK YANG MENDUKUNG BAHWA BUMI SUDAH SANGATLAH TUA BERSIFAT TIDAK LOGIS ATAU DIDASARKAN PADA ASUMSI YANG TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN !

50. Any estimated date prior to the beginning of written records must necessarily assume that the dating clock has operated at a known rate, that the initial setting of the clock is known, and that the clock has not been disturbed. These assumptions are almost always unstated or overlooked.

 

Semua perkiraan penanggalan sebelum adanya sejarah tertulis haruslah diasumsikan bahwa sistem penanggalan telah menggunakan satuan yang dikenal, bahwa pengaturan perhitungan waktu awalnya diketahui dan bahwa sistem perhitungan tersebut tidaklah diganggu.  Asumsi ini hampir selalu tidak dapat dipenuhi karena mustahil untuk dicapai.

51. A major assumption that underlies all radioactive dating techniques is that the rates of decay, which have been essentially constant over the past 70 years, have also been constant over the past 4,600,000,000 years. This bold, critical, and untestable assumption is made even though no one knows what causes radioactive decay.

 

Suatu asumsi utama yang mendasari semua teknik penelusuran radioaktif adalah kecepatan dari proses pembusukan, teknik mana yang relatif tidak mengalami kemajuan selama 70 tahun terakhir, dan juga konstan selama 4.600.000.000 (empat milyard enam ratus juta)tahun terakhir.  Ini merupakan suatu asumsi yang nekad, kritis dan tak dapat dibuktikan, tetapi tetap saja diambil meskipun tak seorang pun tahu apa yang menyebabkan pembusukan radioaktif.

52. The public has been greatly misled concerning the reliability and trustworthiness of radiometric dating techniques (the Potassium-Argon method, the Rubidium-Strontium method, and the Uranium-Thorium method). Many of the published dates can be checked by comparisons with the assumed ages for the fossils that sometimes bracket radio metrically dated rock. In over 300 (or almost half) of these PUBLISHED checks, the radio metrically determined ages were at least one geologic age in error -- indicating major errors in methodology. An unanswered question is, "How many other dating checks were not published because they too were in error?"

 

Masyarakat telah sangat dikecohkan tentang keandalan teknik penelusuran radiometrik (metode Potassium-Argon, metode Rubidium-Strontium dan metode Uranium-Thorium).  Banyak dari usia yang diumumkan dapat diperiksa menggunakan perbandingan dengan usia yang diperkirakan untuk fosil-fosil yang melekat pada batuan yang diperiksa dengan teknik penelusuran radiometrik.  Pada lebih dari 300 kasus yang telah dipublikasikan (hampir separuhnya), hasil penelusuran radiometrik mengalami kesalahan paling tidak satu generasi geologis, hal mana menunjukkan kesalahan fatal pada metodologinya.  Satu pertanyaan yang tidak dapat dijawab adalah, “Berapa banyak hasil pemeriksaan yang tidak diumumkan karena salah ?”

53. Pleochroic halos, tiny spheres of discoloration produced by the radioactive decay of particles that are encased in various crystals, show that the earth's crust was NEVER in a molten state. Furthermore, these halos suggest that the rate of radioactive decay was NOT constant, and in fact, varied by MANY orders of magnitude from that observed today.

 

Halo pleochroik, lingkaran-lingkaran kecil diskolorasi yang dihasilkan oleh pembusukan partikel radioaktif yang terbungkus oleh berbagai kristal, menunjukkan bahwa kulit bumi tidak pernah berada dalam keadaan membeku.  Lebih lanjut lagi, halo ini menunjukkan bahwa pembusukan radioaktif tidaklah konstan, bahkan pada kenyataannya, berbeda-beda dalam berbagai urutan sifat yang dapat diamati pada saat ini.

54. Geological formations are almost always dated by their fossil content, especially by certain INDEX FOSSILS of extinct animals. The age of the fossil is derived from the ASSUMED evolutionary sequence, but the evolutionary sequence is based on the fossil record. This reasoning is CIRCULAR! Furthermore, this procedure has produced many contradictory results.

 

Pembentukan geologis hampir selalu dicatat dengan kandungan fosilnya, terutama oleh fosil index dari beberapa hewan punah tertentu.  Usia fosil dihitung dari urutan evolusi asumsi, tetapi sebaliknya, urutan evolusi juga didasarkan pada usia fosil !  Hal ini menunjukkan pengalasan melingkar.  Akibatnya, prosedur ini menghasilkan banyak sekali kontradiksi.

55. Human footprints are found alongside dinosaur footprints in the rock formations of the Paluxy riverbed in Texas. This obviously shows that man and dinosaurs lived at the same time and the same place. But evolutionists claim that dinosaurs became extinct about 65 million years before man supposedly began to evolve.

 

Jejak kaki manusia diketemukan bersebelahan dengan jejak kaki dinosaurus pada formasi batuan yang terdapat pada sungai Paluxy di Texas.  Hal ini jelas menunjukkan bahwa manusia dan dinosaurus hidup pada saat dan tempat yang sama.  Tetapi para penganut evolusi menyatakan bahwa dinosaurus telah punah sekitar 65 juta tahun sebelum manusia mulai ada.

56. Many different people have found at different times and places man-made artifacts encased in coal! Examples include an 8-carat gold chain, a spoon, a thimble, an iron pot, a bell, and other objects of obvious human manufacture. Many other "out-of-place artifacts" such as a metallic vase, a screw, nails, a strange coin, and a doll have been found buried deeply in solid rock. By evolutionary dating techniques, these objects would be hundreds of millions of years old; but man supposedly didn't begin to evolve until 2-4 million years ago. Something is wrong.

 

Banyak orang telah menemukan benda buatan manusia yang terbungkus batu bara pada waktu dan tempat yang berbeda.  Misalnya terdapat sebuah rantai emas 8 karat, sebuah sendok, sebuah pemberat, sebuat pot besi, sebuah lonceng dan benda lain yang jelas merupakan buatan manusia.  Banyak pula benda-benda yang dianggap salah tempat, seperti jambangan metal, sebuah sekrup, paku, sebuah koin dan sebuah boneka telah pula diketemukan terkubur jauh di dalam batuan padat.  Dengan metoda penanggalan evolusi, benda-benda tersebut akan dinyatakan berusia ratusan juta tahun, tetapi sebaliknya evolusi menganggap bahwa manusia belum ada sampai sekitar 2 atau 4 juta tahun yang lalu.  Pastilah ada yang salah !

57. In rock formations in Utah, Pennsylvania, Missouri, and Kentucky, human footprints that are supposedly 150-600 million years old have been found and examined by many different authorities. Obviously, there is a major error in chronology.

 

Pada formasi batuan di Utah, Pennsylvania, Missouri dan Kentucky, jejak kaki manusia yang dianggap berusia 150 sampai 600 juta tahun telah ditemukan dan diperiksa oleh berbagai badan berwenang.  Di sini jelas terdapat kesalahan besar secara kronologis.

58. The fact that there is no worldwide unconformity in the earth's sedimentary strata implies that this entire geologic record must have been deposited rapidly. (An "unconformity" is an erosional surface between two adjacent rock formations representing a time break of unknown duration. "Conformities" imply a continuous and rapid deposition. Since one can always trace a continuous path from the bottom to the top of the geologic record that avoids these unconformities, the sediments along that path must have been deposited continuously.)

 

Kenyataan bahwa tidak ada “ketidaksesuaian” global pada lapisan sedimentasi bumi menunjukkan kemungkinan bahwa keseluruhan data geologis tersebut telah terdeposit secara cepat.  (Suatu “ketidaksesuaian” adalah suatu permukaan erosi di antara dua formasi batuan yang berurutan yang membuktikan adanya tenggang waktu yang tidak diketahui lamanya.  Suatu “kesesuaian” membuktikan adanya deposisi yang kontinu dan cepat.  Karena suatu jalur yang kontinu dapat diikuti dari lapisan geologis terbawah sampai teratas tanpa ditemukannya tanda-tanda “ketidaksesuaian”, maka sedimen yang terbentuk sepanjang jalur tersebut telah terdeposisi secara kontinu.

59. Radiocarbon dating, which has been accurately calibrated by counting the rings of living trees that are up to 3,500 years old, is unable to extend this accuracy and date organic remains that are more ancient. A few people have claimed that ancient wood exists which will permit this calibration to be extended even further back in time, but these people have not let outside scientists examine their data. On the other hand, measurements made at hundreds of sites worldwide indicate that the concentration of radiocarbon in the atmosphere rose quite rapidly at some time prior to 3,500 years ago. If this happened, a radiocarbon age of 40,000 years could easily correspond to a true age of 5,000 years!

 

Penanggalan radikarbon, yang telah secara benar dikalibrasi dengan menghitung jumlah lingkaran kehidupan pada pohon-pohon hidup sampai usia 3500 tahun, tidak dapat memperluas akurasinya untuk digunakan menghitung balik sisa-sia organik purba.  Beberapa orang telah menyatakan bahwa kayu kuno yang ada dapat dipakai untuk memperluas jangkauan kalibrasi ini, tetapi orang-orang ini tidak pernah mengijinkan ilmuwan di luar mereka untuk memeriksa ulang data mereka.  Sebaliknya, pengukuran pada ratusan situs di dunia menunjukkan bahwa konsentrasi radiokarbon pada atmosfir meningkat cukup cepat pada jaman sebelum 3500 tahun yang lalu.  Jika hal ini terjadi, maka usia radiokarbon 40000 tahun sebenarnya sama dengan 5000 tahun saja!

MOST DATING TECHNIQUES SHOW THE EARTH AND SOLAR SYSTEM TO BE YOUNG.

 

KEBANYAKAN TEKNIK PENANGGALAN MENUNJUKKAN USIA BUMI DAN TATA SURYA MASIH MUDA.

60. Direct measurements of the earth's magnetic field over the past 140 years show a steady and rapid decline in its strength. This decay pattern is consistent with the theoretical view that there is an electrical current inside the earth which produces the magnetic field. If this view is correct, then 25,000 years ago the electrical current would have been so vast that the earth's structure could not have survived the heat produced. This would imply that the earth could not be older than 25,000 years.

 

Pengukuran langsung terhadap medan magnet bumi selama 140 tahun terakhir menunjukkan suatu penyimpangan kekuatan yang tetap dan cepat.  Pola pembusukan ini sejalan dengan pandangan teoritis bahwa terdapat suatu arus listrik dalam bumi yang menghasilkan medan magnet.  Jika pandangan ini benar, maka 25000 tahun yang lalu arus listrik masih dalam jumlah yang begitu besar sehingga struktur bumi tidak akan sanggup menahan panas yang dihasilkannya.  Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa usia bumi tidaklah lebih dari 25000 tahun.

61. Atomic clocks, which have for the last 22 years measured the earth's spin rate to the nearest billionth of a second, have consistently found that the earth is slowing down at the rate of almost one second a year. If the earth were billions of years old, its initial spin rate would have been fantastically rapid-so rapid that major distortions in the shape of the earth would have occurred.

 

Jam atom, yang telah digunakan selama 22 tahun untuk menghitung kecepatan putaran bumi sampai ke sepermiliar detik terdekat, telah secara konsisten menunjukkan bahwa perputaran bumi semakin lambat dengan tingkat satu detik per tahun.  Jika usia bumi miliaran tahun, maka kecepatan putar awalnya pastilah amat sangat cepat sehingga telah terjadi distorsi besar terhadap bentuk bumi itu sendiri.

62. Over twenty-seven billion tons of sediments, primarily from our rivers, are entering the oceans each year. Obviously, this rate of sediment transport has not been constant and has probably been decreasing as the looser top soil has been removed. But even if it has been constant, the sediments which are now on the ocean floor would have accumulated in only 30 million years. Therefore, the continents and oceans cannot be one billion years old.

 

Lebih dari 27 miliar ton sedimen, terutama dari sungai-sungai, telah memasuki lautan setiap tahun.  Tentu saja, kecepatan perpindahan sedimen tidak konstan dan telah semakin lambat karena lapisan atas yang lebih tidak padat telah hilang.  Tetapi, seandainya kecepatan tersebut adalah konstan, maka sedimen yang mengalir ke laut tersebut pastilah telah terakumulasi hanya dalam waktu 30 juta tahun.  Karena itu, benua dan lautan tidak mungkin berusia satu miliar tahun.

63. The atmosphere has less than 40,000 years worth of helium, based on just the production of helium from the decay of uranium and thorium. There is no known means by which large amounts of helium can escape from the atmosphere. The atmosphere appears to be young.

 

Atmosfir memiliki kandungan helium yang berusia kurang dari 40000 tahun, didasarkan pada jumlah produksi helium dari pembusukan uranium dan thorium.  Tidak diketahui bagaimana caranya sejumlah besar helium dapat terlepas dari atmosfir.  Dapat disimpulkan usia atmosfir masih muda.

64. The rate at which elements such as copper, gold, tin, lead, silicon, mercury, uranium and nickel are entering the oceans is very rapid when compared with the small quantities of these elements already in the oceans. Therefore, the oceans must be very much younger than a million years.

Kecepatan masuknya unsur-unsur seperti tembaga, emas, timah putih, timah hitam, silikon, merkuri, uranium dan nikel ke dalam laut sangatlah cepat jika dibandingkan dengan kadar mereka dalam lautan.  Karena itu, dapat diduga bahwa usia lautan jauh lebih muda dari satu juta tahun.

65. Evolutionists believe that the continents have existed for at least 1 billion years. However, the continents are being eroded at a rate that would level them in a relatively short 14 million years.

 

Para penganut evolusi percaya bahwa benua-benua telah ada selama satu miliar tahun. Tetapi benua-benua telah tererosi dengan kecepatan yang hanya mungkin terjadi apabila usia benua tersebut hanya sekitar 14 juta tahun.

66. The occurrence of abnormally high gas and oil pressures within relatively permeable rock implies that these fluids were formed or encased less than 10,000 years ago. If these hydrocarbons had been trapped over 10,000 years ago, there would have been leakage which would have dropped the pressure to a level far below what it is today.