|
Evolution Theory |
Teori Evolusi |
|
The apostle Peter predicted the abandonment of the
belief in the worldwide flood in 2 Peter 3:3 when he said |
Rasul Paulus telah memperkirakan akan adanya
penyangkalan terhadap peristiwa air bah yang menimpa seluruh bumi dalam 2
Petrus 3:3 yang berbunyi demikian |
|
"Knowing this first, that there shall come in
the last days scoffers, walking after their own lusts, And saying, Where is
the promise of his coming? for since the fathers fell asleep, all things
continue as they were from the beginning of the creation. For this they
willingly are ignorant of, that by the word of God the heavens were of old,
and the earth standing out of the water and in the water: Whereby the world that then was, being overflowed
with water, perished: But the heavens and the earth, which are now, by the
same word are kept in store, reserved unto fire against the day of judgment
and perdition of ungodly men." 2 Peter 3:3-7 |
Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada
hari-hari akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya,
yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka : “Di manakah janji tentang
kedatanganNya itu ? Sebab sejak
bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada
waktu dunia diciptakan.” Mereka
sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak
dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air
itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. Tetapi oleh firman itu juga langit dan
bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman
dan kebinasaan orang-orang fasik. 2
Petrus 3:3-7 |
|
The Scientific Case for Creation and the case for
the Worldwide Flood being the cause of the fossil record. |
Pembahasan ilmiah dari peristiwa penciptaan dan air
bah sebagai penyebab dari adanya fosil. |
|
EVOLUTION HAS NEVER BEEN OBSERVED! |
EVOLUSI TIDAK PERNAH BENAR-BENAR DIKETEMUKAN ! |
|
Spontaneous generation (the emergence of life from
inorganic materials) has never been observed. |
Munculnya kehidupan secara spontan (munculnya
kehidupan dari materi yang tidak hidup) tidak pernah diketemukan |
|
Mendel's laws of genetics explain almost all of the
physical variations that are observed within life categories such as the dog
family. A logical consequence of these laws and their modern day refinements
is that there are limits to such variation. |
Hukum genetika Mendel dapat menjelaskan bahwa hampir
semua variasi fisik yang pernah ditemukan dalam suatu kategori kehidupan
tertentu, misalnya dalam keluarga anjing.
Suatu konsekuensi logis dari hukum ini dan penyempurnaannya yang
dilakukan secara modern menunjukkan bahwa ada batasan tertentu untuk variasi
fisik tersebut. |
|
Acquired characteristics cannot be inherited. |
Sifat-sifat yang diperoleh dari luar tidak dapat
diturunkan pada generasi penerusnya. |
|
Natural selection cannot produce new genes; it only
selects among preexisting characteristics. |
Seleksi alamiah tidak dapat menghasilkan gen baru;
melainkan hanya menyeleksi dari sifat-sifat yang telah ada sebelumnya. |
|
Mutations are the only proposed mechanism by which
new genetic material becomes available for evolution. |
Mutasi adalah satu-satunya mekanisme yang mungkin
dapat menghasilkan materi genetik baru untuk proses evolusi. |
|
Almost all observable mutations are harmful; many
are lethal. |
Hampir semua akibat mutasi yang diketemukan bersifat
merusak, pada banyak kasus bahkan mematikan. |
|
No known mutation has ever produced a form of life
having both greater complexity and greater viability than its ancestors. |
Tidak ada mutasi yang pernah menghasilkan bentuk
kehidupan yang memiliki tingkat kerumitan dan kelayakan yang lebih besar dari
bentuk asalnya. |
|
Over seventy years of fruit-fly experiments,
equivalent to 2700 human generations, give no basis for believing that any
natural or artificial process can cause an increase in either complexity or
viability. No clear genetic improvement has been observed despite the many
unnatural efforts to increase mutation rates. |
Setelah lebih dari tujuh puluh tahun setelah
percobaan “lalat buah”, yang setara dengan 2700 generasi manusia, tetap tidak
ada dasar kuat untuk mempercayai bahwa suatu proses alamiah atau buatan dapat
menyebabkan peningkatan pada kerumitan dan kelayakan. Tidak ada perkembangan genetik yang jelas
yang ditemukan meskipun telah banyak usaha non alamiah yang dilakukan untuk
mempertinggi tingkat mutasi. |
|
There is no reason to believe that mutations could
ever produce any new organs such as the eye, the ear, or the brain. |
Tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa mutasi akan
pernah dapat menghasilkan suatu organ tubuh yang baru seperti mata, telinga
atau otak. |
|
No verified forms of extraterrestrial life of any
kind have ever been observed. |
Tidak pernah ada bentuk kehidupan luar angkasa yang
jelas yang dapat ditemukan dan dipelajari. |
|
If languages evolved, the earliest languages should
be the simplest. On the contrary, as one studies languages that are
increasingly ancient, such as Latin (200 B.C.), Greek (800 B.C.), and Vedic
Sanskrit (1500 B.C.), they become increasingly complex with respect to
syntax, cases, genders, moods, voices, tenses, and verb forms. The best
evidence indicates that languages Devolve. |
Andaikan bahasa itu berkembang, maka bentuk bahasa
yang paling mula-mula harusnya adalah yang paling sederhana. Sebaliknya, apabila seseorang mempelajari
bahasa-bahasa kuno, seperti Latin (200 tahun Sebelum Masehi), Yunani (800
tahun Sebelum Masehi), dan Sansekerta Verda / Hindu India kuno (1500 tahun
Sebelum Masehi), maka semakin kuno bahasa itu, ditemukan bahwa tingkat
kerumitannya semakin tinggi dalam hal tata bahasa, penyesuaian bentuk bahasa
dan kata depan yang menyangkut perbedaan jenis kelamin, perubahan emosi,
bunyi yang dihasilkan, perbedaan waktu, dan kata kerja. Bukti yang ada justru menunjukkan bahwa
bahasa menjadi semakin sederhana. |
|
The many similarities between different species do
not necessarily imply a genealogical relationship; they may imply a common
Designer. |
Banyaknya kesamaan pada beberapa spesies yang
berbeda tidaklah harus diartikan sebagai adanya hubungan genetic, melainkan
dapat diartikan bahwa mereka dirancang oleh Perancang yang sama. |
|
The existence of human organs whose function is
unknown does not imply that they are vestiges of organs from our evolutionary
ancestors. In fact, as medical knowledge has increased, the functions of
almost all of these organs have been discovered. |
Keberadaan organ tubuh manusia yang fungsinya tidak
diketahui bukan berarti bahwa mereka adalah organ sisa atau peninggalan
evolusi dari nenek moyang kita.
Kenyataannya, sejalan dengan kemajuan ilmu kesehatan, fungsi
sebenarnya dari hampir semua organ tersebut telah diketahui. |
|
14. As an embryo develops, it does not pass through
the adult stages of its alleged evolutionary ancestors. Embryologists no
longer consider the superficial similarity that exists between a few embryos
and the adult forms of simpler animals as evidence of evolution. |
Ketika sebuah embrio bertumbuh, ia tidak melalui
tahapan dewasa dari apa yang dianggap sebagai nenek moyang evolusinya. Para ahli embrio tidak lagi memandang
bahwa kesamaan luar biasa antara beberapa embrio dengan bentuk dewasa
beberapa hewan sederhana sebagai suatu bukti adanya evolusi. |
|
15. Stories claiming that primitive, ape-like men
have been found are overstated. Piltdown man was an acknowledged hoax. The
fragmentary evidence that constituted Nebraska man was a pig's tooth. The
discoverer of Java man later acknowledged that it was a large gibbon and that
he had withheld evidence to that effect. The evidence concerning Peking man
has disappeared. Louis and Mary Leakey, the discoverers of Zinjanthropus
(previously referred to by some as Australopithecus), later admitted that
they were probably apes. Ramapithecus consists merely of a handful of teeth
and jaw fragments; his teeth are very similar to those of the gelada baboon
living today. For about 100 years the world was led to believe that
Neanderthal man was stooped and ape-like. Recent studies show that this
individual was crippled with arthritis and probably had rickets. Neanderthal
man, Heidelberg man, and Cro-Magnon man are similar to humans living today.
Artists' depictions, especially of the fleshy portions of the body, are quite
imaginative and are not supported by evidence. Furthermore, the dating
techniques are questionable. |
Kisah-kisah yang menyatakan bahwa manusia primitif
yang berbentuk seperti kera telah ditemukan sangatlah dibesar-besarkan. Apa yang disebut sebagai manusia Piltdown
ternyata adalah suatu lelucon belaka.
Serpihan bukti yang disebut sebagai manusia Nebraska ternyata
merupakan gigi babi. Penemu dari
manusia Jawa belakangan mengenali temuannya sebagai seekor gibbon (kera tak
berekor) besar dan selama ini ia telah mengabaikan kemungkinan kenyataan
ini. Louis dan Mary Leakey, para
penemu Zinjathropus (yang sebelumnya disebut dengan Australopithecus),
belakangan mengakui bahwa temuannya kemungkinan adalah kera. Peninggalan Ramapithecus hanya terdiri
dari semata-mata retakan gigi dan rahang, di mana gigi tersebut sangat
menyerupai gigi baboon gelada (baboon berambut panjang) yang hidup sekarang
ini. Selama sekitar 100 tahun dunia
telah dikecohkan untuk mempercayai bahwa manusia Neanderthal berjalan bungkuk
dan berbentuk seperti kera.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa manusia tersebut sebenarnya
menderita cacat akibat arthritis (tulang punggung keropos) dan kemungkinan
menderita penyakit rickets (pertumbuhan tulang yang tidak sempurna pada masa
muda, disebabkan oleh tidak terasimilasinya kalsium dan fosfor akibat
defisiensi vitamin D). Manusia
Neandertal, manusia Heidelberg dan manusia Cro-Magnon, semuanya serupa dengan
manusia yang hidup sekarang ini.
Hasil rekaan para artis, terutama pada bagian-bagian tubuh yang
berdaging, sangatlah imajinatif dan tidak didukung oleh bukti. Lebih jauh lagi, teknik pengukuran usia
yang ada masih dipertanyakan kebenarannya. |
|
16. Many of the world's fossils show, by the details
of their soft fleshy portions, that they were buried before they could decay.
This, together with the occurrence of polystrate fossils (fossils that
traverse two or more strata of sedimentary rock) in Carboniferous, Mesozoic,
and Cenozoic formations, is unmistakable evidence that this sedimentary
material was deposited rapidly -- not over hundreds of millions of years. |
Banyak dari fosil menunjukkan melalui bagian lembut
dan berdagingnya bahwa mereka dikuburkan sebelum membusuk. Hal ini, bersamaan dengan munculnya fosil
polistrata (fosil yang menembus dua atau lebih strata batuan sedimen) pada
formasi Carboniferous, Mesozoic dan Cenozoic, merupakan bukti pasti bahwa
materi ini telah terurai dalam waktu yang cukup cepat, bukan dalam ratusan
juta tahun. |
|
17. Many fossils of modern looking humans have been
found deep in rock formations that are supposedly many millions of years
older than evolutionary theory would predict. These remains are ignored by
evolutionists. |
Banyak fosil dari manusia modern (manusia yang
berbentuk seperti yang ada sekarang) telah ditemukan jauh di kedalaman
formasi batuan yang seharusnya berusia jutaan tahun lebih tua dari yang
diperkirakan oleh teori evolus.
Bukti-bukti ini dianggap tidak ada oleh para penganut aliran evolusi. |
|
18. The vertical sequencing of fossils is frequently
not in the assumed evolutionary order. |
Urutan vertika fosil seringkali tidak sesuai dengan
susunan yang diasumsikan oleh teori evolusi. |
|
19. Nowhere on the earth can one find the so-called
"geologic column." Even at the Grand Canyon, only a small fraction
of this imaginary column is found. |
Tidak seorang pun di dunia dapat menemukan tempat
yang disebut sebagai “Kolom Geologis”.
Di Grand Canyon sekalipun, hanya dapat ditemukan suatu fraksi kecil
dari kolom imajiner ini. |
|
20. If evolution had occurred, the fossil record
should show continuous and gradual changes from the bottom to the top layers
and between all forms of life. Just the opposite is found. Many complex
species appear suddenly in the lowest layers, and innumerable gaps and
discontinuities appear throughout. |
Jika evolusi telah terjadi, catatan sejarah fosil
seharusnya menunjukkan perubahan yang bertahap dan kontinu semua bentuk
kehidupan dari lapisan terbawah ke lapisan teratas. Apa yang ditemukan justru sebaliknya. Banyak spesies rumit ditemukan di lapisan yang lebih bawah, di
mana kesenjangan dan tidak kontinuitas muncul amat sering. |
|
21. The vast majority of the sediments, which encase
practically all fossils, were laid down though Water. |
Sebagian besar sedimen yang menyelimuti semua fosil
ditemukan tersebar di bawah air. |
|
22. The worldwide fossil record is evidence of the
rapid death and burial of animal and plant life by a flood; it is not
evidence of slow change. |
Sejarah penemuan fosil dunia merupakan bukti dari
adanya kematian dan penguburan yang cepat dari kehidupan hewan dan tumbuhan
oleh suatu banjir, bukan merupakan bukti dari perubahan yang lambat. |
|
RESEARCH SHOWS THAT THE REQUIREMENTS FOR LIFE ARE SO
COMPLEX THAT CHANCE AND EVEN BILLIONS OF YEARS CANNOT EXPLAIN IT. |
PARA PENELITI MENUNJUKKAN BAHWA SYARAT AKAN
TERBENTUKNYA KEHIDUPAN SUNGGUH SANGAT RUMITNYA SEHINGGA KEBETULAN BELAKA DAN
MILYAR-AN TAHUN PUN TAK DAPAT MENJELASKANNYA. |
|
23. If the earth, early in its alleged evolution,
had oxygen in its atmosphere, the chemicals needed for life would have been
removed by oxidation. But if there had been no oxygen, then there would have
been no ozone, and without ozone all life would be quickly destroyed by the
sun's ultraviolet radiation. |
Apabila seperti yang dikatakan oleh teori evolusi
bahwa bumi pada bentuk awalnya memiliki oksigen pada atmosfirnya, maka semua
bahan kimia yang diperlukan oleh kehidupan pastilah sudah terhilangkan oleh
proses oksidasi. Tetapi jika tidak ada
oksigen, maka berarti tidak ada ozon, dan dengan tidak adanya ozon maka semua
bentuk kehidupan akan dengan cepat dihancurkan oleh radiasi sinar violet
matahari. |
|
24. There have been many imaginative but
unsuccessful attempts to explain how just one single protein could form from
any of the assumed atmospheres of the early earth. The necessary chemical
reactions all tend to move in the opposite direction from that required.
Furthermore, each possible energy source, whether the earth's heat,
electrical discharges, or the sun's radiation, would destroy the protein
products millions of times faster than they could be formed. |
Telah banyak usaha imajinatif yang gagal untuk
menjelaskan bagaimana suatu sel protein tunggal dapat terbentuk dari sekian
banyak atmosfir yang diasumsikan telah ada pada bumi awal. Reaksi kimia yang diperlukan semuanya
cenderung untuk bergerak ke arah yang berlawanan dari yang diharapkan. Lebih jauh lagi, semua sumber energi yang
mungkin, apakah panas bumi, muatan listrik, atau radiasi sinar matahari, akan
menghancurkan produk protein tersebut jutaan kali lebih cepat dari waktu yang
diperlukan untuk pembentukannya. |
|
25. If, despite the virtually impossible odds,
proteins arose by chance processes, there is not the remotest reason to
believe that they could ever form a self-reproducing, membrane- encased,
living cell. There is no evidence that there are any stable states between
the assumed naturalistic formation of proteins and the formation of the first
living cells. No scientist has ever advanced a testable procedure whereby
this fantastic jump in complexity could have occurred -- even if the universe
were completely filled with proteins. |
Jika saja, dengan mengabaikan semua halangan,
protein dapat ditimbulkan dengan proses kebetulan, hal ini masihlah bukan
merupakan alasan yang dapat dipakai untuk mempercayai bahwa protein itu
kemudian dapat membentuk sel yang hidup, terlindung oleh membran dan dapat
bereproduksi dengan mandiri. Tidak
ada bukti adanya suatu tahapan keadaan stabil di antara pembentukan protein
alamiah yang diasumsikan dan pembentukan dari sel hidup yang pertama. Walaupun dunia ini dipenuhi dengan
protein, tidak ada ilmuwan yang dapat mengajukan suatu prosedur test untuk
membuktikan bagaimana suatu lompatan tingkat kerumitan ini dapat terjadi. |
|
26. If life is ultimately the result of random
chance, then so is thought. Your thoughts -- such as what you are now
thinking - would in the final analysis be a consequence of accident only and
therefore would have no validity. |
Jika kehidupan merupakan hasil dari suatu kebetulan
acak, demikian pula dengan pemikiran.
Pemikiran Anda, apa pun yang sedang Anda pikirkan saat ini, dapat
dianggap sebagai suatu hasil dari suatu kejadian kebetulan dan karenanya
tidak memiliki arti apa-apa. |
|
27. Computer-generated comparisons have been made of
the sequences of amino acids that comprise a protein which is common to 47
forms of animal and plant life. The results of this study seriously
contradict the predictions of the theory of evolution. |
Dengan menggunakan teknologi komputer, telah
dikembangkan suatu perbandingan susunan asam amino yang mengandung protein
yang umum dimiliki oleh 47 jenis hewan dan tumbuhan hidup. Hasil dari penelitian ini sangatlah
bertentangan dengan prediksi teori evolusi. |
|
28. The genetic information contained in each cell
of the human body is roughly equivalent to a library of 4000 volumes. For
chance mutations and natural selection to produce this amount of information,
assuming that matter and life somehow got started, is analogous to continuing
the following procedure until 4000 volumes have been produced: (a) Start with a meaningful phrase. (b) Retype the phrase but make some errors and
insert some additional letters. (c) Examine the new phrase to see if it is
meaningful. (d) If it is, replace the original phrase with it. (e) Return to step (b). To accumulate 4000 volumes that are meaningful, this
procedure would have to produce the equivalent of far more than 10^3000 (10
to the 3000th power) animal offspring. (To just begin to understand how large
10^3000 is, realize that the visible universe has less than 10^80 atoms in
it.) |
Informasi genetik yang dibawa oleh setiap sel dari
tubuh manusia secara kasar sebanding dengan sebuah perpustakaan yang berisi
4000 volume buku. Dengan
mengasumsikan bahwa materi dan kehidupan itu tiba-tiba saja ada, kemungkinan
mutasi dan seleksi alamiah untuk menghasilkan informasi sebanyak itu sama
dengan mengikuti prosedur di bawah ini terus menerus sampai 4000 volume
dihasilkan : (a) Mulai
dengan suatu frase kalimat yang memiliki arti (b) Mengetik
ulang frase tersebut, tetapi karena terjadi beberapa kesalahan, maka beberapa
huruf harus ditambahkan (c) Memeriksa
apakah frase yang baru terbentuk memiliki arti (d) Jika ya,
maka frase yang asli harus digantikan oleh frase yang baru (e) Kembali
ke langkah (b) Untuk mengumpulkan 4000 volume yang memiliki arti,
prosedur di atas harus menghasilkan anak-anak hewan jauh lebih banyak dari 10
pangkat 3000. (Sebagai pembanding
untuk membayangkan berapa banyaknya 10 pangkat 3000, perlu dicatat bahwa
jagad raya yang dapat terlihat memiliki atom kurang dari 10 pangkat 80 di
dalamnya). |
|
29. Based on present day observations, DNA can only
be replicated or reproduced with the help of certain enzymes. But these
enzymes can only be produced at the direction of DNA. Since each requires the other, a
satisfactory explanation for the origin of one must simultaneously explain
the origin of the other. No evidence exists for any such naturalistic
explanation. |
Berdasarkan observasi terakhir, DNA hanya dapat
ditiru atau diproduksi ulang dengan bantuan enzim tertentu. Tetapi enzim-enzim ini hanya dapat
diproduksi searah dengan DNA tersebut.
Karena keduanya saling bergantung, suatu penjelasan
memuaskan tentang asal mula yang satu haruslah dapat menjelaskan asal mula
yang lainnya pada saat yang sama. Tak
ada bukti yang dapat memberikan penjelasan alamiah tentang hal tersebut. |
|
30. Amino acids, when found in nonliving matter,
come in two forms that are chemically equivalent; about half can be described
as "right-handed" and half "left-handed" (a structural
description -- one is the mirror image of the other). However, the protein
molecules found in all forms of life, including plants, animals, bacteria,
molds, and even viruses, have only the left-handed variety. The mathematical
probability that chance processes could produce just one tiny protein
molecule with only left-handed amino acids is virtually zero. |
Asam amino yang ditemukan pada benda mati memiliki
dua bentuk yang sama secara kimiawi; sekitar separuhnya dapat digambarkan
sebagai “pengguna tangan kanan” dan separuhnya lagi sebagai “pengguna tangan
kiri/kidal” (dengan kata lain kedua bentuk ini secara struktural saling
membentuk bayangan cermin). Molekul
protein yang ditemukan dalam semua bentuk kehidupan, termasuk tumbuhan,
hewan, bakteri, jamur dan bahkan virus, hanya memiliki jenis “pengguna tangan
kiri”. Probabilitas matematis bahwa
proses kebetulan dapat menghasilkan hanya membentuk satu molekul protein
kecil dengan hanya satu jenis asam amino dapat dianggap sebagai nol. |
|
31. The simplest form of life consists of 600
different protein molecules. The mathematical probability that just one
molecule could form by the chance arrangement of the proper amino acids is
far less than 1 in 10^527 (10 to the 527th power). (The magnitude of the
number 10^527 can begin to be appreciated by realizing that the visible
universe is about 10^28 inches in diameter.) |
Bentuk kehidupan yang paling sederhana terdiri dari
600 molekul protein yang berbeda.
Probabilitas matematis bahwa hanya satu molekul yang terbentuk melalui
proses kebetulan jauh lebih kecil dari 1 dalam 10 pangkat 527. (Sebagai pembanding seberapa besar 10
pangkat 527 itu, perlu dicatat bahwa diameter jagad raya yang dapat dilihat
adalah sekitar 10 pangkat 28 inchi). |
|
32. There are many instances where quite different
forms of life are completely dependent upon each other. Examples include: fig
trees and the fig gall wasp, the yucca plant and the pronuba moth, many
parasites and their hosts, pollen-bearing plants and the honey-bee family
consisting of the queen, workers, and drones. If one member of each
interdependent group evolved first (such as the plant before the animal), the
other members could not have survived. Since all members of the group
obviously have survived, they must have come into existence at essentially
the same time. |
Ada banyak contoh di mana bentuk-bentuk kehidupan
yang sangat berbeda dapat sangat tergantung satu sama lain. Pohon fig dengan serangga yang hidup di
kulitnya, tumbuhan yucca dengan pronuba moth, banyak parasit dengan
inangnya, tumbuhan yang memiliki serbuk sari dengan keluarga lebah yang
terdiri dari ratu, pekerja dan lebah pejantan. Jika salah satu dari setiap pasangan di atas berkembang dahulu
(seperti tumbuhan sebelum hewan), maka pasangannya tidak akan dapat bertahan
hidup. Karena semua pasangan di atas
telah bertahan hidup, maka mereka seharusnya menjadi ada pada waktu yang
kurang lebih sama. |
|
33. Detailed studies of various animals have
revealed certain physical equipment and capabilities that cannot be
duplicated by the world's best designers using the most sophisticated
technologies. A few examples include: the miniature and reliable sonar
systems of the dolphins, porpoises, and whales; the frequency modulated radar
and discrimination system of the bat; the efficiency and aerodynamic
capabilities of the hummingbird; the control systems, internal ballistics,
and combustion chambers of the bombardier beetle; and the precise and
redundant navigational systems of many birds and fish. The many components of
these complex systems could not have evolved in stages without placing a
selective disadvantage on the animal. All evidence points to a Designer. |
Penelitian yang rinci terhadap berbagai jenis hewan
telah menunjukkan bahwa beberapa kondisi dan kemampuan fisik mereka miliki
tidak dapat ditiru oleh para pendesain di dunia, walaupun dengan menggunakan
teknologi yang paling canggih.
Sebagai contoh : sistem sonar yang amat kecil namun dapat diandalkan
yang dimiliki oleh lumba-lumba, propoises dan ikan paus; sistem radar
frekuensi modulasi dan diskriminasi yang dimiliki oleh kelelawar; kemampuan
aerodinamika dan efisiensi yang dimiliki oleh burung humming; sistem kontrol,
persenjataan internal dan ruang pembakaran yang dimiliki oleh lebah penyerbu;
serta sistem navigasi yang amat tepat dan terpercaya dari banyak jenis ikan
dan burung. Banyaknya komponen dari
sistem-sistem yang amat kompleks ini tidak dapat berevolusi begitu saja
dengan mengabaikan sejumlah kerugian pada hewan tersebut. Semua bukti ini menunjuk kepada satu Perancang
saja. |
|
34. If sexual reproduction in plants, animals, and
humans is a result of evolution, an absolutely unbelievable series of chance
events would have had to occur. First, the amazingly complex and completely
different reproductive systems of the male must have completely and independently evolved at about
the same time and place as those of the female. A slight incompleteness in
just one of the two would make both systems useless, and natural selection
would oppose their survival. Second, the physical and emotional systems of
the male and female would also need to be compatible. Third, the complex
products of the male reproductive system (pollen or sperm) would have to have
an affinity for and a mechanical and chemical compatibility with the eggs
from the female reproductive system. Fourth, the intricate and numerous
processes occurring at the molecular level inside the fertilized egg would
have to work with fantastic precision the very first time it happened --
processes which scientists can only describe in an aggregate sense. And
final, the environment of the fertilized egg, from conception until it also
reproduces with another sexually capable "brother or sister," would
have to be controlled to an unbelievable degree. Either this series of incredible
events occurred by random processes, or else an Intelligent Designer created
sexual reproduction. |
Jika proses reproduksi seksual pada tumbuhan, hewan
dan manusia adalah akibat dari suatu proses evolusi, maka telah terjadi
serangkai kejadian kebetulan yang jumlahnya luar biasa. Pertama, sistem reproduksi kaum jantan
yang luar biasa kompleks dan berbeda haruslah secara lengkap dan mandiri
berevolusi pada saat yang sama dengan proses evolusi yang terjadi pada kaum
betina. Suatu peluang ketidaklengkapan
yang terkecil pun akan membuat kedua sistem reproduksi menjadi tidak berguna,
dan akibatnya seleksi alamiah akan menentang keberadaan mereka. Kedua, sistem fisik dan emosi dari kaum
jantan dan kaum betina haruslah dapat saling menyesuaikan. Ketiga, produk dari sistem reproduksi kaum
jantan (baik serbuk sari maupun sperma) haruslah memiliki keserupaan dan pada
saat yang sama memiliki kesesuaian secara mekanis maupun kimiawi dengan telur
produk sistem reproduksi kaum betina.
Keempat, proses detail dan banyak yang muncul dalam tingkat molekul
dalam telur yang telah dibuahi pastilah sudah bekerja secara luar biasa tepat
dari awalnya. Proses ini hanya dapat
ditiru oleh para ilmuwan secara sepotong-sepotong. Dan akhirnya, lingkungan hidup dari telur tersebut, mulai dari
konsepsi sampai akhirnya dapat bereproduksi sendiri haruslah terkontrol
sampai ke tingkat yang luar biasa detail.
Silakan pikirkan, apakah serangkaian peristiwa luar biasa ini dapat
terjadi dengan “kebetulan” saja, ataukan memang ada seorang Perancang Yang
Maha Pandai yang telah menciptakan sistem reproduksi seksual. |
|
THE UNIVERSE, THE SOLAR SYSTEM, THE EARTH, AND LIFE
WERE RECENTLY CREATED. |
JAGAD RAYA, TATA SURYA, BUMI DAN KEHIDUPAN BARU SAJA
DICIPTAKAN ULANG |
|
Naturalistic explanations for the evolution of the
solar system and universe are unscientific and hopelessly inadequate. According to ALL theories on the evolution of the
solar system: |
Penjelasan alamiah tentang proses evolusi pada tata
surya dan jagad raya sama sekali tidak ilmiah dan sangatlah tidak layak. Menurut semua teori evolusi pada sistem
tata surya : |
|
35. The planets should all rotate on their axes in
the same direction; Venus and Uranus rotate backwards. |
Planet-planet seharusnya semuanya berputar pada
porosnya ke arah yang sama.
Kenyataannya, Venus dan Uranus berputar kebalikannya. |
|
36. All 42 moons of the various planets should
revolve in the same direction; at least 11 revolve backwards. |
Semua 42 bulan dari berbagai planet seharusnya
berputar ke arah yang sama.
Kenyataannya, sedikitnya 11 bulan berputar kebalikannya. |
|
37. The orbits of these 42 moons should all lie in
the equatorial plane of the planet they orbit; many, including the earth's
moon, are highly inclined. |
Orbit dari 42 bulan tersebut seharusnya semuanya
terletak pada dataran katulistiwa dari masing-masing planetnya. Kenyataannya, banyak dari bulan tersebut
sangat bergeser, termasuk bulan planet bumi. |
|
38. The material of the earth (and Mars, Venus, and Mercury)
should almost all be hydrogen and helium --similar to that of the sun and the
rest of the visible universe; actually much less than 1% of the earth's mass
is hydrogen or helium. |
Materi penyusun bumi (juga Mars, Venus dan
Merkurius) seharusnya hampir semuanya terdiri dari hidrogen dan helium,
serupa dengan matahari dan jagad raya yang tampak. Kenyataannya, kurang dari 1% penyusun massa bumi adalah
hidrogen atau helium. |
|
39. The sun should have 700 times more angular
momentum than the planets; the planets have 50 times more angular momentum
than the sun. |
Matahari seharusnya memiliki 700 kali lipat momentum
angular dari yang dimiliki oleh planet-planet. Kenyataannya, planet-planet memiliki 50 kali lipat momentum
angular matahari. |
|
40. Detailed analyses indicate that stars could not
have formed from interstellar gas clouds. To do so, either by first forming
dust particles or by a direct gravitational collapse of the gas, would
require vastly more time than the alleged age of the universe. The ONLY
alternative is that stars must have been created. |
Penelitian rinci menunjukkan bahwa bintang-bintang
tidak dapat terbentuk dari awan gas antar bintang. Agar partikel-partikel debu dapat terbentuk pertama kali atau
agar gas tersebut dapat tertarik gravitasi, dibutuhkan waktu yang jauh lebih
lama dari waktu yang diperkirakan sebagai usia jagad raya. Satu-satunya alternatif yang mungkin :
bintang-bintang tersebut diciptakan. |
|
41. The sun's tidal forces are so strong that dust
clouds or gas clouds lying within the orbit of Jupiter could never condense
to form planets. |
Daya tarik pasang matahari sangatlah kuat sehingga
awan debu atau awan gas yang terdapat dalam orbit Yupiter tidaklah mungkin
terkondensasi untuk membentuk planet. |
|
42. Saturn's rings could not have formed from the
disintegration of a former satellite or from the capture of external
material; its particles are too small and too evenly distributed throughout
an orbit that is too circular. Therefore, the rings appear to be remnants of
its creation. |
Cincin Saturnus tidak dapat terbentuk dari
disintegrasi satelit atau dari tertangkapnya materi eksternal;
partikel-partikelnya sangatlah kecil dan tersebar dengan sangat merata
sepanjang orbit yang berbentuk melingkar.
Karena itu, cincin rupanya merupakan serpihan dari penciptaan planet
itu. |
|
43. The moon was not torn from the earth, nor did it
congeal from the same material as the earth since the relative abundances of
its elements are too dissimilar from those of the earth. If the moon formed
from particles orbiting the earth, other particles should be easily visible
inside the moon's orbit; none are. The moon's circular, highly inclined orbit
is strong evidence that it was never captured by the earth. If the moon was
not pulled from the earth, was not built up from smaller particles near its
present orbit, and was not captured from outside its present orbit, only one
possibility remains. The moon must have been created in its present orbit. |
Bulan bukan merupakan pecahan dari bumi dan bukan
juga merupakan gumpalan dari materi yang sama dengan materi bumi karena
mayoritas material yang ada di bulan tidaklah sama dengan yang ada di
bumi. Jika bulan terbentuk dari
partikel-partikel yang mengorbit bumi, maka partikel-partikel lain seharusnya
akan tampak lebih jelas dari orbit bulan, sedangkan pada kenyataannya
tidak. Lingkaran bulan, yang sangat
miring terhadap orbitnya, merupakan bukti kuat bahwa bulan tidak tertangkap
oleh bumi. Jika bulan bukan merupakan
bagian dari bumi sebelumnya, tidak terbentuk dari partikel-partikel kecil
yang berada di sekitar orbitnya sekarang dan tidak juga tertangkap oleh bumi,
hanya ada satu kemungkinan yang tinggal.
Bulan pastilah diciptakan pada orbitnya yang sekarang. |
|
44. No scientific theory exists to explain the
origin of matter, space, or time. Since each is intimately related or even
defined in terms of the other, a satisfactory explanation for the origin of
one must also explain the origin of the others. Naturalistic explanations
have completely failed. |
Tidak ada teori ilmiah yang dapat menjelaskan asal
mula materi, ruang atau waktu. Karena
mereka berkaitan erat satu sama lain, bahkan saling mendefinisikan, suatu
penjelasan memuaskan tentang asal mula salah satunya haruslah dapat
memberikan penjelasan yang memuaskan tentang asal mula yang lainnya. Penjelasan alamiah yang pernah ada
semuanya gagal. |
|
45. The First Law of Thermodynamics states that the
energy of our universe is constant, or conserved. Countless experiments have
shown that regardless of the energy conversion process, the total amount of
energy (or its mass equivalent) remains constant. A corollary of the First
Law is the no energy can be created. Since the universe obviously has energy,
that energy must have been created in the past when The
First Law was not operating. Since the energy of the universe could not have
created itself, Something external; must have created it. |
Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi
pada jagad raya ini konstan atau tetap.
Banyak percobaan telah menunjukkan, bahwa jumlah energi yang ada (atau
ekuivalen massanya) selalu konstan, tidak peduli apapun proses
konversinya. Dengan kata lain, Hukum
Pertama juga menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan. Karena pada kenyataanya terdapat begitu
banyak energi di jagad raya, energi itu haruslah diciptakan sebelum Hukum
Pertama tersebut berlaku.
Selanjutnya, karena energi tidak dapat menciptakan dirinya sendiri,
maka Sesuatu yang berada di luar itu semua haruslah yang menciptakannya. |
|
46. A consequence of the Second Law of
Thermodynamics is that the universe could not have always existed; it must
have had a beginning. A further consequence of the Second Law is that when
the universe began, it was in a more organized state than it is today -- not
in a highly disorganized state as assumed by evolutionists and proponents of
the Big Bang Theory. |
Konsekuensi dari Hukum Kedua Termodinamika adalah
bahwa jagad raya tidaklah mungkin selalu ada, pastilah ada suatu saat di mana
ia dimulai. Konsekuensi lanjutnya
adalah ketika jagad raya dimulai, keadaannya jauh lebih rapi daripada
sekarang ini – bukannya dalam keadaan yang amat kacau balau seperti yang
diasumsikan oleh para penganut teori evolusi dan teori Ledakan Dahsyat (Big
Bang) |
|
47. We have seen stars die; we have NOT seen stars
being born. Only downhill processes are observed, NEVER uphill or
evolutionary processes. There is NO evidence that stars evolve. |
Kita telah melihat sejumlah bintang mati, tetapi
kita tidak pernah melihat sebuah bintang dilahirkan. Selama ini selalu proses mundur yang dapat
ditemukan dan diamati, tidak ada satu pun proses maju atau evolusi. Tidak ada bukti bahwa bintang mengalami evolusi. |
|
48. Stellar evolution is ASSUMED in estimation the
age of stars. These age estimates are then used to establish a framework for
stellar evolution. This is CIRCULAR reasoning. |
Evolusi ruang angkasa diasumsikan dalam estimasi
hitungan usia bintang-bintang.
Perkiraan usia ini kemudian digunakan untuk membuat suatu kerangka
evolusi ruang angkasa. Hal ini
menunjukkan suatu alasan yang berputar-putar. |
|
49. There is NO evidence that galaxies evolved. |
Tidak ada bukti bahwa galaksi-galaksi mengalami
evolusi. |
|
TECHNIQUES THAT ARGUE FOR AN OLD EARTH ARE EITHER
ILLOGICAL OR ARE BASED ON UNPROVEN ASSUMPTIONS! |
SEMUA TEKNIK YANG MENDUKUNG BAHWA BUMI SUDAH
SANGATLAH TUA BERSIFAT TIDAK LOGIS ATAU DIDASARKAN PADA ASUMSI YANG TIDAK
DAPAT DIBUKTIKAN ! |
|
50. Any estimated date prior to the beginning of
written records must necessarily assume that the dating clock has operated at
a known rate, that the initial setting of the clock is known, and that the
clock has not been disturbed. These assumptions are almost always unstated or
overlooked. |
Semua perkiraan penanggalan sebelum adanya sejarah
tertulis haruslah diasumsikan bahwa sistem penanggalan telah menggunakan
satuan yang dikenal, bahwa pengaturan perhitungan waktu awalnya diketahui dan
bahwa sistem perhitungan tersebut tidaklah diganggu. Asumsi ini hampir selalu tidak dapat
dipenuhi karena mustahil untuk dicapai. |
|
51. A major assumption that underlies all
radioactive dating techniques is that the rates of decay, which have been
essentially constant over the past 70 years, have also been constant over the
past 4,600,000,000 years. This bold, critical, and untestable assumption is
made even though no one knows what causes radioactive decay. |
Suatu asumsi utama yang mendasari semua teknik
penelusuran radioaktif adalah kecepatan dari proses pembusukan, teknik mana
yang relatif tidak mengalami kemajuan selama 70 tahun terakhir, dan juga
konstan selama 4.600.000.000 (empat milyard enam ratus juta)tahun
terakhir. Ini merupakan suatu asumsi
yang nekad, kritis dan tak dapat dibuktikan, tetapi tetap saja diambil
meskipun tak seorang pun tahu apa yang menyebabkan pembusukan radioaktif. |
|
52. The public has been greatly misled concerning
the reliability and trustworthiness of radiometric dating techniques (the
Potassium-Argon method, the Rubidium-Strontium method, and the
Uranium-Thorium method). Many of the published dates can be checked by
comparisons with the assumed ages for the fossils that sometimes bracket
radio metrically dated rock. In over 300 (or almost half) of these PUBLISHED
checks, the radio metrically determined ages were at least one geologic age
in error -- indicating major errors in methodology. An unanswered question
is, "How many other dating checks were not published because they too
were in error?" |
Masyarakat telah sangat dikecohkan tentang keandalan
teknik penelusuran radiometrik (metode Potassium-Argon, metode
Rubidium-Strontium dan metode Uranium-Thorium). Banyak dari usia yang diumumkan dapat diperiksa menggunakan
perbandingan dengan usia yang diperkirakan untuk fosil-fosil yang melekat
pada batuan yang diperiksa dengan teknik penelusuran radiometrik. Pada lebih dari 300 kasus yang telah
dipublikasikan (hampir separuhnya), hasil penelusuran radiometrik mengalami
kesalahan paling tidak satu generasi geologis, hal mana menunjukkan kesalahan
fatal pada metodologinya. Satu
pertanyaan yang tidak dapat dijawab adalah, “Berapa banyak hasil pemeriksaan
yang tidak diumumkan karena salah ?” |
|
53. Pleochroic halos, tiny spheres of discoloration
produced by the radioactive decay of particles that are encased in various
crystals, show that the earth's crust was NEVER in a molten state.
Furthermore, these halos suggest that the rate of radioactive decay was NOT
constant, and in fact, varied by MANY orders of magnitude from that observed
today. |
Halo pleochroik, lingkaran-lingkaran kecil
diskolorasi yang dihasilkan oleh pembusukan partikel radioaktif yang
terbungkus oleh berbagai kristal, menunjukkan bahwa kulit bumi tidak pernah
berada dalam keadaan membeku. Lebih
lanjut lagi, halo ini menunjukkan bahwa pembusukan radioaktif tidaklah
konstan, bahkan pada kenyataannya, berbeda-beda dalam berbagai urutan sifat
yang dapat diamati pada saat ini. |
|
54. Geological formations are almost always dated by
their fossil content, especially by certain INDEX FOSSILS of extinct animals.
The age of the fossil is derived from the ASSUMED evolutionary sequence, but
the evolutionary sequence is based on the fossil record. This reasoning is
CIRCULAR! Furthermore, this procedure has produced many contradictory
results. |
Pembentukan geologis hampir selalu dicatat dengan
kandungan fosilnya, terutama oleh fosil index dari beberapa hewan punah
tertentu. Usia fosil dihitung dari
urutan evolusi asumsi, tetapi sebaliknya, urutan evolusi juga didasarkan pada
usia fosil ! Hal ini menunjukkan
pengalasan melingkar. Akibatnya,
prosedur ini menghasilkan banyak sekali kontradiksi. |
|
55. Human footprints are found alongside dinosaur
footprints in the rock formations of the Paluxy riverbed in Texas. This
obviously shows that man and dinosaurs lived at the same time and the same
place. But evolutionists claim that dinosaurs became extinct about 65 million
years before man supposedly began to evolve. |
Jejak kaki manusia diketemukan bersebelahan dengan
jejak kaki dinosaurus pada formasi batuan yang terdapat pada sungai Paluxy di
Texas. Hal ini jelas menunjukkan
bahwa manusia dan dinosaurus hidup pada saat dan tempat yang sama. Tetapi para penganut evolusi menyatakan
bahwa dinosaurus telah punah sekitar 65 juta tahun sebelum manusia mulai ada. |
|
56. Many different people have found at different
times and places man-made artifacts encased in coal! Examples include an
8-carat gold chain, a spoon, a thimble, an iron pot, a bell, and other
objects of obvious human manufacture. Many other "out-of-place
artifacts" such as a metallic vase, a screw, nails, a strange coin, and
a doll have been found buried deeply in solid rock. By evolutionary dating
techniques, these objects would be hundreds of millions of years old; but man
supposedly didn't begin to evolve until 2-4 million years ago. Something is
wrong. |
Banyak orang telah menemukan benda buatan manusia
yang terbungkus batu bara pada waktu dan tempat yang berbeda. Misalnya terdapat sebuah rantai emas 8
karat, sebuah sendok, sebuah pemberat, sebuat pot besi, sebuah lonceng dan
benda lain yang jelas merupakan buatan manusia. Banyak pula benda-benda yang dianggap salah tempat, seperti
jambangan metal, sebuah sekrup, paku, sebuah koin dan sebuah boneka telah
pula diketemukan terkubur jauh di dalam batuan padat. Dengan metoda penanggalan evolusi,
benda-benda tersebut akan dinyatakan berusia ratusan juta tahun, tetapi
sebaliknya evolusi menganggap bahwa manusia belum ada sampai sekitar 2 atau 4
juta tahun yang lalu. Pastilah ada
yang salah ! |
|
57. In rock formations in Utah, Pennsylvania,
Missouri, and Kentucky, human footprints that are supposedly 150-600 million
years old have been found and examined by many different authorities.
Obviously, there is a major error in chronology. |
Pada formasi batuan di Utah, Pennsylvania, Missouri
dan Kentucky, jejak kaki manusia yang dianggap berusia 150 sampai 600 juta
tahun telah ditemukan dan diperiksa oleh berbagai badan berwenang. Di sini jelas terdapat kesalahan besar
secara kronologis. |
|
58. The fact that there is no worldwide unconformity
in the earth's sedimentary strata implies that this entire geologic record
must have been deposited rapidly. (An "unconformity" is an
erosional surface between two adjacent rock formations representing a time
break of unknown duration. "Conformities" imply a continuous and rapid
deposition. Since one can always trace a continuous path from the bottom to
the top of the geologic record that avoids these unconformities, the
sediments along that path must have been deposited continuously.) |
Kenyataan bahwa tidak ada “ketidaksesuaian” global
pada lapisan sedimentasi bumi menunjukkan kemungkinan bahwa keseluruhan data
geologis tersebut telah terdeposit secara cepat. (Suatu “ketidaksesuaian” adalah suatu permukaan erosi di antara
dua formasi batuan yang berurutan yang membuktikan adanya tenggang waktu yang
tidak diketahui lamanya. Suatu
“kesesuaian” membuktikan adanya deposisi yang kontinu dan cepat. Karena suatu jalur yang kontinu dapat
diikuti dari lapisan geologis terbawah sampai teratas tanpa ditemukannya
tanda-tanda “ketidaksesuaian”, maka sedimen yang terbentuk sepanjang jalur
tersebut telah terdeposisi secara kontinu. |
|
59. Radiocarbon dating, which has been accurately
calibrated by counting the rings of living trees that are up to 3,500 years
old, is unable to extend this accuracy and date organic remains that are more
ancient. A few people have claimed that ancient wood exists which will permit
this calibration to be extended even further back in time, but these people
have not let outside scientists examine their data. On the other hand,
measurements made at hundreds of sites worldwide indicate that the
concentration of radiocarbon in the atmosphere rose quite rapidly at some
time prior to 3,500 years ago. If this happened, a radiocarbon age of 40,000
years could easily correspond to a true age of 5,000 years! |
Penanggalan radikarbon, yang telah secara benar
dikalibrasi dengan menghitung jumlah lingkaran kehidupan pada pohon-pohon
hidup sampai usia 3500 tahun, tidak dapat memperluas akurasinya untuk
digunakan menghitung balik sisa-sia organik purba. Beberapa orang telah menyatakan bahwa kayu kuno yang ada dapat
dipakai untuk memperluas jangkauan kalibrasi ini, tetapi orang-orang ini
tidak pernah mengijinkan ilmuwan di luar mereka untuk memeriksa ulang data
mereka. Sebaliknya, pengukuran pada
ratusan situs di dunia menunjukkan bahwa konsentrasi radiokarbon pada
atmosfir meningkat cukup cepat pada jaman sebelum 3500 tahun yang lalu. Jika hal ini terjadi, maka usia
radiokarbon 40000 tahun sebenarnya sama dengan 5000 tahun saja! |
|
MOST DATING TECHNIQUES SHOW THE EARTH AND SOLAR
SYSTEM TO BE YOUNG. |
KEBANYAKAN TEKNIK PENANGGALAN MENUNJUKKAN USIA BUMI
DAN TATA SURYA MASIH MUDA. |
|
60. Direct measurements of the earth's magnetic
field over the past 140 years show a steady and rapid decline in its
strength. This decay pattern is consistent with the theoretical view that
there is an electrical current inside the earth which produces the magnetic
field. If this view is correct, then 25,000 years ago the electrical current
would have been so vast that the earth's structure could not have survived
the heat produced. This would imply that the earth could not be older than
25,000 years. |
Pengukuran langsung terhadap medan magnet bumi
selama 140 tahun terakhir menunjukkan suatu penyimpangan kekuatan yang tetap
dan cepat. Pola pembusukan ini
sejalan dengan pandangan teoritis bahwa terdapat suatu arus listrik dalam
bumi yang menghasilkan medan magnet.
Jika pandangan ini benar, maka 25000 tahun yang lalu arus listrik
masih dalam jumlah yang begitu besar sehingga struktur bumi tidak akan
sanggup menahan panas yang dihasilkannya.
Hal ini menimbulkan pemikiran bahwa usia bumi tidaklah lebih dari
25000 tahun. |
|
61. Atomic clocks, which have for the last 22 years measured
the earth's spin rate to the nearest billionth of a second, have consistently
found that the earth is slowing down at the rate of almost one second a year.
If the earth were billions of years old, its initial spin rate would have
been fantastically rapid-so rapid that major distortions in the shape of the
earth would have occurred. |
Jam atom, yang telah digunakan selama 22 tahun untuk
menghitung kecepatan putaran bumi sampai ke sepermiliar detik terdekat, telah
secara konsisten menunjukkan bahwa perputaran bumi semakin lambat dengan
tingkat satu detik per tahun. Jika
usia bumi miliaran tahun, maka kecepatan putar awalnya pastilah amat sangat
cepat sehingga telah terjadi distorsi besar terhadap bentuk bumi itu sendiri. |
|
62. Over twenty-seven billion tons of sediments,
primarily from our rivers, are entering the oceans each year. Obviously, this
rate of sediment transport has not been constant and has probably been
decreasing as the looser top soil has been removed. But even if it has been
constant, the sediments which are now on the ocean floor would have
accumulated in only 30 million years. Therefore, the continents and oceans
cannot be one billion years old. |
Lebih dari 27 miliar ton sedimen, terutama dari sungai-sungai,
telah memasuki lautan setiap tahun.
Tentu saja, kecepatan perpindahan sedimen tidak konstan dan telah
semakin lambat karena lapisan atas yang lebih tidak padat telah hilang. Tetapi, seandainya kecepatan tersebut
adalah konstan, maka sedimen yang mengalir ke laut tersebut pastilah telah
terakumulasi hanya dalam waktu 30 juta tahun. Karena itu, benua dan lautan tidak mungkin berusia satu miliar
tahun. |
|
63. The atmosphere has less than 40,000 years worth
of helium, based on just the production of helium from the decay of uranium
and thorium. There is no known means by which large amounts of helium can
escape from the atmosphere. The atmosphere appears to be young. |
Atmosfir memiliki kandungan helium yang berusia
kurang dari 40000 tahun, didasarkan pada jumlah produksi helium dari
pembusukan uranium dan thorium. Tidak
diketahui bagaimana caranya sejumlah besar helium dapat terlepas dari
atmosfir. Dapat disimpulkan usia
atmosfir masih muda. |
|
64. The rate at which elements such as copper, gold,
tin, lead, silicon, mercury, uranium and nickel are entering the oceans is
very rapid when compared with the small quantities of these elements already
in the oceans. Therefore, the oceans must be very much younger than a million
years. |
Kecepatan masuknya unsur-unsur seperti tembaga,
emas, timah putih, timah hitam, silikon, merkuri, uranium dan nikel ke dalam
laut sangatlah cepat jika dibandingkan dengan kadar mereka dalam lautan. Karena itu, dapat diduga bahwa usia lautan
jauh lebih muda dari satu juta tahun. |
|
65. Evolutionists believe that the continents have
existed for at least 1 billion years. However, the continents are being
eroded at a rate that would level them in a relatively short 14 million
years. |
Para penganut evolusi percaya bahwa benua-benua
telah ada selama satu miliar tahun. Tetapi benua-benua telah tererosi dengan
kecepatan yang hanya mungkin terjadi apabila usia benua tersebut hanya
sekitar 14 juta tahun. |
|
66. The occurrence of abnormally high gas and oil
pressures within relatively permeable rock implies that these fluids were
formed or encased less than 10,000 years ago. If these hydrocarbons had been
trapped over 10,000 years ago, there would have been leakage which would have
dropped the pressure to a level far below what it is today. |