13. Jikalau Yesus adalah Allah, mengapa Ia rela meninggalkan surga dan menjadi manusia lalu mati bagi kita?
Yesus rela mati bagi kita sebab Ia mengasihi kita,
meskipun kita tidak mengenal dan mengasihi-Nya. Tidak ada cara lain dimana
orang dapat diselamatkan dari dosanya selain pengorbanan oleh seseorang yang
tidak berdosa bagi orang berdosa sebagai penggantinya sendiri.
Karena anak-anak itu adalah anak-anak
dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat
bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya /a memusnahkan dia,
yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia
membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena
takutnya kepada maut. (Ibrani 2:14-15 TB)
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
(Yohanes 3:16 TB)
Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang
benar tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati. Akan
tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah
mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Roma 5:7-8 TB)