From juri@macc.wisc.edu Sun Oct 31 21:57:50 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA27981; Sun, 31 Oct 93 21:57:50 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Sun, 31 Oct 93 21:54 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Sun, 31 Oct 93 21:53 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA14508
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Sun, 31 Oct 1993 22:53:34 -0500
Message-Id: 
Date: Sun, 31 Oct 1993 22:34:20 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Kesaksian Hamran Ambrie
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


Sdr2.seiman Ykk dalam Kristus Tuhan, 

Setelah berakhirnya tayangan Masalah Dialog Ketuhanan Yesus yang saya
sadur dari buku Hamran Ambrie, banyak permintaan dari para pembaca yang
ingin lebih  mengenal siapa Hamran Ambrie yang telah banyak menulis 
berbagai buku apologetika di tanah air.

Atas permintaan dari pembaca fica-netters maka saya akan menayangkan
kesaksian pelayanan Berita Keselamatan oleh Bp.Hamran Ambrie yang berjudul
"ALLAH SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA HIDUP BARU DALAM KRISTUS". 
Kesaksian HA ini akan ditayangkan dalam 9 series dan ditayangkan bukan untuk
membangga-banggakan berpindahnya seorang tokoh Islam ke agama Kristen,
tetapi dimaksud untuk menyadarkan kita semua bahwa jalan keselamatan melalui
Yesus Kristus terbuka bagi setiap orang yang mau percaya kepadaNya tanpa
paksaan. Saya yakin perpindahan seseorang dari agama yang satu ke agama
yang lain patut dijunjung tinggi sebagai hak azasi seseorang untuk
menyembah Tuhan yang dipercayainya dapat memberikan kedamaian dan
kesejahteraan hidupnya di bumi dan di akhirat. 

Selamat mengikuti kesaksian hidup Hamran Ambrie.

Salam,
Charles J
--------




From juri@macc.wisc.edu Sun Oct 31 22:04:20 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA27995; Sun, 31 Oct 93 22:04:20 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Sun, 31 Oct 93 21:59 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Sun, 31 Oct 93 21:59 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA14544
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Sun, 31 Oct 1993 22:58:51 -0500
Message-Id: 
Date: Sun, 31 Oct 1993 22:53:40 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Kesaksian HA (1)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


DARI PENULIS:

Begitu besar kasih Allah akan hamba-Nya yang ber-
saksi ini, tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata,
maupun didalam tulisan secara sempurna.

Mungkin lebih dari 40 tahun saya telah menyangkal
ke-llahi-an Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Allah
saya diselamatkan untuk mendapatkan kehidupan yang
kekal di alam sorgawi itu.

Allah sudah pilihkan buat saya ''Hidup Baru Dalam
Kristus''. dan karenanya sebagai tanda pengucapan syu-
kur, saya buatlah kesaksian ini.

Saya megahkan kesaksian ini, bukanlah disebabkan
kecerdasan saya juga bukan karena kepintaran saya me-
mahami Alkitab, juga bukanlah disebabkan bujukan
orang lain; tetapi saya bermegah, disebabkan Allah Yang
Maha Kasih akan keadilan dan kebenaran itu telah men-
jemput saya untuk menjadi pengikut Kristus, satu-
satunya jalan untuk menuju kepada kebenaran dan Hidup
Yang Kekal.

Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain
yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan. (Kis. 4:12).

Haleluya.

Hormat dan salam kasih
Penulis:

Hamran Ambrie
----------------------------------------------------------

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..............................
Dari Penulis ..................................
Daftar isi .....................................
Allah sudah pilihkan Buatsaya ...........

1. Jesus Disebut Anak Allah ................14
2. Jesus Disebut Tuhan .....................16
3. Tauhid Kristiani ........................21
4. Allah Tritunggal Maha Esa ...............26
5. Kematjan dan Kebangkitan Jesus Kristus ..31
6. Kebenaran Alkitab .......................41
7. Bergumul Dengan Pengaruh Lingkungan .....45
8. Penutup .................................63
9. Tambahan/Clipping Utama .................68

iii
ALLAH SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA
"Hidup Baru Dalam Kristus"
--Tentu buat Anda Juga--
Kesaksian: Hamran Ambrie

Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan
Jesus Kristus Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat umat
manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al--Quran.

Sungguh ajaib! Tetapi memang demikianlah sebenarnya.

Saya mendapatkan kebenaran ajaran Kristen ini,
sama sekali bukanlah disebabkan kepandaian atau kecer-
dasan mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Juga tidak
disebabkan penerangan para pendeta atau penginjil
manapun. Hal ini dapat dimaklumi, karena saya sendiri ta-
dinya adalah seorang Muslim, anggota/pengurus
Muhammadiyah, mubaligh Islam. Dalam tahun 1947
saya adalah salah seorang pelopor/Ketua Kongres Um-
mat Islam se- Kalimantan di Amuntai, bersama-sama de-
ngan saudara K.H. Idham Chalid. Dalam tahun 1950-51,
adalah sebagai Imam Tentera Pusroh Islam Angkatan Da-
rat di Banjarmasin dengan pangkat Letnan-ll. Juga seba-
gai penulis Muslim dalam pelbagai majalah Islam antara
lain: Mingguan Adil di Solo, Mingguan-Risalah Jihad di
Jakarta, Mingguan Anti Komunis di Bandung, dan lain-
lain. Lebih dari itu, saya adalah juga salatl seorang Anti
Kristen yang agresif sejak tahun 1936 di Muara Teweh
Barito); hingga tahun 1962 termasuk salah seorang
bersimpati untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia,
yang sekaligus bermakna Anti Kristen.

Karena itu tidal lah mungkin sama sekali bagi saya
untuk dapat memahami isi Alkitab itu secara baik dan wajar.

Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun
1936, Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari
kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat
.yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang
Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kris-
ten itu sendiri.

Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat
Jesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak ke-Ila-
hi-an Jesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan
Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan un-
tuk menghinakan menolak kebenaran Jesus Kristus.

Tetapi begitu besar Kasih Allah, pada suatu saat saya
dicari, dijemput dan diselamatkan.

Dalam tahun 1962, dikala saya sedang menyusun
sesuatu naskah khotbah, saya membaca ayat Quran s.AI
Maidah 68, yang berbunyi:
"Qul ya ahlal kitabi lastum'ala sya-in hatta tuqiemut
taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.''

artinya: "Katakanlah! hai Alhi Kitab. Kamu tidak pada agama yang
sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injii, dan
apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada Tuhanmu''.

Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca,
melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir
itu, Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya, bahwa
yang dimaksudkan "Taurat dan Injil" dalam ayat Quran
itu adalah Taurat-lnjil yang ada terdapat dalam Alkitab
atau Bijbel sekarang ini.

Pikiran saya sejak dahulu mengatakan, bahwa Taurat
dan Injil yang dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara
phisik sudah tidak ada lagi, dan isinya sekarang telah
diintisarikan dalam Al-Quran. Sedang Taurat Injil yang
ada dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu isinya
sudah diorak-arik oleh tangan manusia, dikurangi dan
ditambah dan lain-lain.

Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa Taurat Injil
itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar
adanya.

Pikiran/otak saya selalu mengatakan: tidak yang
ada sekarang adalah Taurat--Injil palsu.

Roh jiwa saya mengatakan: bahwa Taurat-Injil yang
dimaksudkan itu adalah yang terdapat dalam Alkitab se-
karang .

Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak bela-
kang dengan kata hati rohjiwa saya. Karenanya saya
menjadi ragu, bimbang, mana yang benar.

Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya
bawa dalam sembahyang tahjud (sembahyang tengah
malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu doa kepada Al-
lah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenar-
an, supaya Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu
diantara dua macam pendapat ini.

Saya berdoa demikian:

"Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-
orang Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya
orang-orang Budha, Allah-nya bulan bintang, Allahnya
lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tun-
jukkan tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan
dalam Quran ini mengenai Taurat dan Injil itu. Apakah
yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah
tidak ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran. Jika me-
mang demikian, saya mohon agar Tuhan teguhkan hatiku
untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau sekira-
nya yang dimaksudkan "Taurat Injil" dalam Quran itu,
adalah memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab
(Bible) sekarang ini, saya mohon kiranya Tuhan bukakan
hatiku untuk lebih bergairah membaca mempelajari
Alkitab itu secara jujur dan baik."

Saya tidak meminta pilihkan kepada siapa-siapapun,
tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam
juga tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai,
tetapi saya minta dipilihkan oleh Allah Yang Maha Tahu
dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya
mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ''meyakin-
kan kebenarannya'', menurut kehendak Allah itu sendiri.

Saya berdoa dengan sepenuh hati, benar-benar
menggantung harap atas petunjuk Allah saja untuk me-
milihkan bagi saya suatu kebenaran beragama.

Kenapa sampai begitu terarah saya memusatkan
pengharapan ini kepada Allah. Hal ini dapat dimengerti
bahwa setiap orang beragama mempunyai keyakinan
akan adanya kehidupan sesudah kematian dunia fana ini.
Dalam kehidupan di alam baqa itu nanti, hanya ada dua
tempat kita berada, yaitu didalam penghukuman dukacita
api neraka, atau didalam sorga bersama Allah. Saya tidak
dapat meremehkan kehidupan ini. Kalau kita membeli
mas seberat 10 gram saja yang bernilai harganya hanya
beberapa puluh ribu saja, kita sudah memerlukan peme-
riksaan dan pengujian yang begitu teliti, agar jangan
tertipu dan jangan ada penyesalan dibelakang hari,
apapun pula mengenai jiwa rohani kita yang akan datang,
perlu kita berprihatin memikirkannya, memeriksa dan
menguji kebenarannya beragama yang sesuai dengan ke-
hendak Allah pemilik kehidupan sorga itu saja, agar kita
tidak berpenyesalan sepanjang masa karena kece-
robohan kita sendiri. Saya tahu dan meyakini, bahwa pe-
milik sorga dan neraka itu adalah Allah sendiri. Dan justru
itulah, saya tidak meminta pilihkan, tidak meminta nase-
hat pertimbangan manusia, baik seorang pendeta-Kris-
ten, maupun seorang Ulama Islam karena mereka itu
semuanya adalah manusia, yang pasti tidak tahu persis
tentang akan kebenaran yang sesuai dengan kehendak
Allah itu. Saya datang kepada Allah pemilik kebenaran,
pemilik sorga itu sendiri, meminta menggantung harap,
agar A!lah itu sendiri memberikan petunjuk kebenaran
dalam hal ini.

Puji Tuhan, semua pengharapan dan doa saya ini terja-
wab dengan baik.

Pertanda bahwa kebenaran itu diberikan dengan se-
gala kenyataan yang sama sekali tidak meragukan lagi.
Patut dicatat, bahwa ayat-ayat Quran selain dari
Quran s.Almaidah 68 itu, masih banyak ayat-ayat lain
yang berkesan kepada saya waktu itu antara lain juga;

Quran s.As Sajadah 23:

''Wa Laqad ataina Musa 'Ikitaaba fala takun fimir-
yatim min liqaa-ih ..''

(Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa Alkitab
(Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu mene-
rimanya) .

Quran s. Al Maidah 46:

''Wa qaffainaa 'ala assyarihim bi 'Isa 'bni Maryama
mushaddi qallima baina yadaihi minat Taurati wa
atai naahul Injila fieha hudan wa nurun, wa mus-
haddi qallima baina yadaihi minat Tauraati wa hudan
wamau' 'izhatan lilmuttaqien.''

(artinya: Dan kami iringkan jejak mereka (nabi terdahulu) dengan
Isa putra Maryam, membenarkan kitab Taurat. Dan Kami telah
memberikan kepadanya Kitab Injil yang ber-isikan petunjuk dan
cahaya, dan membenarkan kitab yang terdahulu yaitu Taurat, dan
menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang
bertakwa).

Quran s.AI Maidah 47:

Wal yachkum ahlal Injili bimaa anzala 'llahu fichi wa
manllam yachkum bimaa anzala'llahu fa ulaa ika
humul faasikuna.''

(artinya: Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang-
siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah 
maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

Bersambung ke saksi (2).


From juri@macc.wisc.edu Mon Nov  1 23:01:31 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA29506; Mon, 1 Nov 93 23:01:30 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 01 Nov 93 22:57 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Mon, 01 Nov 93 22:57 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA23867
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Mon, 1 Nov 1993 23:56:54 -0500
Message-Id: 
Date: Mon, 1 Nov 1993 23:45:33 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Kesaksian HA (2)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


Saksi (2).

Quran s.AI Baqarah 62:

'Inna'lladzina aamanu wal ladzina haduu wan na-
asharaa wa shaabi iena min aamana billahi walya-
umil akhl~i wa 'amila shalichan falahum ajruhum
'indrarabbihim wa lakhaufun 'alaihim wa la hum
yachzanun, ''

(artinya: Sesungguhnya orang-orang yang  percaya, orang-orang
Yahudi, Nasrani dan Sabiin, siapa saja diantara mereka yang be-
nar-benar beriman/percaya kepada Allah, hari kemudian dan ber-
amal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka,
dan tidak pula mereka berduka-cita).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat Quran yang me-
menunjukkan bahwa Alkitab, yaitu Taurat dan Injil itu
adalah membawa kepada jalan kebenaran sesuai dengan
kehendak Allah.

Ayat-ayat Quran inilah yang menggugah pikiran saya
untuk menyelidiki lebih jauh akan kebenaran isi Alkitab
ini sebagaimana saya katakan terdahulu, bahwa Allah te-
lah membisikan dalam roh-jiwa saya akan kebenaran
Alkitab itu.

Pada keesokan harinya, sesudah saya berdoa Isti-
harah dalam sembahyang tahjud itu, saya merasa ada
perubahan yang sangat nyata sekali. Waktu itu saya su-
dah memandang Alkitab itu sebagai sahabat, tidaklah lagi
sebagai musuh. Pada pagi itu saya mengambil Alkitab un-
tuk dibaca dengan maksud mengetahui dengan pasti isi
kebenarannya dengan baik dan jujur.

Dengan mengucapkan "Bismillahir rahmanir rahim",
atas nama Allah Yang Pemurah Lagi Penyayang, saya
buka Alkitab itu.

Ayat yang hendak saya baca dikala itu adalah Kitab
Ulangan 18:15. Kenapa ayat ini yang menjadi perhatian
saya untuk dibaca pada pertama kali itu? Karena ayat
inilah yang sering bahkan selalu saya jadikan palu godam
untuk memukul iman orang-orang Kristen, baik ia seo-
rang pendeta, maupun penginjil, dengan maksud agar
mereka mengakui dan percaya akan kehadiran
Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan oleh Alkitab
antara lain dalam ayat Ulangan 18: 15 ini.

Dalam huruf yang sama, dalam kalimat yang sama,
dalam bahasa yang sama, juga dalam Alkitab yang sama,
namun pengertiannya telah berubah dari pengertian saya
yang sebelumnya.

Benar-benar saya menginsyafi sekarang, bahwa
Alkitab tertutup rapat, sulit dimengerti oleh orang yang ti-
dak percaya tetapi sebaliknya ia menjadi terang dan mu-
dah dimengerti bagi mereka yang percaya, yang didalam
hatinya dipenuhi oleh Rohulkudus.

Bunyi kitab Ulangan 18 : 15 itu lengkapnya
demikian:

"Seorang nabi dari tengan-tengahmu, dari anta-
ra saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan
dibangkitkan bagi-mu, oleh Tuhan Allahmu,
dialah yang harus kamu dengarkan".

Dulu ayat ini saya artikan merupakan petunjuk ada-
nya nubuat kenabian Muhammad. Karena dalam kalimat:
"seorang nabi sama seperti aku (Musa)" itu, merupakan
penunjukan kepada identitas kenabian Muhammad itu,
karena:

- Musa dilahirkan dengan beribu-bapa;Muhammad-
pun dilahirkan sama dengan Musa, yaitu ber-ibu-
bapa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang hanya
dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi tanpa bapa.
Musa diwaktu besar -- dewasa -- nya kawin,
Muhammadpun juga waktu dewasanya kawin, sama
dengan Musa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang
sama sekali tidak pernah kawin.

Musa dikaruniakan anak; Muhammadpun juga
dikaruniakan anak sama dengan Musa. Tetapi Isa Al-
masih tidak pernah mempunyai anak, kawinpun ti-
dak pernah.

Musa, diwaktu tuanya mati dan dikuburkan,
begitupun Muhammad waktu tuanya mati dan
dikuburkan. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mati,
melainkan naik ke sorga, tidak dikuburkan.

Jadi nyatalah bahwa nats Ulangan 18 : 15 itu
menunjukkan kebenarannya kehadiran Muhammad se-
bagai nabi yang sudah dinubuatkan oleh Musa, dan sama
sekali bukan untuk kehadirannya Isa Almasih atau Jesus
Kristus sebagai nabi. Kehadirannya Jesus Kristus menu-
rut kepercayaan Kristen adalah sebagai Anak Allah.

Tetapi pada hari itu, waktu saya membaca ayat itu
dengan perlahan-lahan serta dalam kesungguhan hati un-
tuk dimengerti, apa maksudnya yang sebenarnya. Waktu
saya sampai kepada kalimat " ......................................
sama seperti aku Musa)." Rohulkudus membisikkan dida-
lam hati (roh) saya dengan mengatakan, bahwa kalau
yang hendak kamu samakan itu adalah Muhammad dan
Musa itu sama-sama dilahirkan dengan beribu-bapa, bah-
kan seluruh dunia ini manusia itu dilahirkan dengan
beribu-bapa. Bukan itu yang dimaksudkan sama disini.
Jadi ciri demikian ini sama sekali tidak dapat dijadikan ciri
dari kebenarannya nubuat itu.

Begitupun juga, kalau Muhammad dianggap sama
dengan Musa, disebabkan waktu dewasanya ia kawin se-
perti Musa, banyak orang didunia ini melakukan kawin-
mawin. Jadi cara inipun sama sekali tidak dapat dijadikan
ciri dari kebenaran nubuat itu bagi kehadiran Muhammad 
sebagai nabi yang dinubuatkan.

Kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, ka-
rena dikarunia anak sebagaimana juga Musa, inipun tidak
mungkin dijadikan ciri yang menentukan kebenaran nu-
buat itu, karena banyak orang didunia ini yang dikaruniai
anak beranak.

Kalau Muhammad pada akhir hayatnya mati dan
dikuburka dianggap sama halnya dengan Musa mati dan
dikuburkan dianggap ciri kebenaran nubuat itu. Inipun
juga tidak dapat diterima untuk dijadikan alasan kesama-
an itu, karena semua orang didunia ini memang mati dan
dikuburkan. Mati dan dikuburkan inipun,sama sekali bu-
kanlah merupakan ciri yang khas.

Nubuat Musa itu memang menunjuk kepada ke-
hadirannya Jesus Kristus, karena itu carilah kesamaan-
kesamaan Musa dengan Jesus Kristus itu dalam hal-hal
yang khas--Unik--luar biasa.

Memang banyak hal kesamaan Jesus dengan Musa,
di dalam hal-hal yang unik dan khusus yang tidak sama
dengan kebanyakan orang lain, misalnya:

* Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki
berumur 2 tahun kebawah dibunuh. Sama halnya de-
ngan gara-gara Jesus lahir, Herodes mengamuk anak
laki-laki yang berumur dua tahun kebawah juga dibu-
nuh. Diseluruh dunia, hanya dua pribadi ini yang be-
nar-benar sama peristiwanya.

* Musa dimasa kanak-kanaknya itu berada diluar dari ta-
nah tumpah darahnya sendiri, yaitu berada di Mesir .
Begitupun juga ada kesamaannya dengan Jesus, bah-
wa dimasa kanak-kanaknya Jesus juga berada dalam
pelarian di tanah Mesir diluar dari tanah tumpah
darahnya sendiri . Tidak semua kanak-kanak mesti
menyingkir ke Mesir masa kanak-kanaknya.

* Musa sewaktu menjalankan karirnya sebagai nabi
utusan Allah mendapat Kuasa Allah yang dikenal de-
ngan sebutan, mukjizat, begitupun juga dengan Jesus
dalam karirnya sebagai Firman yang Hidup, mendapat
Kuasa Allah berupa mukjizat penyembuhan dan
menghidupkan orang mati.

* Musa membebaskan bangsa Israel dari belenggu
perbudakannya bangsa Mesir, dan Jesuspun membe-
baskan bangsa Israel dari belenggu perbudakan dosa.

Maka dengan adanya banyak bukti-bukti yang me-
nunjukkan adanya kesamaan-kesamaan yang unik ini,
dapatlah saya menyimpulkannya dengan keyakinan bah-
wa nubuat yang tersebut dalam Ulangan 18 :15 itu, bu-
kanlah untuk menunjuk kepada kehadirannya Muham-
mad sebagai nabi yang dinubuatkan, tetapi adalah untuk
menunjuk kepada kehadirannya Jesus Kristus sebagai
Juruselamat, Firman yang Hidup.

Meskipun sudah demikian besar kasih Allah, mem-
berikan suatu tanda kebenaran Alkitab sebagai Kitab Ilahi
itu, namun saya tidaklah lantas segera menjadi seorang
Kristen.

Kenapa! ! !

Karena masih ada hal-hal yang belum dapat saya me-
nerima beberapa ajaran Kristen yang menyangkut hal ke-
iman-an terutama saya tidak dapat mengatakan bahwa
Jesus itu Anak Allah. Karena saya sedari kanak-kanak su-
dah diajar dan kemudian saya sendiri sudah mengajar,
bahwa "Allah itu tidak beranak, dan tidak diperanakkan"
(................Iam yalid wa lam yulad ..)

Juga saya tidak menyebut Jesus itu Tuhan. Karena
saya sudah diajar, kemudian saya juga sudah me-
ngajarkan,bahwa "Tidak ada Tuhan kecuali Allah" (La
ilaha illallah).

Saya juga belum dapat memahami makna Allah Tri-
tunggal itu. Karena saya sudah diajar dan juga sudah
mengajar, bahwa "Kafirlah orang yang mengatakan bah-
wa sesungguhnya Allah.itu yang ketiga dari yang tiga".
(Laqad kafaral ladzina qalu innallaha syalisyu
syalaasyaht).

Juga saya tidak dapat menerima suatu pendapat
bahwa Jesus itu memang mati di kayu salib. Kalau Jesus
itu atau Isa Almasih itu seorang nabi pesuruh kekasih Al-
lah, apapun pula oleh orang-orang Kristen dikatakan
"Anak Allah", begitu mudah dan leluasa orang-orang Ya-
hudi melakukan penganiayaan dan menyalibnya hingga
mati, kenapa Allah tidak membelanya, malah membiarkan
kekasihnya atau Anak-Nya itu mati digantung orang
dikayu salib. Kalau saya melihat anak saya sendiri
dianiaya orang, bahkan mau digantung atau disalib itu,
pastilah orang yang menganiaya yang mau menyalibkan
itu, akan saya tubruk habis-habisan untuk membela anak
saya itu, apapun juga yang akan terjadi. Apakah memang
Allah itu serdiri sudah tidak berwibawa terhadap orang-
orang Yahudi. Peristiwa ini waktu itu benar-benar saya ti-
dak atau belum dapat menerimanya.

Untuk mendapatkan penjelasan ini, memang saya
sudah datang kepada beberapa pendeta atau para
penginjil untuk mendapatkan penjelasan, kenapa Jesus
disebut Anak Allah, kenapa Jesus disebut Tuhan. Apa
makha pengertiannya Allah Tritunggal itu. Kenapa Jesus
Anak Allah itu mati disalib oleh orang-orang Yahudi. Juga
masalah dogma Dosa Warisan yang saya anggap hukum
Allah yang tidak adil.

Pada umumnya pendeta-pendeta ini memang mem-
berikan jawaban dan keterangan mengenai masalah ini,
cukup benar, tetapi bagi saya waktu itu belum dapat me-
nerimanya keterangan-keterangan yang diungkapkan
waktu itu secara memuaskan. Hal ini disebabkan perbe-
daan latar belakang yang berbeda, yang begitu jauh,
yang belum pernah ditelaah dimana sebenarnya letak
perbedaan itu,dan mencarikan kesamaan pengertian dida-
lam hal yang berbeda itu. Mencari titik temu kesalah
fahaman pengertian yang berbeda ini perlulah ditelaah.

Hal ini dapat saya misalkan, bahwa kalau saya waktu
itu adalah dimisalkan sebuah Radio penerimanya, dan
pendeta yang dimisalkan Zender pengirimnya. Meskipun
kedua-duanya dalam keadaan baik, tetapi karena berbeda
gelombang penerima dan pengirimnya, maka pesawat
penerimanya tidak dapat menangkap suara siaran pe-
nyiarnya.

Apa yang diuraikan oleh pendeta dan penginjil itu
hanyalah terdengar masuk kuping kiri keluar kuping ka-
nan karena saya tidak dapat memahami persis apa yang
pendeta uraikan itu. Begitupun apa yang saya maksudkan,
pendeta itu sendiri tidak dapat menangkap secara persis
apa yang saya maksudkan, hingga penjelasannya diluar
dari yang saya harapkan. Sekali lagi saya jelaskan, bahwa
hal ini bukanlah disebabkan uraian pendeta itu salah, bu-
kan tidak benar, melainkan karena berbeda cara berpikir
dan cara penguraiannya, menyebabkan saling tidak me-
ngerti maksud masing-masing.

Tetapi saya sama sekali tidak berputus asa.

Saya tetap berkeyakinan, bahwa kalau untuk perta-
ma kalinya Allah sudah menolong saya, memilihkan ke-
benaran bagi saya, tentulah Allah akan tetap bukakan ja-
lan bagi saya, pastilah Allah akan memberikan Roh.
kebenaranNya kepada saya untuk mengerti sepenuhnya
apa yang menjadi batu sandungan saya itu.
Karena itu saya selalu berdoa:

"Tuhan, tolonglah kiranya agar Tuhan sendiri meng-
ungkapkan kebenaran apa yang dimaksudkan perkataan
"Anak Allah" dan sebutan ''Tuhan'' bagi Jesus Kristus.
Begitupun juga saya mohonkan agar Tuhan
mengungkapkan makna pengertian Allah Tritunggal dan
Rahasia Salib bagi Jesus Kristus itu. Kalau Tuhan sudah
berikan pertanda bahwa Alkitab itu adalah benar Kitab Ila-
hi, maka pastilah semua yang menjadi batu sandungan
saya ini akan Tuhan ungkapkan pengertiannya melalui
Alkitab, sebagai Firman Allah yang tidak pernah
berubah dari dahulu hingga sekarang, bahkan selama-
lamanya, sampai pada kesudahan alam."

Memang !!!

Untuk kesekian kalinya Tuhan menolong saya de-
ngan roh kebenaranNya yaitu Rohulkudus yang bekerja
di dalam hati saya.

Sambung ke saksi 3.


From juri@macc.wisc.edu Mon Nov  1 23:17:50 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA29534; Mon, 1 Nov 93 23:17:48 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 01 Nov 93 23:13 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Mon, 01 Nov 93 23:06 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA23974
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Tue, 2 Nov 1993 00:06:08 -0500
Message-Id: 
Date: Tue, 2 Nov 1993 00:00:50 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Kesaksian HA (3)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


(saksi 3).

Bagaimana pertolongan Allah mengungkapkan semua
batu sandungan saya itu, baiklah pada kesempatan ini
akan saya jelaskan seluruhnya sebagai berikut:

1. JESUS DISEBUT ANAK ALLAH

Dalam Injil Yohannes 1: 1 dan 14 dikatakan
demikian:

"Pada mulanya adalah Firman: Firman itu ber-
sama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
Allah". (ayat-1 ) "Firman itu telah menjadi manu-
sia dan diam diantara kita dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh
kasih, karunia dan kebenaran. (ayat :14).

Dalam nats ayat ini terungkaplah bahwa makna
Jesus itu disebut "Anak Allah". ialah dari hal Firman Allah
yang telah menjadi daging dalam kelahiran Jesus Kristus.
Dengan lain perkataan juga Jesus dikatakan "Firman
yang Hidup 'sebagaimana disebutkan da!am 1 Yohanes 1

Jadi jelaslah bahwa Jesus disebut Anak Allah, bu-
kanlah bermakna Allah beranak secara biologis seba-
gaimana sering diartikan orang, bahkan sayapun berpen-
dapat demikian pada mulanya, meiainkan Firman Allah
itu telah dinyatakan didalam kelahiran Jesus orang
Nazaret atau Almasih Isa Ibnu Maryam.

Pengertian nats Alkitab disaksikan kebenarannya oleh
Muhammad sendiri yang mengatakan:

"Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu'-
(Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).
(Hadits Anas bin Malik--Mutiara Hadits halaman 353).

Quran s.An Nisaa 171 mengatakan:

"Innamal Masihu 'Isa bnu Maryam~ Rasululahi wa
Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu..-'

(Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan
Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripada-
Nya)-

Mengenai kata ''Kalimat" atau Firman Allah yang
menjadi jasad Jesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam
bukunya yang berjudul-"Nabi Isa dalam Al-Quran enz"
halaman 109 mengatakan:

"Nabl Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hi-
dup--pen), disebabkan dia adalah penjelmaan dari pada
Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk me-
ngandung Nabi Isa".

Karena itu sekarang saya sama sekali tidak akan ragu
lagi untuk mengatakan bahwa Jesus itu "Anak Allah",
yaitu merupakan Firman Yang Hidup.

Kalau dahulunya saya menyangkal menyebut Jesus
itu "Anak Allah", adalah disebabkan mengartikan "Anak"
disini secara biologis, secara kemanusiawian.

Nats Al-Quran s.Al Ikhlas yang mengatakan: "
..................Dialah Allah Yang Esa ...tidak beranak dan
tidak diperanakkan .." yang sering dikemu-
kakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil
untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak seba-
gaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ''Yesus
Anak Allah''.Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat me-
nerima sepenuhnya mengaminkan sepenuhnya ayat
Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak
pernah mengatakan bahwa "Allah itu punya anak" dalam
pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut-
dengan Istilah "walad".

Adapun Jesus disebut "Anak Allah" adalah dalam
pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup
didalam Jesus Kristus,- bukan dalam pengertian "walad",
melainkan dalam pengertisn "ibn".

Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa ti-
dak ada satu ayatpun dari Al-Quran secara tegas menolak
ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan "Anak Allah"
bagi Jesus Kristus. Yang Al Quran tolak adalah jika Jesus
dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak
secara seksuil biologis kemanusiawian.

2. JESUS DISEBUT "TUHAN"

Kenapa Jesus disebut "Tuhan". Sebagaimana sudah
saya jelaskan terdahulu, bahwa saya sama sekali tidak
sanggup mengatakan "Jesus itu Tuhan", atau mengata-
kan "Tuhan Jesus". Karena sedari kecil saya diajar dan
kemudian saya mengajar bahwa"La ilaha illallah'- (tidak
ada Tuhan kecuali Allah).

Apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia dilahirkan
tidak berbapa? Tidak! Karena Adam juga dilahirkan tidak
berbapa bahkan tidak beribu, Adam tidak pernah disebut
"Tuhan".

Atau, apakah karena Jesus berbuat mukjizat? Inipun
juga tidak. Karena Musa pun juga banyak berbuat mukji-
zat, Musa tidak pernah disebut Tuhan.

Apakah  disebabkan Jesus dapat menyembuhkan
penyakit kusta dan menghidupkan orang mati. Inipun
juga tidak. Karena Elisapun dapat menyembuhkan orang
penyakit kusta ddn menghidupkan orang mati, Elisa tidak
disebut Tuhan.

Atau apakah Jesus disebut Tuhan, karena Dia mikraj
naik ke sorga, Eliapun mikraj naik kesorga, Elia tidak
disebut Tuhan.

Kalau begitu, apa sebabnya Jesus itu disebut Tuhan.

Jesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati
sebagaimana yang telah saya uraikan terdahulu, yaitu ter-
dapat dalam Injil Yohanes 1 :1 dan 14, bahwa Firman
atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran
Jesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1
dikatakan juga, bahwa: Jesus adalah "Firman yang Hi-
dup".

Dalam kata lain sering dipergunakan istilah "Allah te-
lah menjelma jadi manusia".

Kata "menjelma" atau kata dunia apa saja, yang
dikaitkan dengan "Allah", tidak boleh diterjemahkan atau
diartikan secara arti kamus atau arti dunia.

Misalnya: "Allah ada", Manusia juga ada. Kata "ada"
yang dikaitkan dengan Allah, berbeda makna penger-
tiannya dengan kata "ada" yang dikaitkan dengan
manusia.

Ada bagi Allah, berbeda struktur-nya denyan ada
bagi manusia. Ada bagi Allah, adalah karena ada dengan
sendirinya, zat wajibal wujud, tetapi ada bagi manusia
adalah karena diadakan--diciptakan.

Begitupun juga halnya dengan kata "menjelma" bagi
Allah, tidak boleh diterjemahkan--diartikan--secara ka-
mus bahasa dunia.

Menurut kamus bahasa dunia, kalau kucing menjel-
ma jadi gajah, bermakna kucingnya hilang, yang ada ha-
nya gajah. Kalau batu menjelma menjadi emas, maka
batu sudah tidak ada, yang ada hanyalah emas.

Semuanya ini adalah pengertian "menjelma" menu-
rut kamus bahasa dunia yang berlaku. Tetapi kata"men-
jelma" yang dikaitkan dengan Allah, tidaklah demikian
pengertiannya. Menjelma yang dikaitkan kepada Allah ti-
dak membawa perubahan, karena Allah itu tidak berubah
(Malaekhi 3: 6).
Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Al-
lah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Penda-
pat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak
berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka A!lah tetap
ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata "menjelma" kita
pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang
diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap ti-
dak diartikan secara karnus bahasa dunia, bahasa sehari-
hari.

Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah
menyatakan dirinya,; menyatakan wujudnya, mewah--
yukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang
nampak itu, dalam hal ini didalam Jesus Kristus.
Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Jesus.

"bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa". (Yoh.
10: 38b)

"Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30)

"Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat
Bapa". (Yoharies 14: 9b).

Rasul Paulus mengatakan :

"Sebab dalam Dialah (Jesus, penl, berdiam secara
jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an." (Kolose
2:9).

Nats kedua yang menyatakan bahwa Jesus itu ''Tu-
han'', dapat kita baca dalam Matius 28:18, Jesus berka-
ta: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan
di bumi.''

Rasul Paulus mengatakan:

"Dialah (Jesus, pen), kepala semua pemerintah dan
penguasa." (Kolose 2:10).

Makna perkataan atau istilah "Tuhan", dalam bahasa
aslinya Yunani adalah: Kyrios. Bahasa Ibrani: Yehova.
Bahasa Inggeris Lord, Bahasa Arab, Rabb, yang kese-
muanya itu bermakna ''penguasa''

Allahu Rabbul 'alamin, artinya: Allah Penguasa (Tu-
han) semesta alam.
" ...innallaha ja'ala Yasu'a hadza'lladzi shalabtumuhu
antum Rabba wa Masichan".....sesungguhnya Al-
lah telah menjadikan Jesus yang kamu salibkan itu Tuhan
dan Kristus". (A'malul-Rasuli--Kis. 2:36).
Disini jelas ada perbedaan antara istilah ''ALLAH'' dan is-
tilah "TUHAN". Allah dan Tuhan memang satu. Tidak
ada sesuatu apapun yang disebut Tuhan, kecuali hanya
Allah. Namun kedua macam sebutan itu berbeda.

ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan E'loah atau El'ohim
bahasa Grika: Theo. Bahasa Inggris: God, Bahasa
Arab: Allah.

Merupakan wujud pribadi atau Oknum alkhalik,
pencipta semesta alam.

TUHAN dalambahasalbrani : Yahova bahasa Grika
dikatakan Kyrios. Bahasa Inggeris; Lord. Bahasa
Arab: Rabb. Bahasa Indonesia: Tuhan. Bermakna
: Penguasa merupakan fungsionil Allah, kewiba-
waan Allah.

Ke-Tuhan-an Allah, atau kewibawaan Allah, dalam Kris-
tologi ada tiga, yaitu: 1) Mencipta, (2) Berfirman, dan
(3). Membimbing, memberi taufik dan hidayaht.

Ke-Tuhan-an Allah berfirman, dan ke-Tuhan-En Allah
membimbing ada di dalam Jesus Kristus pribadi. Dan itu-
lah sebabr ya Jesus dikatakan "Firman yang Hidup" dan
"Juruselamat".

Jesus sebagai Firman yang Hidup melaksanakan ke-
Tuhan-an Allah berfirman dan penyelamat, dan itulah
pula sebabnya Jesus dijadikan "Tuhan' oleh Allah.(Kis.
2:36, Kolose 2 :10).
  Alkitab mengatakan: " ..dilimpahkan kuasa se-
luruhnya baik yang dibumi maupun yang disorga kepada
Jesus." (bacalah lengkapnya Matius 28:18)!

Tuhan Jesus, bermakna bahwa Jesus penguasa,
yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna, Jesus
Juruselamat kita semua, Firman yang Hidup.

Jesus memperingatkan:

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku." (Yohanes 14:6).

Patut dicatat, bahwa yang menjadi batu sandungan
saya tidak dapat menyebut Jesus itu Tuhan, adalah kare-
na saya sudah diajar dan mengajar, bahwa: "La ilaha
illallah" (Tidak ada Tuhan, kecuali Allah).

Terjemahan ini kurang tepat. Tepatnya terjemahan
makna: "La ilaha illallah" itu, ialah: 'Tidak ada ilah ke-
cuali Allah". Jika demikian, maka sama sekali tidak ber-
tentangan dengan Alkitab. Karena dalam Keluaran 20: 3
dikatakan demikian: Jangan ada padamu Allah (ilah)
lain dihadapanKu".
Karena itu dapat saya tegaskan bahwa ke Tuhan-an
Jesus itu  tersimpul dalam kesaksian Muhammad yang
mengatakan 'Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu':
(Jesus itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).

3. TAUHID KRISTIANI

Tauhid Kristiani, istilah ini memang terasa asing
kedengarannya, karena memang jarang dipergunakan da-
lam istilah-istilah Theologia Kristen.

Tauhid Kristiani, bermakna ajaran Kristen untuk
mengenal pengertian ke-Esa-an Allah Tritunggal.

Ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal yang menjadi iman
Kristen ini sering diperdebatkan orang, yang pada
umumnya masih kurang difahami oleh saudara-saudara
kita yang berlatar belakang pendidikan Islam.

Allah Yang Maha-Esa
-------------------

Setiap orang Muslim, berkeyakinan akan adanya
Allah Yang Maha Esa, yang dikenal dalam Ilmu Tauhid Is-
lam adalah merupakan masalah yang tidak mungkin da-
pat dirobah, apapun pula untuk dihapuskan.

Sementara itu, dalam kepercayaan Agama Kristen,
juga mempunyai keyakinan yang sama. Ucapan orang-
orang Kristen selalu mengatakan adanya ke-Tuhanan
Yang Maha-Esa, atau Allah Yang Maha Esa.

Timbul pertanyaan, apakah pandangan Islam dan
Kristen mengenai pengertian Ke-Maha-Esa-an Allah ini
memang sama?

Ya, memang sama.

Dalam ajaran Agama Islam, ke-Esa-an Allah ini
dijelaskan dalam Quran antara lain Q.S. Al Ikhlas 1, Qs.AI
Baqarah 163, QS. Almaidah 73 b, dan lain-lain.

Sementara itu juga dalam Alkitab diuraikan tentang
ke Maha-Esa-an Allah ini, antara lain:

Yesaya 45:5 Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain,
kecuali Aku tidak ada Allah".

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bah-
wa mereka mengenal Engkau, satu-
satunya Allah yang benar, dan me-
ngenal Jesus Kristus yang telah Eng-
kau utus".

1 Kor 8:4b.........dan tidak ada Allah lain dari-
pada Allah Yang Esa".
1 Kor 8:6  ".......bagi kita hanya ada satu Allah
saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya bera-
sal segala sesuatu yang untuk Dia kita hidup........"

Melihat kepada kenyataan nats Alkitab ini, maka saya
sarma sekaii tidak bimbang lagi, bahwa pendirian saya
atau keyakinan saya sendiri dahulu sebagai Muslim, dan
sekarang ini sebagai seorang Kristen, sama sekali tidak
membawa perubahan-perubahan sedikitpun tentang
Tauhid ke-Esa-an Allah itu . Dengan lain perkataan, bah-
wa meskipun saya dewasa ini menyatakan diri pribadi
saya sebagai orang Kristen, namun tidaklah berarti telah
meninggalkan ajaran Tauhid atau menolak kebenaran ke-
Maha-Esaan Allah itu, malah saya merasakan lebih me-
murnikan

Jadi dapat saya yakinkan bahwa tidaklah benar duga-
dugaan orang bahwa agama Kristen itu adalah memper-
kosa ajaran Tauhid, menolak ke-Maha Esa-an Allah. Ma-
lah saya dapat meyakinkan, bahwa ajaran Kristen itu,
sunguh-sungguh memurnikan pengajaran Tauhid ke-
Maha-Esa-an Allah.

Tauhid Kristiani sungguh murni dan terunggul.

Masalah ini dapat kita uji. Dan silahkan memperhati-
kan uraian Masalah syirk dibawah ini.

Masalah Syirk
-------------

Dalam ajaran Islam, masalah syirk adalah merupakan
hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, agar penga-
kuan ke Maha Esa-an Allah itu tidak bercacat. Demikian
pun juga dalam ajaran Kristiani Masalah ini perlu diper-
hatikan.

Syirk, dalam ajaran Islam adalah merupakan dosa
yang tidak terampunkan. Sebab itulah mengenai masalah
Syirk ini sangat menjadi perhatian saya yang sungguh da-
lam usaha perbandingan agama ini, selalu saya telaah de-
ngan seksama, apakah dalam ajaran Kristen itu sendiri
terdapat unsur syirk ini.-

Mula pertama saya menemukan satu nats Alkitab
yang berbunyi: "Jangan ada padamu Allah (ilah) lain
dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang
menyerupai apapun ..Jangan sujud menyem-
bah kepadanya atau beribadah kepadanya."
(Keluaran 20:3-5)

Dalam Surat 1 Yohanes 5:21 memperingatkan
"Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala."

Mengenai masalah berhala ini haruslah ditetapkan
bagaimana sesuatu benda itu disebut "berhala" Sebab
bukan setiap patung dikatakan berhala, Semua benda-
benda itu akan menjadi berhala atau sudah diberhalakan,
jika terhadapnya orang melakukan sesuatu ibadah, bersu-
jud serta menggantungkan harap berdoa kepadanya.

Termasuk syirk-lah juga hukumnya, yang mempe-
rcayai adanya ilmu-ilmu ghaib dukun-dukun peramal na-
sib, penenung-penenung dengan pelbagai cara/sarana
mantera dengan alat-alat kemenyan dan pedupaan seba-
gai sarana pemanggil atau pengantar roh-roh orang mati.

Alkit,ab dengan tegas sekali memperingatkan, agar
kita jangan melibatkan diri, melainkan hendaklah men-
jauhinya dari ilmu pedukunan ini, seperti yang tersurat
dalam Kitab Ulangan 18: 10-13 yang bunyinya demikian:

"Diantaramu janganlah didapati seorangpun yang
mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempu-
an sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang
menjadi petenung, seorang peramal, seorang pene-
laah, seorang penyihir, seorang pemantera ataupun
seorang yang be tanya kepada arwah atau kepada
roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada
orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-
hal ini adahh kekejian bagi Tuhan, dan oleh karens
kekejian inilah Tuhan Allahmu menghalau mereka
dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan ti-
dak tercela dihadapan Tuhan Allahmu".
(Ulangan 18:10-13)

Mengenai masalah syirk ini dapat saya simpu!kan,

bahwa:

1. Agama Kristen mutlak mengakui bahwa Allah itu Esa.
Hanya kepada Allah yang Esa itulah saja setiap orang
wajib menyembah dan berbakti. Berbuat lain daripada
itu adalah dosa yang berat.(Baca: Lukas 4:8, Matius
4:10, Ulangan 6:13, Yosua 24:14-15, dan lain-lain.

2. Dalam merealisasi ke-Esa-an Allah ini, ajaran Tauhid
Kristiani, tidak membenarkan adanya ilah-ilah lain
dihadirat Allah berupa apapun juga, seperti patung-
patung ukiran dalam segala bentuk, berhala-berhala
berupa bangunan atau batu-batu buatan manusia atau
pun alamiyah, meskipun dengan sebutan ka'bah bai-
tullah sekalipun, baik berwarna putih, merah ataupun
hitam, tidaklah dibenarkan untuk bersembah sujud di-
hadapan atau dibawahnya sebagai suatu ibadah ke-
baktian. (Bacalah: Keluaran 20:3-5).
3. Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, ia akan
menjauhkan diri dari berbuat atau mempercayai ra-
malan-ramalan atau mantera-mantera para dukun, ji-
mat-jimat, meskipun terbuat dari Kitab Suci apa saja,
pembakaran dupa dan kemenyan sebagai pemanggil
dan penolak roh-roh yang mati dan lain-lain. Ia
haruslah bebas dari ketakutan pengaruh tahyul, roh-
roh kegelapan. (Bacalah: Ulangan 18:10-13).

4. Seorang Kristen Alkitabiyah tidak usah takut, bahkan
tidak akan khawatir dengan pengaruhnya roh-roh ja-
hat atau sesuatu yang dapat ditafsirkan sebagai keku-
atann-kekuatan ghaib, kuasa gelap. Dalam banyak hal
Alkitab telah menyatakan bahwa kuasa Kristus me-
nundukan  semua daya roh-roh jahat dan takluk
kepadanya maka sudah seharusnya juga roh-roh jahat
itu takluk kepada orang-orang Kristen pengikut Kris-
tus (Bacalah: Yohanes 14: 12, Markus 16:17, dan
lain-lain) .

5. Orang-orang Kristen tidak akan memandang benda-
benda tertentu, misalnya batu cincin, keris, jimat dan
lain-lain sejenisnya seolah-olah memiliki ke-ampuhan
ghaib istimewa. Keampuhan istimewa bagi ajaran
Kristen hanyalah Roh Allah:yaitu Rohulkudus (Baca:
Roma 14:17-18 dan lain-lain.).

6. Baik ketakutan, rasa-gelisah, rasa kuatir, maupun
keperluan-keperluan hidup lainnya, bagi setiap orang
Kristen, adalah suatu hal yang yang perlu dibawa
kehadirat Allah dengan doa, karena hanyalah Dia saja
yang dapat memahami keperluan-keperluan kita yang
sebenarnya dan dapat memenuhi Doa kita. (Maz. 5:3,
Mat 6:25-34; Mat 7:7-8).

Bukan kepada kubur-kubur keramat, bahkan juga ti-
dak kepada kubur-kubur para nabi sekalipun.

Akhirnya dengan sadar, dapatlah saya meyakini dan
percayalah, bahwa inilah Tauhid Kristiani..Tauhid yang
terunggul dan termurni.

Bersambung ke saksi (4).


From juri@macc.wisc.edu Tue Nov  2 22:55:41 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA00705; Tue, 2 Nov 93 22:55:39 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 02 Nov 93 22:52 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Tue, 02 Nov 93 22:52 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA25734
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Tue, 2 Nov 1993 23:51:47 -0500
Message-Id: 
Date: Tue, 2 Nov 1993 23:47:39 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian HA (4)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


4. ALLAH TRITUNGGAL MAHA ESA

Sebelum saya menerima pertobatan dalam Jesus
Kristus memang masalah doktrin Tritunggal ini menjadi
sandungan. Bahkan menjadi sandungan banyak orang.
Halnya adalah hanya disebabkan salah mengerti mema-
hami ajaran iman Kristiani ini.

Ajaran dan kebenarannya pengertian "Allah Tritung-
gal" itu telah saya ketemukan, yang sama sekali tidaklah
memperkosa makna Tauhid ke-Esa-an Allah itu sendiri.

Quran s.AI Maidah 73 yang mengatakan: "Se-
sungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bah-
wasanya Allah yang ketiga, dari tiga."(teks aslinya:
Laqad kafaral ladzina qaalu innal laha syalisyu syalaasyht
..........."
Juga Quran s.An Nissa 171c mengatakan:

"Janganlah kamu katakan Allah itu Tiga" (wa la taqulu
syalasyht).

Ayat-ayat Quran ini sering dikemukakan oleh sauda-
ra-saudara kita yang beragama Islam, termasuk saya sen-
diri waktu dulu, sebagai dalil untuk menolak faham Tri-
tunggal yang dianut oleh iman orang-orang Kristen.

Ayat-ayat Quran ini jelas menolak faham Tritheisme
(ke-Tiga Allah-an) dan bukanlah menolak faham-Allah Tri-
tunggal (Trinitas) ajaran imannya orang-orang Kristen.

Bagi orang Kristen ayat Quran ini sangat dihargai ka-
rena ajaran Kristen juga menentang setiap faham dalam
bentuk Polytheisme dalam mana termasuk faham Tri-
theisme ini, yaitu faham ke-rlga Allah-an. Disamping itu,
ajaran Kristen juga menentang faham-faham Atheisme
Pantheisme.

Alkitab telah menggariskan kepercayaan kepada Al-
lah itu demikian: "Shema Israel! Dengarlah olehmu
hai Israel; sesunggunnya Tuhan, Allah kita. Tuhan
itu Esa adanya."            Ulangan 6:4

Dalam Kitab Yesaya 45:5 dikatakan: "Akulah Tu-
han dan tidak ada yang lain. Kecuali Aku tidak ada
Allah."

Dalam Injil Yohanes 17:3 dikatakan: "Inilah hidup
yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenai Eng-
kau satu-satunya Allah yang Benar, dan mengenal
Jesus Kristus yang telah Engkau utus."

Tidak ada kemungkinan barang sedikitpun, bahwa
pengakuan Allah Tritunggal itu, berlawanan dengan ke-
Maha Esa-an Allah Yang Maha Esa itu, bukanlah berarti
Tiga Allah bersatu dalam satu kesatuan, sebagaimana se-
ring ditafsirkan orang.

Rumus Allah Tritunggal sering dituliskan orang de-
ngan angka: 1 = 3, 3 = 1, bermakna sebagai berikut:

1 = 3, yaitu SATU zat Allah, didalam TIGA Qudrat
Kuasa Allah, (Tiga Qudrat Kuasa Allah itu, ialah:
(1 ) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3) Bertindak,
(Menolong, membimbing, memberi taufik, dan
hidayah). Mencipta, dengan kata lain disebut
''Bapa''. Berfirman, dengan kata lain disebut
"Anak".  Membimbing, dengan kata lain disebut
"Rohulkudus".

3= 1, yaitu TIGA oknum Ilahi (Bapa, Anak dan
Rohulkudus), adalah SATU wujud zat Allah
Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

Uraian lebih lanjut yang dimaksudkan Allah Tritung-
gal itu dapat dijelaskan lagi sebagai berikut:

(1) ALLAH alkhalik, dengan kata lain disebut "Bapa" ada-
lah sebagai pencipta semesta alam, (sebanding de-
ngan kata sifat "Qadirun = Berkuasa" dalam ajaran Is-
lam).

(2) FIRMAN, dengan Kata lain disebut "Anak" yang telah
jadi jasad manusia dalam kelahiran Jesus, sebagai Fir-
man yang hidup, untuk menyampaikan hukum-hu-
kum Allah, kehendak-kehendak Allah, menyatakan
janji-janji Allah, dan lain-lain kepada umat manusia,
berbicara dalam bahasa manusia. (Sebanding dengan
sifat "Muridun = Berkehendak" dalam ajaran llmu
Tauhid Islam).

(3) ROH ALLAH, dengan kata lain disebut "Rohulkudus",
yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan
bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang perca-
ya dan bertakwa kepadaNya. (Sebanding dengan sifat
: "Hawun = Hidup" dalam ajaran Islam).

Ketiga unsur diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan
Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai ok-
num (sebanding dengan istilah "Sifat" dalam ajaran Is-
lam) adalah Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak
terpisahkan satu sama lainnya, sama kuasanya sama
kekalnya tidak ada yang terdahulu atau terkemudian
diantara satu dengan yang lain.

Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucap--
kan dalam sepatah kata, yaitu: "ALLAH".
Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan:
"Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi (Dengan nama
Bapa dan Anak dan Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi
= Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca ringkas: "Bis-
millah'. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tri-
tunggal-an iman Kristiani.

Dengan susunan kalimat bentuk lain masih dapat
dijelaskan lagi sebagai berikut:

1. ALLAH disebut"Bapa", adalah dalam aktivitasNya
sebagai alkhalik, pencipta semesta alam,
Maha Kuasa. (Qadirun = Berkuasa).

2. ALLAH itu juga, disebut "Anak" atau dengan kata
lain disebut "Firman" (Yoh. 1:14), atau "Fir-
man yang Hidup" (1 Yoh. 1:1), adalah dalam
aktivitasNya sebagai pemberi amaran/perin-
tah menetapkan huku, menyatakan kehendak, menya-
takan janji-janji Allah kepada umat manusia.
Anak atau Firman ini telah menjadi daging dalam 
rupa manusia, yaitu kelahirannya Jesus Kristus (muridun=
berkehendak).

3. ALLAH yang itu juga, bukan Allah yang lain lagi,
dikatakan "Rohulkudus" atau Roh kebenaran,
adalah dalam aktivitasnya sebagai pemberi
Taufik dan Hidayaht, memimpin rohani o-
rang-orang Kristen membawa kepada kebe-
naran, hidup yang kekal (Hayyun = Hidup).

Sebab itu dengan penyebutan "Allah Bapa" atau "Al-
lah Anak", ataupun "Allah Rohulkudus", tidaklah sama
sekali menunjuk kepada makna jumlah banyaknya tiga
Allah, meskipun terjadi tiga kali disebut nama Allah, na
mun Allah itu adalah tetap hanya Esa, tidak lebih.

Penyebutan yang berbeda, hanyalah sekedar menun-
jukkan adanya perbedaan aktivitas, yaitu:

a. disebut "Bapa" atau "Allah Bapa" adalah sebagai
alkhalik, pencipta semesta alam, yang Maha Kuasa
(Qadirun) .

b. disebut "Anak" atau "Allah Anak" adalah sebagai Fir-
man yang hidup, berbicara kepada manusia dalam ba-
hasa manusia (Muridun).

c. disebut "Rohulkudus" adalah sebagai pemberi Taufik
dan Hidayaht, pembimbing rohani umat manusia yang
percaya, hidup dalam Roh Kebenaran (Hayyun).

Jadi jelaslah kiranya, bahwa ke-Maha-Esa-an Allah
Tritunggal didalam iman Kristen, sama sekali tidaklah
berarti memperkosa ajaran Tauhid, dan tidaklah juga
diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari beberapa
Allah atau beberapa Tuhan, seperti sering disalah taf--
sirkan orang.

Al-Quran sama sekali tidak menentang atau menolak
akan pengertian Allah Tritunggal iman Kristen ini.
Yang ditolak oleh Quran seperti yang disebut dalam Qs.
Al-Maidah 73 itu, ataupun Qs. An Nisaa 171, adalah fa-
ham ke-Tiga Allahan atau Tritheisme. Ajaran Kristenpun
menolak faham Tritheisme atau ke-Tiga Allah-an ini.

Sebab itu yakinlah bahwa tidak ada satu ayatpun
Quran menentang "Allah Tritunggal" iman Kristen ini.

5. KEMATIAN DAN KEBANGKITAN
JESUS KRISTUS

Quran s.An Nisa 157 mengatakan:

"-dan karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami te-
lah membunuh Almasih Isa anak Maryam seorang Ra-
sul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan ti-
dak menyalibnya, melainkan orang yang diserupakan
dengan dia. Sesungguhnya orang-orang yang berse-
lisih faham tentang (pembunuhan) Isa itu benar-benar
dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu."

Nats Quran ini, dipergunakan pada umumnya oleh
para mubaligh Islam termasuk saya sendiri waktu dulu
dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam
untuk menolak kebenarannya Jesus Kristus itu mati di
kayu salib.

Saya waktu itu berpendapat, bahwa tidak mungkin
seorang kekasih Allah yang menjadi rasul-Nya itu, Allah
sendiri- 'tidak memberikan perlindungan barang
sedikitpun, malah membiarkan Isa Almasih (Jesus
Kristus) itu mati diatas kayu salib. Apapun pula seperti
yang dikatakan orang-orang Kristen itu, bahwa Jesus itu
adalah Anak Allah, tidak mungkin kalau Allah Bapa, tidak
memberikan perlindungan barang sedikitpun.

Setelah saya meyakini bahwa Alkitab itu ditunjang
kebenarannya oleh Al-Quran sebagaimana saya-telah
diilhami dengan ayatnya Qs. Al Maidah 68 dan lain-lain
itu, maka masalah "Kematian Jesus dikayu salib" ini, per-
lu saya tinjau kembali, diselidiki secara jujur, baik dari apa
yang ditulis dalam Quran itu, maupun apa yang
diwartakan dalam Alkitab,

Maka akhirnya dapatlah saya menarik suatu kesim-
pulan yang meyakinkan sebagai berikut:

1. Menurut Quran tersebut, ternyatalah bahwa memang
telah terjadi peristiwa "seseorang telah disalib dan
mati' tetapi tidak dipastikan siapa yang mati itu.

Quran menyangkal bahwa yang mati itu adalah Isa Al-
masih, atau Jesus Kristus. Ada yang mengatakan bah-
wa yang disalib dan mati itu, adalah Yahuza atau Yu-
das.

2. Menurut Quran itu juga dikatakan bahwa ada orang-
orang memang mengatakan dengan yakin. bahwa
sesungguhnya mereka telah "membunuh Jesus" itu.

Sekarang saya harus mencari keterangan yang
meyakinkan, siapakah sebenarnya yang disalib dan mati
itu, Jesus atau orang lain.

Untuk mendapatkan keterangan ini, kita haruslah
mencari bukti suatu dokumentasi sejarah yang objektip.
Hal ini adalah Alkitab, merupakan dokumentasi yang ter-
buka yang dapat menjadi bahan informasi.

Cerita mengenai kematian Jesus di kayu salib itu,
terdapat dalam empat Injil yang masing-masing ditulis
oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kesaksian dari
4 penulis Injil ini adalah merupakan kesaksian mata yang
mereka lihat dan alami sendiri. Kalau kita berpijak kepada
ketentuan hukum bahwa kesaksian 2 atau 3 orang yang
melihat sendiri dalam sesuatu peristiwa, sudah cukup
bahwa sesuatunya itu diteguhkan sebagai hal yang benar
secara hukum. (Ulangan 17: 6--7). Sebab itu kesaksian
dari 4 penulis Injil ini yang mereka masing-masing meli-
hat sendiri tentang benarnya terjadi itu peristiwa Jesus
disalib dan mati, adalah merupakan kesaksian yang benar
dan syah serta meyakinkan kebenarannya dapat
dipercaya, dibandingkan dengan kesaksian Al-Quran atau
Muhammad yang ditulis sesudah enam abad kemudian
dengan hanya merupakan dugaan-dugaan yang tidak
meyakinkan, karena memang tidak menyaksikan sendiri.

Kesaksian yang lain dapat juga ditambahkan, bahwa
waktu Jesus dinyatakan mati oleh kepala pasukan, maka
Yusuf Arimatea datang kepada Pontius Pilatus untuk me-
minta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu
dikabulkan (Markus 15:41-46). Seandainya yang ditu--
runkan dari Salib itu bukan Jesus, pastilah Yusuf
Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan keti-
dak benarannya itu.

Bukti lain lagi, adalah orang-orang Yahudi meminta
kepada Pontius agar kuburan Jesus dijaga. Permintaan
inipun dikabulkan. Seandainya yang dikuburkan itu bu-
kan Jesus, tidaklah mungkin orang-orang Yahudi itu
menjagai kuburanNya-itu. Hal ini terjadi, karena Jesus
pernah mengatakan bahwa pada hari ketiga Ia akan bang-
kit hidup kembali diantara orang mati.

Bukti lain lagi, bahwa jika sekiranya yang disalib itu
bukan Jesus, tidaklah mungkin Ia dapat mengeluarkan
kata-kata yang penuh kasih sebagai aslinya tabiat Jesus,
misalnya: "Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak
tahu apa yang mereka perbuat dan kalimat: "Sudah Ge-
nap" (Tetelestai). Ini semua membuktikan bahwa yang
mati tersalib itu tidaklah lain daripada Jesus Kristus sen-
diri.

Dengan demikian, maka sampailah saya kepada ke-
simpulan yang meyakinkan bahwa "yang disalib dan 
mati" seperti yang diwartakan dalam Quran s. An Nisaa
157, tidaklah diragukan lagi, ialah Jesus-sendiri, bukan
orang lain, bukan Jahuza, juga bukan Yudas. Karena ke-
saksian mata dari 4 penulis Injil itu adalah cukup meya-
kinkan, syah dan benar.

Bersambung ke saksi (5).


From juri@macc.wisc.edu Wed Nov  3 21:38:55 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA01537; Wed, 3 Nov 93 21:38:54 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Wed, 03 Nov 93 21:35 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Wed, 03 Nov 93 21:34 CDT
Received: from unixd1.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA19770
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Wed, 3 Nov 1993 22:34:20 -0500
Message-Id: 
Date: Wed, 3 Nov 1993 22:29:56 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian HA (5)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


Saksi (5)

Kebangkitan Jesus diantara orang mati
-------------------------------------
Mengenai peristiwa kebangkitan Jesus dari kemati-
an-Nya, Al Quran tidak pernah menyangkal.

Menurut Qur'an, Muhammad menerima wahyu ten-
tang ucapan Jesus demikian:

"Selamatlah diriku ketika dilahirkan dan ketika mati dan ketika
berbangkit kembali hidup." Q.s. Maryam 33).
Teks aslinya. 'Wassalamu'ala yauma walidtu wayauma
amutu wa yauma ub'asyu hayya."

Dengan kata "ub'asyu hawa" (bangkit hidup kem-
bali) adalah merupakan kehidupan yang real--nyata--
sesudah mengalami kematian (amutu) yang real --
nyata --pula.

Dengan nats ini dapatlah meyakinkan saya, bahwa
Jesus memang telah mengalami kematian yang real--
nyata--meskipun kematiannya disangkal di kayu salib
dan bangkit hidup kembali, (ub'asyu hawa).

Jesus hidup kembali pada hari ketiga diantara orang
mati secara real--nyata--kebangkitan badani yang su-
dah dipermuliakan (Filipi 3:21), yang dapat dilihat dan di
jamah.

Kematian Jesus sama sekali tidak ada artinya, jika ti-
dak berkelanjutan dengan Kebangkitan Hidup Kembali
diantara orang mati.

Sekiranya Jesus yang disalibkan itu mati dan terus
mati memang adalah akan merupakan satu pukulan yang
hebat bagi iman Kristen, karena Tuhan-nya telah mati.
Dan pastilah agama Kristen tidak akan dapat berdiri te-
guh sampai saat ini, karena memang sudah tidak ada ha-
rapan apa yang dapat diharapkan bagi keselamatan para
pengikutnya di alam sorgawi.

Kalau Jesus itu mati dan terus mati, dan seka-
rangpun ada kuburannya untuk apa iman orang Kristen
berTuhan-kan orang mati. Untuk apa orang Kristen
dibaptiskan atas nama orang mati. Untuk apa orang Kris-
ten meminta syafaat kepada orang mati. Dan malah tidak
masuk akal, kalau sekarang orang-orang Kristen, menja-
dikan orang mati menjadi juruselamatnya, sedangkan
simati sendiri tidak selamat, dia didalam kubur.

Tetapi karena kasih Allah, bahwa Jesus disalibkan
bukan mati untuk mati, melainkan mati untuk hidup kem-
bali, dan memang hidup selama-lamanya kekal hingga
pada kesudahan alam.

Kebangkitan Jesus, Hidup kembali diantara orang
mati, bukanlah dalam khayalan, tetapi memang dalam ke-
nyataan yang dapat dilihat dan disaksikan oleh banyak
orang.

Kematian dan kebangkitan Jesus, adalah merupakan
inti dari kesaksian iman Gereja sedunia. Kita sekarang
memiliki iman yang penuh pengharapan. Kita mempu-
nyai Juruselamat yang hidup selama-lamanya hingga
pada kesudahan alam. Kita memiliki iman yang berdasar-
kan kasih. Kita sudah menjadi waris penerima janji-janji
Allah bersama-sama dengan Kristus. Menderita bersama,
juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8 : 17).

Karena itu yakinlah, bahwa kita sebagai pengikut
Kristus akan dibangkitkan dari segala jenis kematian:

= Kita akan dibangkitkan dari kematian bahagia rumah
tangga.

= Kita akan dibangkitkan dari kematian rezeki nafkah hi-
dup dari hari ke hari.

= Kita akan dibangkitkan dari kematian hati yang lemah
dan rusuh.

Kita akan dibangkitkan dari kematian iman yang sudah
suam.
= Kita akan dibangkitkan dari kematian kasih.

= Kita akan dibangkitkan dari kematian segala rupa hal
ihwal yang mencekam jiwa, dari segala kekuatiran, dari
segala penderitaan hidup, segala penderitaan sakit
penyakit, dan lain-lain.

Makna Salib Kristus bagi kita.
-----------------------------
Rasul Petrus menuliskan ilhamnya sebagai berikut:

"Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena
sadar akan kehendak Allah menanggung pende-
ritaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah
disebut pujian, jika kamu menderita pukul karena
kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik
dan karena itu kamu harus menderita, maka itu ada-
lah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu
dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk
kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, su-
paya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat
dosa, dan tidak ada tipu dalam mulutNya. Ketika la
dicaci-maki. Ia tidak membalas dengan mencaci-
maki; ketika ia menderita. Ia tidak mengancam, teta-
pi Ia menyerahkan kepada Dia yang menghakimi de-
ngan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita didalam
tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati
terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bi-
lur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu se-
sat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kem-
bali kepada gembala pemelihara jiwamu." (1 Petrus
2: 12 - 25).

Salib yang dihubungkan dengan pribadi Jesus, ada-
lah merupakan puncak kesengsaraan-Nya.

Mati di kayu salib, bukanlah hal yang diidam-
idamkan, meskipun hal itu sesuai dengan takdir rencana
Allah. Karena masalah sengsara Jesus ini sudah dinu-
buatkan dalam Kitab Nabi Yesaya 53:1-12. Dan Jesus
sendiri telah menginsyafi bahwa nubuat itu akan terge-
napi diatas pribadinya sebagai Hamba Allah yang dimak-
sudkan oleh nubuatan itu.

Itulah sebabnya Jesus mengatakan disaat meng--
hadapi saat sengsara ini, kepada seseorang yang me-
nyertai Jesus yang bersikap untuk mengadakan perla-
wanan, Ia berkata: "Masukkan pedang itu kembali
kedalam sarungnya, sebab barang siapa mengguna-
kan pedang akan binasa oleh pedang. Atau kau
sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada
Bapaku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua be-
las pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu,
bagaimana akan digenapi yang tertulis dalam Kitab
Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demiki-
an?" (Matius 26:52-54).

Jesus dihukum salib oleh penguasa--Imam--Ya-
hudi, bukanlah disebabkan Dia melakukan sesuatu Keja-
hatan berbuat dosa melanggar Hukum Taurat. Dia
dihukum oleh penguasa-penguasa imam Yahudi, karena
pengajaranNya menyelamatkan umat manusia dari kuasa
dosa, juga karena Ia menyungguhkan (claim) diri-Nya Anak Al-
lah, Mesias, Tuhan Juruselamat.

Dari keterangan diatas maka dapatlah disimpulkan
bahwa lambang salib, adalah mengingatkan kepada kita
setiap penganut Kristen, bahwa Jesus menderita dan te-
lah menjadi korban mati sengsara- di kayu salib, karena
da'wah-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari pe-
nguasa dosa, agar kita mendapatkan hak hidup yang ke-
kal di alam sorgawi.

Jesus naik ke sorga (mikraj)
---------------------------
Kenaikan Jesus ke sorga (mikraj) disaksikan oleh
kesebelas murid-muridNya diluar kota dekat Betani.
(Lukas 24: 50)
Mengenai peristiwa kenaikan Jesus ke sorga (mi-
kraj) ini tidak ada sanggahan Quran, malah ditunjang de-
ngan adanya ayat Quran s.Ali Imran 55 yang antara lain
mengatakan:

'Idz qalallahu ya 'Isa inni mutawaffika wa rafi'uka..''

(Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan
engkau, dan mengangkat engkau kepadaku ......)

Dalam peristiwa kenaikan Jesus ke sorga ini ada dua ma-
salah yang perlu kita catat:

1. Amanat Jesus kepada murid-muridNya, bahwa juga
kepada kita sekalian yang menjadi pengikut-pengikut
Kristus dewasa ini, yaitu :
a. Pergilah ke segenap penjuru dunia ini, beritakan
Injil Keselamatan, menjadikan semua orang jadi
murid Jesus;

b. Membaptiskan mereka atas nama Allah Tritunggal:
Bapa dan Anak dan Rohulkudus.

c. Mengajar mereka dengan apa yang diajarkan
Jesus, yaitu Kristus khususnya, dan Alkitab pada
umumnya.

2. Janji Jesus, akan momberikan Kuasa Rohulkudus ke-
pada murid-muridNya, yang juga berarti kepada kita
sekalian yang menjadi murid-muridNya atau pengikut-
pengikut Kristus dewasa ini, untuk bersaksi bagi ke-
kebenaran Jesus Anak Allah, firman Yang Hidup, dan
menyertai kita sekalian untuk selama-lamanYa, hingga
pada kesudahan alam.


Kedatangan Jesus untuk kedua kalinya.
-----------------------------------
Kedatangan Jesus untuk yang kedua kali menjadi
hakim yang adil, menghakimi yang hidup dan yang mati
diberitakan dalam Kisah para Rasul 1: 11 dan Wahyu 20: 11-15.

Kedatangan Jesus pada akhir zaman ini untuk men-
jadi hakim yang adil itu, pun menjadi kepercayaan bagi
umat Islam pada umumnya, karena dalam beberapa
hadits Bukhari dan Muslim, masalah ini ada diberitakan.
Antara lain dapat dicatat sebagai berikut:

1. Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid ll, hal 256:

"Kaifa antum idzalabna Manyama fikum wa imaamu-
kum min kum." (Bagaiana halmu, apabila Ibnu
Maryam turun jadi imam daripada kamu.).

2. Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal,jilid
11--halaman 411 :

'Yu syiku min 'asya minkum an balqa 'Isa Ibna
Maryama imama mahdiya wa hakama 'adlan." (Dari-
padamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam seba-
gai imam Mahdi dan Hakim yang adil).

3. Nabi Muhammad sendiri pernah bersumpah untuk
meyakinkan bahwa Isa Almasih ibnu Maryam akan da-
tang kembali untuk menjadi Hakim yang Adil.

Muhammad berkata:

"Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman 'adlan."
(Demi Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam sela-
ku hakim yang adil).

(Hadits Muslim jilid I - Halaman 76)

Syarahan Hadits ini adalah mengkhabarkan keda-
tangannya Isa Almasih untuk kedua kalinya kelak (akhir
zaman). Perkataan ''hakuman'' (menjadi hakim), mengi-
syaratkan bahwa kedatangannya Isa Almasih Jesus
Kristus) yang kedua kali itu, tidaklah selaku Nabi memba-
wa risalah atau syariat agama, dengan Quran ataupun
Alkitab (Taurat-lnjil), yang berlaku sekarang, tetapi ha-
nyalah ia turun menjadi Hakim antara segala hakim-ha-
kim umat ini, dengan kitab baru, yang dinamakan "Kitab
al-Hayat" (Wahyu 20:11-15).

Nats dari Hadits shahih Bukhari-Muslim diatas, da-
pat dibanding dengan Alkitab, Roma 2 :16 yang berbunyi
demikian:

"Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah
sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan meng-
hakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam
hati manusia oleh Kristus Jesus," (Roma 2 :16).

Karena itu tidak ada alasan yang memberatkan bagi
saya untuk ragu-ragu menerima Jesus sebagai Tuhan
dan Juruselamatku pribadi, begitupun untuk me-nan-
tikan kedatangan Jesus Kristus yang kedua kali, seba-
gai Hakim yang adil.

Keselarnatan menjadi Pengikut Kristus, Quran telah
bersaksi sebagai berikut:
      
"Idz qala'llahu ya 'Isa inni mutawaffika, wa raafi uka
ilayya wa muthahhiiruka minal ladzina kafaruu wa yaa
'ilul ladzinat taba'uka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil
giaamaht ...............':

(Ingatlah ketika Allah berkata: "Ya Isa bahwasanya Aku me-
wafatkan engkau, mengangkat engkau kepadaKu, membersihkan
engkau daripada orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang
mengikut engkau diatas daripada mereka yang tidak percaya hingga
hari kiamat."

Jelas, bahwa Quran tersebut bersaksi, bahwa pengi-
kut-pengikut Kristus terjamin keselamatannya, dalam hal
ini adalah Hidup Kekal di alam sorgawi, sebagaimana di
katakan oleh Jesus sendiri:

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang
siapa mendengar perkataanKu dan percaya kepa-
da Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup
yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia
sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."
(Johanes 5:24).

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada
seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak
melalui Aku." (Johanes 14:6).

Sambung ke saksi 6


From juri@macc.wisc.edu Thu Nov  4 21:55:20 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA03425; Thu, 4 Nov 93 21:55:19 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Thu, 04 Nov 93 21:52 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Thu, 04 Nov 93 21:51 CDT
Received: from unixd1.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA19018
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Thu, 4 Nov 1993 22:51:27 -0500
Message-Id: 
Date: Thu, 4 Nov 1993 22:47:33 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian HA (6)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


sambungan dari kesaksian (5)

6. KEBENARAN ALKITAB

Sebagaimana diuraikan pada awal kesaksian ini, bah-
wa mula pertama yang merangsang saya untuk menye-
lidiki kebenaran Alkitab (Bible) itu adalah disebabkan oleh
salah satu ayat Quran, yaitu s. Almaidah 68 yang menga-
takan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil itu) adalah merupa-
kan Kitab yang benar bagi orang yang beragama dalam
kebenaran menurut kehendak Allah.

Ada beberapa ayat dalam Quran yang sering diper-
gunakan oleh para Mubaligh Islam dan termasuk juga
oleh saya sendiri tempo dulu dalam kedudukan saya se-
bagai seorang mubaligh Islam, yang ditafsirkan sebagai
bukti bahwa'Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipal-
sukan, dirubah disana-sini oleh tangan kotor-jahil manu-
sia.

Secara teliti sekarang saya ingin mengerti yang sebe-
narnya makna ayat-ayat Quran tersebut secara wajar, se-
bagaimana juga halnya saya ingin mengerti isi Alkitab
yang sewajarnya.

Dengan penuh rasa kejujuran, saya coba memeriksa
kembali sampai di mana kebenarannya yang di-
maksudkan oleh ayat-ayat (nats) Quran itu. Akhirnya
dapatlah saya memberikan suatu kesimpulan sebagai
berikut:

1. Quran s. Al Baqarah 75.

"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan
percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka
mendengar firman Allah, lalu mereka merobahnya se-
telah mereka memahaminya, sedang mereka me-
ngetahui."

Pada umumnya orang-orang Muslim mengatakan
tafsirannya bahwa yang dimaksud "segolongan dari me-
reka" (friqun minhum) itu, adalah ahli-kitab (Yahudi/Nas-
rani) yang telah mengubah firman Allah itu, dalam hal ini
mereka artikan merubah teks Taurat dan Injil (Alkitab-
Bible).

Dalam penyelidikan saya, pengertiannya ayat Quran
s. Baqarah 75 ini tidaklah demikian. Yang dimaksudkan
"segolongan dari mereka" itu, ialah orang-orang Islam itu
sendiri yang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasra-
ni, kemudian mereka (segolongan ini) kembali menolak.
Islam setelah mereka mengetahui apa sebenarnya ajaran
Muhammad itu. Oleh Quran, mereka dituduh merubah
makna--penafsirannya--Quran itu sendiri, jadi bukan-
lah Al-kitab (Taurat/lnjil).

Hal ini jelas dapat difahami akan pengertian ayat ter-
sebut yang mengatakan: "..apakah kamu
(maksudnya: Muhammad), Masih mengharapkan mere-
ka akan percaya kepadamu". "Kamu" atau "kepadamu"
disini, jelas dimaksudkan adalah Muhammad. Tetapi ke-
mudian mereka (orang-orang Yahudi/Nasrani) yang tadi-
nya sudah mengaku percaya akan kenabian Muhammad
ini, mereka menolak/keluar dari Islam, lalu mereka
dituduh merubah pengertian--pendengaran--ayat fir-
man Allah (dalam hal ini adalah Quran itu sendiri) yang
selanjutnya juga mereka dituduh orang-orang bodoh,
pembual, buta huruf dan sebagainya.

Yang jelas, bahwa ayat Quran ini sama sekali tidak
ditujukan kepada ahli kitab (Yahudi/Nasrani) dan juga ti-
dak mengatakan Alkitab (Taurat-lnjil) itu yang telah
dirubah-rubah, melainkan malah Quran itu sendiri.

2. Quran s. Al Baqarah 106.

"Apa saja ayat yang kami nasokh-kan (hapuskan) atau
Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datang-
kan yang lebih baik daripadanya atau yang sebandlng
dengannya....".

Perkataan "ayat'' yang dimansokh-kan (dihapuskan)
dalam nats Quran s. Al Baqarah ini, juga pada umumnya
mereka artikan "Alkitab/Taurat-lnjil".

Tetapi dari beberapa buku tafsir/terjemahan Quran
hampir sepakat mengatakan bahwa makna "ayat yang
yang dimansokh-kan/dihapuskan" disini pengertiannya
adalah bahwa ada beberapa ayat Quran itu sendiri yang
telah di hapus hukumnya. Bahkan menurut buku At
Tadjdid fil Islam mengatakan bahwa sedikitnya 5 sampai
500 ayat-ayat dalam Quran itu telah mansokh.

Ada juga yang berpendapat bahwa- makna "ayat yang
dimansokh-kan" itu, adalah mengenai ke-mukjizat-an
Muhammad artinya bahwa Muhammad sebagai nabi dan
rasul menerima wahyu Allah sudah tidak mendapat kua-
sa Allah bermukjizat sebagaimana halnya para nabi-nabi
sebelumnya, seperti Musa dan Isa Almasih.

Jadi jelaslah pula bahwa maksud nats Quran s. Al-
Baqarah 106 inipun tidaklah pula kena-mengena untuk
menjadi dalil menolak kebenaran kehadirannya Alkitab
sebagai Kitab Ilahi yang menjadi dasar kebenaran bagi
setiap orang untuk beragama yang benar.

3. Quran s. Al Maidah 13.

"......karena mereka melanggar janjinya, Kami
kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras
membatu. Mereka suka merubah perkataan (firman)
Allah dari tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan
sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan
dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan
melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit
diantara mereka yang tidak ber-khianat''

Perkataan "mereka" dalam Quran s. Al-Maidah 13
ini biasanya mereka sengaja tambahkan dalam tanda
kurung: (Ahli Kitab) atau (Yahudi/Nasrani) dan hapuskan
sedangkan makna kalimat: "Mereka suka.merubah per-
kataan (firman) Allah dari tempatnya ...." mereka
artikan Alkitab atau Taurat/lnjil itu sudah ditukar-tukar
dan dihapuskan /dirubah kebenarannya.

Padahal yang sebenarnya, ayat inipun sama halnya
dengan Quran s. Al Baqarah 75 adalah juga ditujukan ke-
pada orang-orang Islam pengikut Muhammad sendiri
dimana hidup-nya Muhammad itu sendiri, yang tadinya
memang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasrani,
berbalik kembali pada agamanya semula (menolak Is-
lam). Oleh Quran, mereka dituduh ber-khianat merubah-
rubah firman Allah, dalam hal ini adalah Quran itu sendiri.
Mereka menolak kebenaran Islam, sesudah mereka
mengetahui ajaran Muhammad yang sebenarnya. Hal ini
dapat dibaca dari seluruh hubungan ayat Quran ini mulai
ayat 7 s/d 13.

Jadi jelaslah pula, bahwa ayat Quran s. Al Maidah 13
ini pun tidaklah dapat dijadikan dalil untuk menolak kebe-
naran Alkitab.

Masih banyak nats-nats Al-Quran yang senada de-
ngan contoh di atas yang tadinya diartikan sebagai meno-
lak kebenaran Alkitab itu, saya coba memahaminya seca-
ra jujur maka dapatlah saya meyakinkan, bahwa tidak ada
satu ayatpun dalam Quran yang secara tegas mengatakan
bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipalsukan,
dirubah dan lain-lain dari kebenaran aslinya.

Pada akhirnya dapatlah saya menyimpulkan, bahwa
apa yang Quran katakan dalam surat Al Maidah 68, s. Al
Baqarah 62, Qus. As Sajadah 23, dan lain-lain yang telah
saya kemukakan terdahulu dalam ke-saksian ini, memang
benar dan meyakinkan bahwa Alkitab (Taurat-lnjil) itu
adalah merupakan kebenaran bagi setiap orang yang mau
ber-agama dalam kebenaran sesuai dengan kehendak
Allah.


7. BERGUMUL DENGAN PENGARUH LINGKUNGAN

Meskipun saya sudah begitu mantap dan yakin akan
kebenaran ini, dan siap sedia untuk menerima Tuhan
Jesus, sebagai Juruselamat pribadi-ku, namun saya be-
lum juga dibaptiskan secara wajarnya, karena adanya
pengaruh lingkungan yang merupakan batu sandungan.
Rasa takut dan khawatir menghantui.

Pengalaman saya dewasa ini menunjukkan bahwa
memang banyak orang yang pernah menyatakan ke-
inginannya untuk menerima Tuhan Jesus sebagai
Juruselamat pribadi mereka, namun mereka sering
terbentur kepada pengaruh lingkungannya, mungkin ka-
rena segan atau takut dengan orang tuanya, kadangkala
juga takut dengan majikannya kalau-kalau ia nantinya
diberhentikan. Ada juga yang terbentur kepada hubung-
an bakal isteri yang belum mau menerima Jesus
bersama-sama, dan lain-lain masih banyak macam ra-
gamnya batu sandungan yang menyebabkan seseorang ter-
sandung menerima Jesus bertahta didalam hatinya.

Pengaruh lingkungan,yang menakutkan dan meng-
khawatirkan ini, memang sudah di aba-abakan oleh
Jesus sendiri, sebagaimana diutarakannya dalam Injil
Matius 10:34-36. Penderitaan yang mungkin akan dite-
rima oleh setiap orang yang ingin menjadi pengikut
Kristus, misalnya akan dibenci oleh ibu bapa; akan
terputusnya hubungan keluarga, bahkan sampai kepada
terancamnya jiwa sendiri. Tetapi bagi mereka yang
berbulat hati tanpa ragu menerima Jesus bertakhta
dihatinya, kekhawatiran demikian sarna sekali tidak perlu
ada. Setiap kekhawatiran itu pasti akan teratasi oleh
pertolongan Tuhan sendiri. Pengaruh lingkungan demi-
kian, memang saya alami sendiri. Namun Tuhan, selalu
membuka jalan.

Dalam tahun 1962 hingga 1964 itu, saya masih saja
melakukan ibadah kembar, yaitu bersembahyang secara
Islam dan ke Mesjid setiap hari Jumat, juga pergi ke Ge-
reja setiap hari Minggu, dan hari Sabtu ke Gereja Advent.

Kepergian saya ke Gereja waktu itu, belumlah meru-
pakan suatu keyakinan, tetapi lebih banyak hanya meru-
pakan penyelidikan kebenaran. Karena saya sering mem-
baca uraian-uraian pihak non-Kristen yang mengatakan
bahwa di Gereja itu adalah ibadah menyembah berhala,
seperti patung-patung dan lain-lain. Karena itu saya pergi
ke semua Gereja yang ada disekitar Jakarta ini berganti-
ganti setiap minggu, bahkan sering saya lakukan dalam
satu hari Minggu itu saya kunjungi dua atau tiga Gereja
untuk membuktikan apa benar ada penyembahan berhala
berupa: patung-patung atau benda-benda lainnya.

Akhirnya dapatlah saya berkesimpulan dan mem-
buktikan bahwa sangkaan saya itu sama sekali tidak be-
nar. Karena setiap Gereja yang saya kunjungi, sama sekali
tidak pernah ada penyembahan demikian.

Maka sejak tahun 1964, memang roh-jiwa saya te-
lah dipenuhi oleh Roh panggilan Tuhan, yaitu Roh Kebe-
naran atau Rohulkudus. Karenanya pada saat itu dengan
begitu mantap saya sudah dapat menerima Jesus seba-
gai Juruselamat pribadi saya. Namun masih ada ke-
lemahannya, yaitu saya belum berani menyatakan diri
pribadi saya secara terbuka. Saya masih merahasiakan ke
Kristenan saya. Saya sudah pergi ke Gereja GKI. Kwitang
untuk yang pertama kalinya meminta supaya saya
dibaptiskan secara rahasia, karena saya tidak ingin
diketahui oleh keluarga, antara lain oleh isteri saya
sendiri.

Saya tidak tahu persis siapa petugas Gereja waktu
itu. Namun permintaan saya yang istimewa ini ditolak de-
ngan alasan bahwa tidak ada pembaptisan secara rahasia.

Beberapa minggu kemudian, dengan maksud yang
sama saya pergi juga menemui pendeta J. Sapulete, Ge-
reja Bethel Jatinegara. Saya segera akan dapat di-
baptiskan, asalkan saja saya membawa 2 atau 3 orang
saksi tetangga orang-orang seiman Kristen, yang akan
dapat mengawas dan memimpin agar saya dapat hidup
benar-benar secara Kristen. Syarat ini tentu saja tidak da-
pat saya terima, karena saya masih belum dapat menyata-
kan dari saya sebagai seorang Kristen secara terbuka. Hal
ini adalah disebabkan pengaruh lingkungan, terutama se-
kali keluarga rumah tangga sendiri, yang tadinya saya
kirakan akan menimbulkan reaksi penentangan atau pe-
mutusan keluarga dan lain-lain. Saya takut membicarakan
ke-Kristen-an ini kepada isteri saya, karena saya mendu-
ga akan menimbulkan kericuhan rumah tangga.

Saya takut mengajak isteri saya pergi ke Gereja, sebab ka-
lau-kalau saya dibalasnya mengajak saya ke Penghulu un-
tuk bercerai. Saya takut jika dihadapkan kepada percerai-
an itu. Karena itulah saya ingin menerima Jesus Kristus
ini hanya secara diam-diam saja.

Namun jiwa saya memang sudah tidak berubah lagi.
Saya tidak ragu menerima Jesus Kristus. 

Saya tidaklah lagi beribadah secara kembar, melain-
kan sudah manunggal hanya ke Gereja saja. Tetapi saya
masih ada rasa takut dan khawatir reaksi keluarga. Saya
sudah tidak tahu pasti bagaimana caranya, untuk
mengatasi kesulitan ini. Juga saya tidak pernah datang
kepada siapapun juga untuk meminta nasehat atau pan-
dangan dalam hal ini. Pergumulan saya waktu itu benar-
benar terasa sekali beratnya.

Tetapi Tuhan untuk- kesekian kalinya membuka jalan
menolong memecahkan pergurmulan saya ini. Kalau
tadinya saya menduga bahwa kalau saya berbicara de-
ngan isteri saya untuk berpindah agama dari Islam ke
Kristen ini, pastilah akan menimbulkan reaksi tantangan,
maka Tuhan malah melalui isteri saya itu sendiri pintu ke-
benaran ini dibukakan.

Kepada isteri saya diberikan suatu penglihatan keda-
maian melalui terangnya dan indahnya pohon natal yang
pada waktu itu sedang berkelap-kelip di banyak rumah
keluarga Kristen. Terlintas di dalam hatinya betapa
indahnya kehidupan didalam keluarga Kristen yang ia da-
pat rasakan kedamaian dalam lagu-lagu Natal yang syah-
du dan terang cemerlang natal yang menggambarkan ke-
hidupan cerah setiap keluarga Kristen.

Untuk menyatakan rasa hatinya itu, isteri saya beser-
ta seorang anak saya yang perempuan datang kepada
saya, menyatakan keinginannya untuk menjadi seorang
Kristen dalam keluarga Kristen.Kesempatan ini, tentu saja
tidak akan saya abaikan.

Karena itu besok paginya tepat hari Natal, saya da-
tang menemui Bapak Pdt. J. Sapulete untuk kedua
kalinya, dengan menyatakan bahwa kami sekeluarga
ingin dibaptiskan untuk menerima Tuhan Jesus. Permin-
taan saya sekali ini, benar-benar berjalan dengan lancar
dan kami sekeluarga dibaptiskan pada tanggal 26
Desember 1969 oleh Bapak Pdt. J. Sapulete, di Gereja
Bethel Jemaat GPIB. Koinonia Jatinegara, yaitu saya be-
serta isteri dengan 7 anak. Seorang anak lagi menyusul
seminggu kemudian. Rupanya anak saya yang laki-laki
inipun sebenarnya juga sudah sering ke Gereja, tetapi se-
cara sembunyi-sembunyi pula takut diketahui oleh ayah-
nya. Dan saya ke Gereja takut diketahui oleh anak-anak
dan isteri saya. Jadi kami ke Gereja saling umpet-
umpetan rupanya.

Puji Tuhan, karena akhirnya memang seluruhnya
menjadi pengikut Kristus, menerima dan menempatkan
Jesus Kristus bertahta dihati kami masing-masing.

bersambung ke saksi 7


From juri@macc.wisc.edu Sat Nov  6 07:29:22 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA05338; Sat, 6 Nov 93 07:29:22 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Sat, 06 Nov 93 07:26 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Sat, 06 Nov 93 07:25 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AB28588
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Sat, 6 Nov 1993 08:25:13 -0500
Message-Id: 
Date: Sat, 6 Nov 1993 08:22:14 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian HA (7)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Content-Transfer-Encoding: QUOTED-PRINTABLE
Status: RO


Sambungan dari kesaksian (6)

Berkat yang berkelimpahan.
-------------------------
Sesudah saya dan keluarga dibaptiskan 26 Desem-
ber 1969, suasana rumah tangga kami terasa sekali
perubahannya yang menggembirakan dan penuh suka-
cita. Banyak berkah yang kami terima dan rasakan berupa
perubahan-perubahan hidup dan kehidupan.

Rasul Paulus mengatakan:

"Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah
ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesung-
guhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17 ).

Apabila seseorang menerima Jesus Kristus sebagai
Juruseiamatnya, maka Allah membuat suatu perubahan
dalam hidupnya. Sifat Kristus dimasukkan kedalam
dirinya. Alkitab berkata: "Kamu ada bagian didalam sifat
llahi". Sifat yang baru ini menghasilkan kesukaan yang
baru, keinginan yang baru, ketidak sukaan yang baru,
kasih yang baru. Hal-hal yang dulu seseorang sayangi,
sekarang ia benci, dan hal-hal yang dulu ia benci, seka-
rang ia sayangi. Kehidupannya telah berubah. Perubahan
ini nampak juga pada kehidupan secara lahiriah bagi se-
seorang, dan akan diperlihatkan kepada orang-orang se-
kitarnya. Seluruh pandangannya akan di'ubah, dan hal ini
akan membawa perubahan dalam kata-kata dan apa
yang diucapkan dan dibicarakannya.
Sungguh ajaib !

Perubahan-perubahan ini memang saya alami dan
rasakan seluruhnya dalam hidup dan kehidupan kami
sekeluarga dalam waktu sangat singkat sekali. Tabeat pe-
marah menjadi hilang dan berangsur ganti dengan kasih.
Kehidupan rohani dapat kami rasakan kelegaan dan rasa
damai bahagia. Perasaan bimbang dan ragu sudah tidak
ada lagi. Jiwa kami sungguh-sungguh merasa mantap
dan penuh dengan kesuka-citaan. Begitupun kehidupan
jasmani kami mengalami perubahan yang sangat nyata
berupa berkat-berkat kelimpahan.

Pengalaman ini membuktikan kebenaran janji janji
Allah yang disampaikan oleh Jesus Kristus.

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu
dan minum. Barangsiapa yang percaya kepadaKu,
seperti yang dikatakan oleh kitab Suci: "Dari da-
lam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
(Yohanes 7:37-38)

Jesus berkata:
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.''
(Yohanes 10:10b).

Tetapi perubahan hidup rumah tangga kami yang be-
gitu nyata dan cepat inipun menjadi fitnah. Tetangga-te-
tangga kami bahkan keluarga kami sendiri mengira, kami
mendapat bantuan dari Gereja sebagai imbalan kami
menjadi Kristen. Sering orang sampaikan ketelinga kami
pameo orang yang mengatakan: "Kalau ingin kaya men-
dadak, turuti sikap Pak Ambrie tuh, jadi orang Kristen,
nanti akan menerima sokongan Gereja jutaan rupiah" dan
lain-lain.

Hal ini mereka sangka bahwa perubahan hidup kami
yang berkelimpahan itu adalah semata-mata dikarenakan
pemberian Gereja, sebagai imbalan karena menjadi seo-
rang Kristen. Tidak! Sama sekali tidak! Satu senpun kami
tidak pernah menerima bantuan dari Gereja ataupun dari
seseorang pribadi sebagai imbalan pembujukan untuk
menerima Kristus, baik berupa uang, maupun berupa
materi lainnya atau janji-janji pekerjaaan dan lain-lain. Be-
nar-benar perubahan hidup kami yang berkelimpahan
waktu itu, adalah semata-mata karena berkat kemurahan
Tuhan, yang memang sudah dijanjikan bahwa kepada
yang percaya akan diberikan segala kelimpahan.

Kristen pasif
------------
Selama 2 tahun (1970--1972) saya hanya menjadi
seorang Kristen pasif. Saya terlalu sibuk mengurus usaha
untuk hidup dan kehidupan rumah tangga tangga saja.
Saya hanya ke Gereja pada hari Minggu, dan membaca
Alkitab hanya kalau ada waktu yang senggang. Sikap
saya yang demikian ini telah mendapat teguran dari Tu-
han. Terasa sekali Tuhan memperingatkan saya waktu
itu, bahwa: "Kalau kamu ingin menjadi seorang Kristen
bukanlah bersikap pasif demikian. Tidaklah layak kamu
hanya berpangku tangan menikmati berkat-berkat Tuhan
yang telah mencukupi kebutuhan hidupmu. Sebagai seo-
rang Kristen pengikut Kristus, kamu harus bangkit ber-
saksi memberitakan Injil Kristus sebagaimana sudah
diamanatkan dalam Matius 28:19-20."

Bagaimana caranya harus saya mulai melakukan ke-
saksian dan memberitakan Injil ini? Hasrat kemauan me-
mang ada, namun tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Untuk ini, sekali lagi Tuhan membuka jalan bagi saya.

Bagaimana caranya Tuhan membukakan jalan ini, dapat
saya uraikan sebagai berikut:

Pada suatu hari, datang menginap dirumah saya ini
seorang kawan akrab saya dari Banjarmasin. Ia memang
kawan akrab yang dapat saya katakan sehidup-semati,
senasib sepenanggungan, karena setiap kali ada
penangkapan-penangkapan serdadu Belanda, kami sela-
lu bertemu dalam penjara atau dalam kamp-kamp
pengasingan/tawanan.

Kedatangannya memang tetap seperti biasa saja, karena
dirumah saya sama sekali tidak ada tanda-tanda sebagai
seorang Kristen. Ucapan "Assalamualaikum"-nya pun
saya jawab "alaikum salam."

Tetapi dari tetangga saya, kawan saya ini mendapat
kabar bahwa saya telah berubah memeluk agama Kristen.
Teman saya ini, tentu saja membantah dan meyakinkan
tetangga saya itu, bahwa kejadian demikian tidak mung-
kin terjadi. =F9 Dia mengatakan: Saya kenal betul dengan
Hamran Ambrie, bukan hanya di Jakarta ini saja, tetapi
sejak dari Banjarmasin. Dia bukanlah seorang Islam
abangan, tetapi ia benar-benar seorang Muslim yang cu-
kup sadar. Di daerah ia dikenal sebagai seorang pejuang
Islam yang militant, malah ia seorang Islam anti Kristen,
seorang pemimpin Muhammadiyah, seorang penulis
(wartawan) Muslim dan Mubaligh Islam yang cukup
dikenal baik di Kalimantan Tengah (Kapuas dan Barito)
maupun di Kalimantan Timur (Balikpapan dan
Samarinda). Bahkan dalam Kongres Umat Islam se
Kalimantan di Amuntai 1947, Hamran Ambri adalah sa-
lah seorang dari promotornya. Dalam TNI ia diangkat
menjadi Imam Tentara Angkatan Darat di Banjarmasin.
"Jadi saya yakin sekali bahwa Hamran Ambrie, tidaklah
mungkin dengan sadar menukar agama Islamnya dengan
Kristen."

Tetapi tetangga saya itu cukup meyakinkan bahwa
sekampung kami ini tahu betul dan melihat dalam bebe-
rapa tahun ini, nampaknya dia memang selalu ke Gereja
dan setiap Natal memasang pohon terang natalan di
rumahnya. Untuk jelasnya, sebaiknya langsung saja
ditanyakan pada pribadinya yang bersangkutan, bagaima-
na jawab dan keterangan yang sebenarnya, tukas tetang-
ga saya itu.

Begitulah sekembalinya teman saya ini dari me-
nenangga, memang langsung ia menanyakan peristiwa
itu kepada saya, apakah benar kabar bahwa saya itu seka-
rang sudah beralih agama menjadi seorang Kristen.

Pertanyaan ini tentu saja tanpa ragu-ragu saya ja-
wab: "Ya, memang benar demikian. Saya beserta seluruh
keluarga sudah dibaptiskan."

Mendengar jawaban saya ini, iapun menangislah. Ia
menangis karena terharu sebagai suatu hal yang ia
sesalkan telah terjadi. Tetapi ia tidak dapat banyak
berbuat. Dia hanya tinggal tertegun seketika.

Sesudah ia kembali di Banjarmasin, ia ceritakanlah
peristiwa ini kepada orang-orang lain, terutama kepada
kawan-kawan karib saya disana, yaitu apa yang telah ter-
jadi atas kepindahan saya ke agama Kristen itu.

Oleh seorang kawan akrab lainnya sebagai wartawan
Muslim peristiwa ini dilangsirlah dalam pemberitaan su-
rat kabar Harian UTAMA yang terbit di Banjarmasin.

Sdr. H. Arsyad Manan, dengan kepala berita yang clip-
cetak dengan huruf-huruf besar, antara lain mengatakan:

SEORANG TOKOH PERGERAKAN
MASUK KRISTEN
Tokoh Muhammaddiyah ditahun tigapuluhan.
Pernah menjadi Pemimpin Redaksi JIHAD.

Sdr. Js. Antemas menulis antaranya:

MASUKNYA SEORANG TOKOH MUHAM--MADI-
YAH KE AGAMA KRISTEN
Berita yang sangat mengejutkan.

Penulis lain, Sdr. Arthum Artha mengharapkan:

"Semoga berita ini tidak benar, Hamran Ambri, calon
perintis kemerdekaan masih diyakinkan Islamismenya."

Dari tokoh-tokoh Alim Ulama di Banjarmasinpun tu-
rut menanggapi berita yang menghebohkan ini, dengan
prasangka"problema-problema kesulitan ekonomi
sekarang ini bisa menyebabkan seseorang beralih agama".

Siapa tokoh agama ini, tidak diberitakan.

Bahkan dari Perguruan Tinggi Islam l.A l.N. Antasari
Banjarmasin, turut menanggapi berita ke Kristen-an saya
ini. Sementara itu dari Sekretaris PMW (Muhammadiyah)
Banjarmasin berusaha menolak, bahwa saya bukanhh
tokoh Muhammadiyah, tetapi diakuinya sebagai pejuang Muslim.

Bersambung ke saksi (8).


From juri@macc.wisc.edu Mon Nov  8 13:02:01 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA07194; Mon, 8 Nov 93 13:01:59 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 08 Nov 93 06:51 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Mon, 08 Nov 93 06:51 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA15265
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Mon, 8 Nov 1993 07:50:51 -0500
Message-Id: 
Date: Mon, 8 Nov 1993 07:49:29 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian (7)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Content-Transfer-Encoding: QUOTED-PRINTABLE
Status: RO


saksi 7

Berkat yang berkelimpahan.
-------------------------
Sesudah saya dan keluarga dibaptiskan 26 Desem-
ber 1969, suasana rumah tangga kami terasa sekali
perubahannya yang menggembirakan dan penuh suka-
cita. Banyak berkah yang kami terima dan rasakan berupa
perubahan-perubahan hidup dan kehidupan.

Rasul Paulus mengatakan:

"Jadi siapa yang ada didalam Kristus, ia adalah
ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesung-
guhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17 ).

Apabila seseorang menerima Jesus Kristus sebagai
Juruseiamatnya, maka Allah membuat suatu perubahan
dalam hidupnya. Sifat Kristus dimasukkan kedalam
dirinya. Alkitab berkata: "Kamu ada bagian didalam sifat
llahi". Sifat yang baru ini menghasilkan kesukaan yang
baru, keinginan yang baru, ketidak sukaan yang baru,
kasih yang baru. Hal-hal yang dulu seseorang sayangi,
sekarang ia benci, dan hal-hal yang dulu ia benci, seka-
rang ia sayangi. Kehidupannya telah berubah. Perubahan
ini nampak juga pada kehidupan secara lahiriah bagi se-
seorang, dan akan diperlihatkan kepada orang-orang se-
kitarnya. Seluruh pandangannya akan di'ubah, dan hal ini
akan membawa perubahan dalam kata-kata dan apa
yang diucapkan dan dibicarakannya.
Sungguh ajaib !

Perubahan-perubahan ini memang saya alami dan
rasakan seluruhnya dalam hidup dan kehidupan kami
sekeluarga dalam waktu sangat singkat sekali. Tabeat pe-
marah menjadi hilang dan berangsur ganti dengan kasih.
Kehidupan rohani dapat kami rasakan kelegaan dan rasa
damai bahagia. Perasaan bimbang dan ragu sudah tidak
ada lagi. Jiwa kami sungguh-sungguh merasa mantap
dan penuh dengan kesuka-citaan. Begitupun kehidupan
jasmani kami mengalami perubahan yang sangat nyata
berupa berkat-berkat kelimpahan.

Pengalaman ini membuktikan kebenaran janji janji
Allah yang disampaikan oleh Jesus Kristus.

"Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu
dan minum. Barangsiapa yang percaya kepadaKu,
seperti yang dikatakan oleh kitab Suci: "Dari da-
lam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup."
(Yohanes 7:37-38)

Jesus berkata:
"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.''
(Yohanes 10:10b).

Tetapi perubahan hidup rumah tangga kami yang be-
gitu nyata dan cepat inipun menjadi fitnah. Tetangga-te-
tangga kami bahkan keluarga kami sendiri mengira, kami
mendapat bantuan dari Gereja sebagai imbalan kami
menjadi Kristen. Sering orang sampaikan ketelinga kami
pameo orang yang mengatakan: "Kalau ingin kaya men-
dadak, turuti sikap Pak Ambrie tuh, jadi orang Kristen,
nanti akan menerima sokongan Gereja jutaan rupiah" dan
lain-lain.

Hal ini mereka sangka bahwa perubahan hidup kami
yang berkelimpahan itu adalah semata-mata dikarenakan
pemberian Gereja, sebagai imbalan karena menjadi seo-
rang Kristen. Tidak! Sama sekali tidak! Satu senpun kami
tidak pernah menerima bantuan dari Gereja ataupun dari
seseorang pribadi sebagai imbalan pembujukan untuk
menerima Kristus, baik berupa uang, maupun berupa
materi lainnya atau janji-janji pekerjaaan dan lain-lain. Be-
nar-benar perubahan hidup kami yang berkelimpahan
waktu itu, adalah semata-mata karena berkat kemurahan
Tuhan, yang memang sudah dijanjikan bahwa kepada
yang percaya akan diberikan segala kelimpahan.

Kristen pasif
------------
Selama 2 tahun (1970--1972) saya hanya menjadi
seorang Kristen pasif. Saya terlalu sibuk mengurus usaha
untuk hidup dan kehidupan rumah tangga tangga saja.
Saya hanya ke Gereja pada hari Minggu, dan membaca
Alkitab hanya kalau ada waktu yang senggang. Sikap
saya yang demikian ini telah mendapat teguran dari Tu-
han. Terasa sekali Tuhan memperingatkan saya waktu
itu, bahwa: "Kalau kamu ingin menjadi seorang Kristen
bukanlah bersikap pasif demikian. Tidaklah layak kamu
hanya berpangku tangan menikmati berkat-berkat Tuhan
yang telah mencukupi kebutuhan hidupmu. Sebagai seo-
rang Kristen pengikut Kristus, kamu harus bangkit ber-
saksi memberitakan Injil Kristus sebagaimana sudah
diamanatkan dalam Matius 28:19-20."

Bagaimana caranya harus saya mulai melakukan ke-
saksian dan memberitakan Injil ini? Hasrat kemauan me-
mang ada, namun tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Untuk ini, sekali lagi Tuhan membuka jalan bagi saya.

Bagaimana caranya Tuhan membukakan jalan ini, dapat
saya uraikan sebagai berikut:

Pada suatu hari, datang menginap dirumah saya ini
seorang kawan akrab saya dari Banjarmasin. Ia memang
kawan akrab yang dapat saya katakan sehidup-semati,
senasib sepenanggungan, karena setiap kali ada
penangkapan-penangkapan serdadu Belanda, kami sela-
lu bertemu dalam penjara atau dalam kamp-kamp
pengasingan/tawanan.

Kedatangannya memang tetap seperti biasa saja, karena
dirumah saya sama sekali tidak ada tanda-tanda sebagai
seorang Kristen. Ucapan "Assalamualaikum"-nya pun
saya jawab "alaikum salam."

Tetapi dari tetangga saya, kawan saya ini mendapat
kabar bahwa saya telah berubah memeluk agama Kristen.
Teman saya ini, tentu saja membantah dan meyakinkan
tetangga saya itu, bahwa kejadian demikian tidak mung-
kin terjadi. =F9 Dia mengatakan: Saya kenal betul dengan
Hamran Ambrie, bukan hanya di Jakarta ini saja, tetapi
sejak dari Banjarmasin. Dia bukanlah seorang Islam
abangan, tetapi ia benar-benar seorang Muslim yang cu-
kup sadar. Di daerah ia dikenal sebagai seorang pejuang
Islam yang militant, malah ia seorang Islam anti Kristen,
seorang pemimpin Muhammadiyah, seorang penulis
(wartawan) Muslim dan Mubaligh Islam yang cukup
dikenal baik di Kalimantan Tengah (Kapuas dan Barito)
maupun di Kalimantan Timur (Balikpapan dan
Samarinda). Bahkan dalam Kongres Umat Islam se
Kalimantan di Amuntai 1947, Hamran Ambri adalah sa-
lah seorang dari promotornya. Dalam TNI ia diangkat
menjadi Imam Tentara Angkatan Darat di Banjarmasin.
"Jadi saya yakin sekali bahwa Hamran Ambrie, tidaklah
mungkin dengan sadar menukar agama Islamnya dengan
Kristen."

Tetapi tetangga saya itu cukup meyakinkan bahwa
sekampung kami ini tahu betul dan melihat dalam bebe-
rapa tahun ini, nampaknya dia memang selalu ke Gereja
dan setiap Natal memasang pohon terang natalan di
rumahnya. Untuk jelasnya, sebaiknya langsung saja
ditanyakan pada pribadinya yang bersangkutan, bagaima-
na jawab dan keterangan yang sebenarnya, tukas tetang-
ga saya itu.

Begitulah sekembalinya teman saya ini dari me-
nenangga, memang langsung ia menanyakan peristiwa
itu kepada saya, apakah benar kabar bahwa saya itu seka-
rang sudah beralih agama menjadi seorang Kristen.

Pertanyaan ini tentu saja tanpa ragu-ragu saya ja-
wab: "Ya, memang benar demikian. Saya beserta seluruh
keluarga sudah dibaptiskan."

Mendengar jawaban saya ini, iapun menangislah. Ia
menangis karena terharu sebagai suatu hal yang ia
sesalkan telah terjadi. Tetapi ia tidak dapat banyak
berbuat. Dia hanya tinggal tertegun seketika.

Sesudah ia kembali di Banjarmasin, ia ceritakanlah
peristiwa ini kepada orang-orang lain, terutama kepada
kawan-kawan karib saya disana, yaitu apa yang telah ter-
jadi atas kepindahan saya ke agama Kristen itu.

Oleh seorang kawan akrab lainnya sebagai wartawan
Muslim peristiwa ini dilangsirlah dalam pemberitaan su-
rat kabar Harian UTAMA yang terbit di Banjarmasin.

Sdr. H. Arsyad Manan, dengan kepala berita yang clip-
cetak dengan huruf-huruf besar, antara lain mengatakan:

SEORANG TOKOH PERGERAKAN
MASUK KRISTEN
Tokoh Muhammaddiyah ditahun tigapuluhan.
Pernah menjadi Pemimpin Redaksi JIHAD.

Sdr. Js. Antemas menulis antaranya:

MASUKNYA SEORANG TOKOH MUHAM--MADI-
YAH KE AGAMA KRISTEN
Berita yang sangat mengejutkan.

Penulis lain, Sdr. Arthum Artha mengharapkan:

"Semoga berita ini tidak benar, Hamran Ambri, calon
perintis kemerdekaan masih diyakinkan Islamismenya."

Dari tokoh-tokoh Alim Ulama di Banjarmasinpun tu-
rut menanggapi berita yang menghebohkan ini, dengan
prasangka"problema-problema kesulitan ekonomi
sekarang ini bisa menyebabkan seseorang beralih agama".

Siapa tokoh agama ini, tidak diberitakan.

Bahkan dari Perguruan Tinggi Islam l.A l.N. Antasari
Banjarmasin, turut menanggapi berita ke Kristen-an saya
ini. Sementara itu dari Sekretaris PMW (Muhammadiyah)
Banjarmasin berusaha menolak, bahwa saya bukanhh
tokoh Muhammadiyah, tetapi diakuinya sebagai pejuang Muslim.

Bersambung ke saksi (8).


From juri@macc.wisc.edu Mon Nov  8 13:05:57 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA07203; Mon, 8 Nov 93 13:05:56 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Mon, 08 Nov 93 06:58 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Mon, 08 Nov 93 06:57 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA15645
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Mon, 8 Nov 1993 07:57:12 -0500
Message-Id: 
Date: Mon, 8 Nov 1993 07:54:31 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: kesaksian HA (8).
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Status: RO


Saksi (8)

Berita ke-Kristen-an saya ini dilangsir dalam surat ka-
bar tersebut dengan maksud supaya saya merasa malu,
dan akibatnya dapat mereka harapkan agar saya akan
kembali ke agama Islam. Tetapi kehendak mereka berbe-
da dengan kehendak Tuhan. Tuhan memakai mereka
sedemikian rupa, adalah untuk membangunkan saya,
agar menjadi seorang Kristen yang aktif dan bersaksi bagi
kebenaran ke-Ilahi-an Jesus Kristus.

Begitulah selama hampir 2 bulan peristiwa ke-
Kristenan saya ini menjadi pembicaraan umum dan pem-
beritaan dalam surat kabar umum Harian UTAMA di
Banjarmasin. Bahkan saya mendapat kabar, hampir terja-
di pertumpahan darah, antara keluarga saya yang ber--
anggapan bahwa pemberitaan itu adalah fitnah., ingin
menyerang penulis-penulis itu. Untunglah saya segera
mengirimkan "Surat Terbuka" (Berita Pengakuan) kepa-
da harian UTAMA di Banjarmasin yang dimuat segera da-
lam penerbitan harian, sebagai berikut:

SURAT TERBUKA
untuk pembaca Harian UTAMA
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Dengan hormat,

Mengenai pemberitaan pribadi saya sekarang meng-
anut Agama Kristen Protestan, adalah memang benar de-
mikian, dan telah saya yakini sejak tahun 1964.

Jika pemberitaan dalam harian saudara selalu digam-
barkan sangat mengejutkan, hal ini tidak lain karena
pemberitaannya itu selalu dikaitkan pribadi saya sebagai
tokoh ini, tokoh itu, seorang pejoang dan sebagainya.

Terima kasih atas tanggapan dan penghargaan kawan-
kawan, meskipun sebenarnya sampai saat ini saya sama
sekali tidak merasa dan tidak pernah menyatakan diri se-
bagai tokoh atau pejoang apapun juga. Jika dalam masa
yang lampau saya ikut dalam perjoangan seperti apa yang
ditulis oleh kawan-kawan itu, sebenarnya tidak lebih dari
pada satu kewajiban seorang putra tanah air. Dan justru
karena itulah sampai saat ini merupakan suatu pantangan
bagiku untuk meminta memohon sesuatu gelar jasa, baik
sebagai Veteran maupun sebagai Perintis Kemerdekaan.
Karena yang sudah saya kerjakan itu hanyalah kewajiban.

Terima kasih kepada kawan-kawan, terutama Sdr. H.
Arsyad Manan (surat sdr. belum pernah saya terima), Js.
Antemas dan Arthum Artha, yang telah menulis seper-
lunya. Dan tulisan saudara-saudara itupun tidaklah ada
yang harus saya bantah atau tanggapi lagi kecuali sebagai
koreksi, bahwa sebenarnya sampai saat ini, saya belum
pernah menanda-tangani formulir permohonan Perintis
Kemerdekaan itu.
Kepada saudara Arthum Artha, telah saya kirimkan

"Catatan Iman" yang menjadi landasan saya berpijak da-
lam menganut agama Kristen Protestan ini.

Meskipun apa yang terjadi, namun kawan tetap
kawan, sahabat akrab tak terputuskan.

Hanya sekian, dan terima kasih kepada semua pihak.

Jakarta, 6 Mei 1972.

Wassalam
Hamran Ambrie

Mulai menjadi Kristen aktif bersaksi
------------------------------------

Sesudah dimuatnya "Surat Terbuka" pernyataan
saya di atas, mulailah pula berdatangan surat-surat dari
kawan-kawan di Banjarmasin dan Hulu Sungai yang
bernadakan: sangat menyesalkan kejadian ini, disertai
dengan nasehat dan peringatan ayat-ayat Quran. Ada
juga yang bertanya apa latar belakang yang menye-
babkannya, dan lain-lain.
Semuanya itu adalah langkah permulaan bagi saya
untuk bangkit bersaksi dengan aktif.

Mula-mula surat-surat itu dibalas satu per satu de-
ngan ditik. Kemudian meningkat penjelasan "catatan
iman" distensil. Kemudian meningkat lagi, meng-
haruskan saya menerbitkan risalah tentang: "ALLAH,
JESUS DAN ROHULKUDUS", yang dicetak dengan
Handpress Penerbitan penyempurnaan berikutnya ada-
lah "CHRISTOLOGY DAN TAUHID" 1973. Akibatnya su-
rat-surat yang datang semakin banyak dalam bentuk per-
tanyaan dan rasa simpati, juga ada yang berbentuk
pembahasan mencari kebenaran.

Begitupun beberapa majalah Islam yang terbit di
Jawa menulis tentang ke-Kristen-an saya ini, merupakan
serangan iman. Dengan adanya tulisan-tulisan itu, surat-
surat yang datang kepada saya bertambah-tambah ba-
nyak lagi.

Surat-surat yang saya layani itu datang dari segenap
penjuru tanah air, misalnya dari Banjarmasin dan kaum
Muhammadiyah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Ti-
mur, juga dari Sumatera (Palembang, Medan, Padang,
Aceh dan lain-lain) bahkan dari luar negeri (Mesir dan
Malaysia).
Semuanya ini adalah merupakan rencana Allah
sendiri agar saya bangkit bersaksi dengan wajar.

Di antara korespondensi saya itu, terjadilah juga su-
rat menyurat yang panjang berjalan lebih dari 6 bulan
lamanya. Pelbagai masalah ke-Kristen-an dibahas.
Diantaranya telah saya bukukan dan diterbitkan sebagai
dokumentasi kebenaran, yaitu:

1. Korespondensi dengan Sdr. H.M. Yoesoef Sou'yb,
wartawan Muslim Medan (Pembantu Redaksi Maja-
lah Kiblat Jakarta).

2. Korespondensi dengan Sdr. Samudi, Guru Agama Is-
larn di Salatiga (penulis Muslim Majalah Panji Masya-
rakat Jakarta).

3. Koresponden dengan Sdr. Imam Musa Pro-
josiswoyo, Reaksi Majalah Studi Islam Jakarta.

4. Korespondensi dengan Sdr. Wahyono Hadi a/n Darul
Kutubil Islamiyah Jakarta.

5. Korespondensi dengan Sdr. Ali Ya'kub Matondang,
Student Islam di Cairo (Mesir).

6. Korespondensi dengan Sdr. A. Hasan Tou, Mubaligh
Islam Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Denpasar Bali.

7. Korespondensi dengan Sdr. Ezif Fahmi dkk.
(sekelompok Pemuda-pemuda Islam di FE UNAIR)
Surabaya.

8. Korespondensi dengan Sdr. M.A. Fadly, Pemimp' -
Mesjid Agung, Cimahi (Bandung).

Naskah-naskah korespondensi hingga 1978 (bah-
kan sampai akhir 1979 ini), sudah ribuan penulis-penulis
surat dari saudara-saudara kita yang berlatar belakang
pendidikan Islam dari seluruh pelosok tanah air In-
donesia ini yang saya layani. Setiap hari surat-surat yang
datang membesarkan hati. Mereka datang dengan surat-
surat itu memang berkeinginan mencari kebenaran dan
merasa puas sesudah mendapat keterangan. Puji Tuhan.
Bahkan yang datang secara pribadi langsungpun seka-
rang setiap hari ada.

Karena begitu banyaknya perhatian, saya menyedia-
kan waktu khusus untuk konsultasi kebenaran iman Kris-
ten ini setiap hari: Selasa, Kamis dan Sabtu, sehari penuh
dari pagi hingga malam.

Puji Tuhan untuk semua ini, karena Tuhan telah
memakai saya sebagai pengantar untuk menjelaskan ke-
benaran Alkitab dan ke-ilahi-an Jesus Kristus, terutama
kepada saudara-saudara kita yang berlatar belakang pen-
didikan Islam, agar mereka dapat memahami ajaran Kris-
ten ini, secara wajar saja.
Sebab kesalah-pahaman atau interprestasi yang keli-
ru selama ini terhadap Alkitab dan ke-llahi-an Jesus
Kristus haruslah segera diperbaiki dengan menunjukkan
kebenarannya.

Mulai Palayanan Keluar
----------------------

Sejak tahun 1973 hingga Pebruari 1978, saya ber-
saksi hanya dari belakang meja tulis, yaitu dengan mem-
balas surat-surat yang meminta keterangan tentang ke
Kristenan. Semua pembahasan dari pelbagai surat inilah
diantaranya yang saya terbitkan sebagai dokumentasi ke-
benaran.

Tetapi pada pertengahan Pebruari 1978 itu saya
berdoa: "Ya Tuhan, berikanlah kepada saya saat ini la-
dang baru, karena ladang pelayanan surat-menyurat ini
sekarang sudah agak sepi.

Dalam berdoa ini, saya langsung mendapat jawaban
supaya besok payi saya pergi keluar rumah, dari sanalah
nanti akan mendapat ladang baru ini.

Besok paginya, waktu pagi-pagi saya keluar rumah
dengan tujuan yang belum dapat ditentukan kemana ha-
rus pergi.

Waktu saya sampai di Jalan besar, saya meminta su-
paya Tuhan mengarahkan langkah saya kemana harusnya
saya melangkah pergi berjalan. Roh saya mengatakan su-
paya saya in kesebelah utara. Karena saya tidak tahu
persis tujuannya, saya hanya berjalan kaki saja, tidak da-
pat.menggunakan kendaraan seperti bis atau oplet. Saya
berjalan ...berjalan ..dan terus berjalan. Wak-
tu saya sampai di depan kantor Lembaga Alkitab
Indonesia Roh mengatakan, supaya saya masuk ke kan-
tor Lembaga Alkitab Indonesia ini. Saya ragu, karena
disana tidak ada kenalan saya yang intim. Memang
disana dulu ada Bapak Ds. B. Probowinoto, tetapi beliau
ini kini sudah pindah ke Salatiga. Karena itu, kalau saya
masuk ke kantor ini, dengan siapa saya harus berbicara,
dan apa yang harus saya bicarakan. Tetapi karena begitu
keras desakan Roh menyuruh saya untuk masuk juga,
maka saya langkahkanlah kaki saya masuk ke sana.

Salah seorang yang melihat dan mengenal saya, de-
ngan segera menegur saya: "Pak Ambriel Puji Tuhan; ke-
betulan sekali, bahwa bapak itu (sambil menunjuk kepe-
da seseorang yang kemudian saya kenal adalah Ds. M.Y.
Kasodu S.Th.) ingin bertemu dengan Bapak.

Maka segeralah kami berbincang-bincang. Kemudi-
an datanglah juga Bapak Ds. M.K. Tjakraatmadja (peng-
ganti Ds. B. Probowinoto) yang juga sudah mengenal
nama saya dan ingin bertemu. Dari perbincangan ini saya
mendapat berkat (rezeki), karena mereka membeli bebe-
rapa buku saya.

Saya berfikir, apakah ini yang dikatakan ladang baru
itu? Tidak  Saya ingin kembali saja kerumah. Tetapi roh
saya menyuruh supaya saya melanjutkan perjalanan ke
utara lebih jauh lagi. Dan saya terus juga berjalan, hingga
sampai dimuka jalan Kramat V. Roh mengatakan supaya
masuk ke jalan Kramat V ini, dan temuilah Bapak Ds. Dr.
Ais M. O. Pormes.

Saya berfikir, bagaimana mungkin saya berbicara de-
ngan Bapak Ais M.O. Pormes ini, karena saya tidak begitu
kenal::dan tidak sepergaulan. Memang sudah, pernah
bertemu, kira-kira tiga tahun yang lalu. Tetapi karena me-
mang demikian suruhan Roh yang ada di'dalam jiwa saya,
saya pergilah juga, masuk ke jalan Kramat V ini dengan
tetap berjalan kaki saja.

Sebelum saya masuk rumah, saya kembdi menjadi
ragu: karena rumah ini dulu agak ramai banyak pekerja-
pekerja pelayanan Tuhan, tetapi sekarang sepi.

Mungkin Bapak Ais M.Q Pormes ini sudah pindah. Rupa-
nya Bapak Ais M.Q pormes sudah melihat saya, dan
menjemput saya dimuka pintu, dan berkata: 'He.... Pak
Ambrie! Sudah dari kemaren saya ingat dan ingin
bertemu dengan Pak Ambrie karena ada yang hendak
saya perbincangkan. Saya menginginkan supaya 'kita da-
pat bekerja sama."

Saya agak heran, bagaimana mungkin Bapak Ais
Pormes ini mengingat-ingat saya, sedangkan saya tidak
pernah bergaul rapat dengan beliau. Tetapi saya ingat
akan doa saya kemarin. Jangan jangan memang kepada
beliau inilah Roh menyuruh saya datang itu untuk
mendapatkan ladang baru tersebut.

Dalam berbincang-bincang ini, banyak hal yang me-
nyegarkan hati dan perasaan saya, karena benar-benar
Pak Ais Pormes menharapkan saya untuk bekerja sama,
dalam pelayanan Tuhan dewasa ini, terutama beliau sa-
ngat memperhatikan akan kesehatan saya yang pada saat
-itu kelihatan buruk.

Akhirnya Bapak Ais Pormes meminta kepada saya
membawa suratnya kepada seorang hamba Tuhan, yaitu
Bapak K,M. Sinaga, Direktur Bumi Asih di Jalan Solo 5.
Surat itu saya sampaikan. Dan kemudian dari Bapak K.M.
Sinaga saya diminta datang ke Hotel Indonesia pada hari
Jum'at pagi, karena kata beliau, banyak pendeta yang
hendak berkenalan dengan saya.

Jum'at pagi tanggal 24 Pebruari 1978, saya datang
di Hotel Indonesia, yaitu dalam satu pertemuan kelompok
doa yang diadakan oleh Pengusaha-pengusaha Kristen
Jakarta, yang dikenal dengan sebutan "C.B.M.C.--
(Christian Businessman Committee).

Waktu nama saya diperkenalkan, sebenarnya sudah
banyak orang mengenal nama saya, namun barulah pada
hari itu mereka mengenal pribadi saya. Dan mulai saat
itulah saya diundang untuk melayani kebaktian-kebaktian
rumah tangga dan bersaksi, kemudian meningkat mela-
yani kebaktian dan bersaksi di banyak Gereja disekitar
Jakarta dan Bandung. Hingga sampai pada saat ini, saya
sudah keluar daerah Jakarta pula, misalnya mengunjungi
Kalimantan Selatan (Banjarmasin, Amuntai) dan
Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Jawa Timur (Surabaya
dan Malang) Bandung dan lain-lain.

Inilah rupanya ladang baru itu. Saya akan melayani
memasyurkan Injil Kristus ini melalui pelbagai pertemuan
dan mimbar-mimbar.

Meskipun sekarang saya sudah mendapatkan ladang
baru berupa pelayanan,Korespondensi tidak pernah ter
henti, bahkan semangkin bertambah-tambah banyak
juga. Puji Tuhan. Semuanya ini merupakan berkat dan
semuanya dapat saya layani dengan penuh suka cita.

Bersambung ke saksi 9


From juri@macc.wisc.edu Tue Nov  9 08:06:23 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA09374; Tue, 9 Nov 93 08:06:22 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 08:01 CDT
Received: from shadow-blue.cis.pitt.edu by wigate.nic.wisc.edu;
          Tue, 09 Nov 93 08:00 CDT
Received: from unixd2.cis.pitt.edu by pop.pitt.edu with SMTP id AA10566
          (5.65c/IDA-1.4.4.5 for );
          Tue, 9 Nov 1993 09:00:11 -0500
Message-Id: 
Date: Tue, 9 Nov 1993 08:58:02 -0500 (EST)
From: Charles R Joseph 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Kesaksian HA (penutup)
To: fica fica 
Cc: jnmst7@pitt.edu, simons@vms.cis.pitt.edu
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
Mime-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Content-Transfer-Encoding: QUOTED-PRINTABLE
Status: RO


Saksi (9).

Tambahan, kesaksian selama 1979.

Ada beberapa kesaksian yang perlu juga
dikemukakan selama tahun 1979 ini antara lain:

1. Pada tanggal 13 Mei 1979, atas undangan tertulis,
saya telah diundang untuk mengadakan ceramah
dimesjid Darussalam, Jl. Batanghari Jakarta oleh
sekelompok Pemuda-pemuda Islam yang tergabung
dalam Lembaga Pengajian Islam Al Furqan.

Pokok pembahasan ceramah adalah: Ke-Ilahi-an
Jesus Kristus.

Penyanggah ulama: Drs. Bunyamin Roham dan Sany
Arti.Yang hadir, undangan kira-kira 100 orang terdiri
dari putra-putri pelajar dan guru-guru Agama Islam.

Saya hanya datang sendiri sebagai pemberi jawab, de-
ngan 4 orang kawan lain untuk pengambilan photo
dan lain-lain.

Kesan terakhir, sangat baik, berjalan dengan ramah
tamah dan bersalaman satu sama lainnya.

2. Pada tanggal 22 Juli 1979, ceramah ini
berkelanjutan, antara saya dengan beberapa tokoh-to-
koh Islam dari Majelis Ulama di Jakarta.

Ceramah ini dihadiri oleh banyak tokoh-tokoh Islam.
Pokok pembahasan ceramah adalah: =F9-Allah Tritung-
gal Maha Esa.--
Ada 10 orang terdaftar sebagai penyanggah-
penyanggah, antara lain Bapak Prof. Dr. H.M. Rasyidi,
Drs. Bunyamin Roham, Dr. Tagor, Dr. Asmuni.
Moderator: Dr. Marmansyah Rahman. Pertemuan
malam itu seyogyanya juga akan dihadiri oleh Bapak
Prof. Dr. Hamka, dan Drs. H. Hasbullah Bakry SH. teta-
pi kedua tokoh ini berhalangan untuk hadir.

Pengunjung ditaksir kurang lebih 150 orang terdiri
dari tokoh-tokoh Islam dan guru-guru Agama, cerdik
pandai.

Brosur peristiwa ini oleh PBK Sinar Kasih sudah
diterbitkan.

3. Selama 2 bulan, mulai 15 Agustus mengunjungi tem-
pat di luar Jakarta, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur
kemudian 1 September mengadakan kunjungan missi
Pemberitaan Injil ini ke Manado, Ujung Pandang, Ta-
nah Toraja, Palopo Balikpapan, Banjarmasin dan
Kapuas.

8. P E N U T U P

Janji Keselamatan Hidup Kekal di
Sorga bagi Pengikut-Pengikut Kristus

KESELAMATAN, adalah pokok sasaran bagi setiap
orang. Keselamatan bagi dirinya, keselamatan bagi
keluarganya, keselamatan bagi harta benda kekayaannya,
dan seribu satu macam keselamatan. Semuanya itu ada-
lah menjadi pokok utama kebahagiaan hidupnya.

Bagi setiap orang yang beragama, keselamatan itu ti-
dak hanya berhenti pada batas kehidupan duniawinya
saja, tetapi juga keselamatan bagi rohaninya, terhindar
dari pengaruh berbuat dosa, pengaruh berbuat kejahatan
Keselamatan rohaninya penuh bervariasi kasih-sayang,
semuanya adalah untuk Keselamatan hidup di alam
Sorgawi.

Jika sekiranya Adam dan Hawa tidak berbuat salah
jatuh ke dalam dosa, maka manusia akan tetap tinggal da-
lam sorga dengan kehidupan yang kekal.

Tetapi karena dosa Adam dan Hawa, melanggar la-
rangan Tuhan, menyebabkan manusia, dimulai dari Adam
dan Hawa dikeluarkan dari kehidupan yang kekal itu, ke
alam dunia, dengan kehidupan yang fana--tidak kekal--
yaitu mengalami maut, kematian rohani.dan kematian jas-
mani. Kehidupan yang fana dengan kematian rohani
dan jasmani inilah merupakan dosa Adam dan Hawa
yang kita warisi, diwarisi oleh semua umat manusia di
dunia ini, diwarisi oleh saya dan saudara.

Tetapi Allah yang Rahmani dan Rahimi itu, tidak
membiarkan kita untuk tetap mati rohani terpisah dengan
Allah dan Dia berjanji akan memberikan kehidupan yang
kekal kembali di alam sorgawi, sebagaimana Adam dan
Hawa semula dljadikan.

Tindakan pertama:

Allah ber-firman melalui lidah para nabi dahulu kala,
agar manusia menjadi orang yang taat kembali kepada
Allah, menuruti Hukum-hukum-Nya, antara lain Taurat
dan Kitab para nabi. (Ibrani 1: 1a).

Tindakan kedua:

Allah menjadikan Firman-Nya itu, dalam kehidupan
seorang manusia, yaitu Jesus Kristus, yang disebut
juga "Firman yang Hidup" (Kalimatil hayawaht), de-
ngan kata lain disebutkan juga sebagai "Anak Tungga!
Bapa" (Ibrani 1:1 b, Yohanes 1:1, 14, 1 Yohanes. 1:1 )

Tindakan ketiga:

Allah memimpin umat manusia dengan Rohulkudus,
yaitu Roh Allah itu sendiri untuk memberikan
pertolongan bimbingan (taufik dan hidayaht) umat di
dunia ini, agar mentaati segala firman Allah yang telah
tertulis dalam Alkitab dewasa ini.

Maka bagi orang-orang yang mentaati itu semua,
dijanjikan untuk kembali mendapatkan kehidupan
yang kekal di alam sorgawi sebagaimana asalnya
Adam dan Hawa dijadikan.

Perlu dicatat:

* "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,
sehingga la telah mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepa-
da-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup
yang kekal."               (Yohanes 3:16).

"Siapa yang percaya dan dibaptis akan dise-
lamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan
dihukum".                (Markus 16:16)

Jesus mengatakan:

"Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup,
dan mempunyainya dalam segala kelimpahan."
(Yohanes 10:10).

Jesus mengatakan:

"Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa
sampai pada akhir zaman." (Matius 28:20).

"Hai orang-orang Galilea, mengapakah kau berdiri
melihat kelangit7 Jesus ini, yang terangkat ke
sorga meninggalkan kamu akan datang kembali
dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia
naik ke sorga".

(Kis 1 :11)
Dalam hal ini Jesus mengatakan:

"Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manu-
sia datang dalam awan dengan segala kekuasaan
dan kemuliaannya.'' (Lukas 21:27).

Catatan: Kedatangan Jesus Kristus (Isa Almasih) yang
kedua kalinya ini, tidaklah hanya diwartakan da-
lam Alkitab, tetapi juga ditunjang kebenarannya
berita ini dan dipercayai oleh kaum Muslim
yang sangat jelas sekali diwartakan dalam
Hadits ucapan-ucapan Muhammad antara lain
dapat dibaca kembali pada halaman 38 dalam
buku ini. sebagai Hakim yang Adil.

Empat janji Allah yang memberikan jaminan kepada kita:

1. Mendapat kehidupan yang kekal kembali kedalam
sorga, sebagaimana asalnya Adam dan Hawa
dijadikan.

2. Untuk mendapatkan hak Hidup Kekal dan Keselamat-
an Sorgawi ini, orang wajib percaya akan Jesus
Kristus, dan menjadi pengikutnya yang setia serta
dibaptiskan.

Setiap pengikut Kristus dijanjikan akan mendapat se-
gala kelimpahan hidup, baik dari segi rohaninya
maupun dari segi jasmani dan materinya, berupa ber-
kat-berkat dari sorga, Setiap pengikut Kristus, akan ti-
dak merasakan berkekurangan,tetapi selalu akan me
rasakan berkecukupan atau berkelimpahan.

4. Juga Allah menjadikan, bahwa Roh Allah Atau
Rohulkudus itu akan menyertai setiap orang yang
mengaku percaya, menjadi pengikut Kristus itu setiap
saat senantiasa, dimanapun ia berada, hingga pada
kesudahan alam. Jika dalam kehidupan kita sehari-
hari Allah senantiasa beserta kita, tidak ada setan atau
iblis manapun juga yang dapat mengalahkan dan me-
nipu kita.

Sebab itu, wahai saudara-saudaraku yang kekasih:

Marilah .... Bertindaklah sekarang juga. Berbuatlah
dan ambillah suatu keputusan yang nyata untuk
mendapatkan Keselamatan yang dijanjikan itu, yaitu
terimalah Jesus Kristus bertahta didalam hati saudara,
agar kita pada kehidupan yang kedua nanti akan tetap da
diberikan kepada manusia yang olehnya kita da-
lam keadaan sejahtera aman dan damai di dalam Dia, hidup=20
bersama Allah dalam alam sorgawi yang kekal abadi itu.

   Kesempatan yang baik ini jangan diabaikan. Jangan
tunggu besok apa yang dapat dikerjakan sekarang. Besok
.....mungkin sudah terlambat, pintu pertobatan tertutup,
dan penyesalan tidak akan berkesudahan sepanjang
masa dalam derita penghukuman. Sekarang juga,
datanglah dengan hati yang tulus, menerima Jesus
Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, untuk
dapat memasuki pintu sorga Keselamatan Hidup yang
Kekal itu untuk selama-lamanya.

Ingatlah, bahwa:

  KESELAMATAN tidak ada didalam siapapun juga
  selain di dalam DIA (Jesus Kristus), sebab diba-
  wah kolong langit ini tidak ada nama lain yang
  diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
  diselamatkan" (Kisah Rasul 4:12).

Hormat dan Salam Kasih dalam
Jesus Kristus,

Hamran Ambrie

-  Jakarta, Nopember 1978/1979




From juri@macc.wisc.edu Tue Nov  9 16:54:43 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA11110; Tue, 9 Nov 93 16:54:42 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 16:50 CDT
Received: from lobby.ti.com by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 16:49 CDT
Received: by lobby.ti.com (5.65c/LAI-3.2) id AA13490;
          Tue, 9 Nov 1993 16:49:27 -0600
Message-Id: <199311092249.AA13490@lobby.ti.com>
Date: Tue, 9 Nov 93 16:49:26 CST
From: (Eng Go) 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: Riwayat HA (1/2) (trims)
To: (fica-net) 
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
X-Mailer: ELM [version 2.2 PL16]
Status: RO


Tanggapan HA (1)

Salam,

Sekali lagi terima kasih sdr. Charles utk ketekunan dan
pengurbanannya dalam mengutibkan riwayat hidup almarhum Hamran
Ambrie di fica-net.  Riwayat hidup beliau sungguh memberikan banyak
pelajaran pada saya secara pribadi.  Saya sungguh kagum akan
keberanian beliau dalam mencari kebenaran hidup yang hakiki itu. 
Saya jadi teringat akan ucapan seorang tokoh Kristen Indonesia
dalam menanggapi masalah HKBP, kurang lebih kayak gini (maaf, saya
lupa persisnya) -

     Setiap orang menginginkan kebenaran berpihak padanya, tapi
     tidak setiap orang berani berpihak pada kebenaran.

Kalimat diatas tsb., sangat betul dalam karakter hidup bapak Hamran
Ambrie, beliau berani keluar dari "kotak" hidupnya, dan dengan
segala resiko, beliau memutuskan berpijak dan berpihak pada
kebenaran.  Rupanya tuntutan beliau kepada Allah utk menjawab
pertanyaan2 yg ada dalam kalbu hatinya sangat tinggi; bagaimana
dari konteks pemikiran Islam beliau menuntut Allah untuk menjawab
konsep-konsep yg sangat sulit, bahkan untuk umat Kristen sendiripun
konsep ini sering ditemukan abstrak (mis: Tritunggal, keTuhanan
Yesus, kematian dan kebangkitan Yesus, keaslian Alkitab).  Kembali
Allah memenuhi janji FirmanNya, yi Dia menjawab mereka yang
mencariNya dengan sepenuh hati.

Dalam membaca riwayat hidup beliau, saya juga merasakan suatu sikap
bathin dari beliau yang masih mengasihi sahabat-sahabat lamanya. 
Beliau meninggalkan iman Islamnya dan memutuskan untuk mengikut
Kristus, namun tetap masih menghormati dengan setinggi-tingginya
rekan2 lamanya yang masih Islam.  Terbaca juga dalam riwayat hidup
tsb. akan tantangan yang beliau hadapi setelah beliau memutuskan
mengikut Kristus (walau tidak beliau ceritakan secara detail, krn
saya kira sikap yang tetap menghormati sesama), yi tekanan2 yang
beliau terima dari lingkungan masyarakatnya, misalnya fitnahan
seperti pindah agama krn hanya sekedar utk sebungkus "supermie",
dlsb.

Saya sungguh kagum dengan beliau, karena jelas dari tulisan kisah
hidup tsb., beliau tidak membabi buta memperbandingkan dan
mempermalukan agama satu dengan agama yang lain (yang mana sering
menjadi tendensi manusia, khususnya kalau terbawa oleh perasaan,
yang sering ditambah oleh keinginan untuk lebih populer).  Bahkan
beliau berani tampil dalam lingkungan masyarakatnya dengan warna
iman yang jelas dan menyamai dirinya sebagai putra tanah-air
bersama dengan saudara2 sebangsa lainnya (yg telah berjuang
bersama-sama putra tanah air lainnya, mempertaruhkan nyawa di medan
pertempuran).

Juga dari catatan tambahan dalam penutupan kisah itu, saya juga
kembali dihimbau, yi ternyata bahwa kerukunan manusia bisa
terjangkau asal kita mau saling menghormati.  Dalam suatu
masyarakat yang majemuk, kita perlu dialog.  Dialog adalah
merupakan aset penting dalam suatu masyarakat, khususnya masyarakat
yang telah memutuskan (commit) untuk hidup dalam suatu batasan
tujuan bersama demi kepentingan bersama (sedih sekali banyak sekali
oknum yang selalu mencari kepentingan sendiri).  Kembali di
motivasi dan dituntut oleh kebenaran yang telah beliau ketemukan
(di dalam Yesus Kristus), beliau berani membuka diri berdialog
dengan para ahli dan pemuka agama Islam yang terkenal pada saat
itu.


--
salam,

Kie Eng


From juri@macc.wisc.edu Tue Nov  9 17:02:10 1993
Return-Path: 
Received: from wigate.nic.wisc.edu by tesla.ece.wisc.edu (4.1/25)
	id AA11137; Tue, 9 Nov 93 17:02:09 CST
Received: from Expander by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 16:54 CDT
Received: from lobby.ti.com by wigate.nic.wisc.edu; Tue, 09 Nov 93 16:53 CDT
Received: by lobby.ti.com (5.65c/LAI-3.2) id AA13737;
          Tue, 9 Nov 1993 16:53:13 -0600
Message-Id: <199311092253.AA13737@lobby.ti.com>
Date: Tue, 9 Nov 93 16:53:12 CST
From: (Eng Go) 
Sender: juri@macc.wisc.edu
Subject: riwayat HA (2/2) (trims)
To: (fica-net) 
Expansion-Of: fica-net@wigate.nic.wisc.edu
X-Mailer: ELM [version 2.2 PL16]
Status: RO



Tanggapan HA (2)

Ijinkan saya juga untuk sedikit membuka diri dan bercerita
bagaimana pentingnya dialog ini dalam hidup suatu masyarakat,
khususnya masyarakat yang majemuk.  Seperti kita ketahui bahwa
beberapa kali di fica-net ini terjadi diskusi (dialog) terbuka
antara kita (umat Kristen) dengan rekan-rekan umat Islam yang
terdaftar di fica-net.  Dialog2 tsb. diminta utk stop oleh admin,
krn bagi beberapa peserta telah memancing emosi dan sikap "panas"
(perlu sering-sering mandi pagi nich).  Setelah dialog itu distop,
seorang rekan Islam, sdr Edvin Aldrian (tepatnya), terus
melanjutkan dialog pribadi dengan saya melalui jalur email pribadi. 
Kalau rekan2 baca ulang tulisan2 saya dalam dialog terbuka tsb.,
banyak yang memberikan kesan "keras" dan "emosi".  Dalam proses
dialog pribadi ini, ternyata saya diajar oleh Tuhan.  Saya belajar
berdoa untuk sdr. Edvin.  Perlu saya akui bahwa pertama-tama doa
saya itu sering tidak tulus, terutama perlu diingat juga bahwa saya
ini Cina, yang tanpa saya sadari dan tanpa saya maui, saya ini
sudah diwarisi dengan suatu sikap mental oleh lingkungan saya untuk
tidak "bersahabat" dengan pribumi apalagi yang Islam.  (saya tidak
heran kalau sdr. Edvin juga ada sedikit mengalami hal ini, dimana
mungkin dia bisa lebih dewasa dalam hal ras ini dibanding saya). 
Perlu juga saya akui dalam proses dialog ini, saya seringkali
"emosi" dan kecewa dan frustrasi dst... dst..., karena jawaban yang
saya terima, saya rasakan sangat sepihak membabi buta meng-
invaliditaskan fakta2 sejarah dlsb.... (saya juga tahu dengan pasti
bahwa sdr. Edvin pasti merasakan hal yang sama dalam membaca
tanggapan2 saya).  Perlu juga saya akui bahwa dalam proses dialog
ini saya banyak menemui dimensi baru dari iman Kristen saya (krn
harus banyak baca cari informasi), dan juga mungkin kadang saya
ragu dan terintimidasi (apalagi beberapa kali tulisan saya
ditayangkan di isnet; kuatir akan dikeroyok orang sekampung).

Lalu beberapa hari yang lalu saya menerima surat dari sdr. Edvin,
menyatakan bahwa dialog kita harus distop, krn dia harus kembali ke
tanah air (sudah selesai sekolah).  Pada waktu membaca surat tsb.,
baru saya sadar bahwa ternyata antara saya dan dia sudah ada suatu
tali persahabatan yang cukup baik.  Bahkan dia dengan tulus
memberikan tawaran untuk bersinggah ke tempatnya di Indonesia
(alamat dan nomor telp segala; hal seperti ini hanya datang dari
seorang sahabat).  Pada waktu membaca surat itu, baru juga saya
teringat bahwa belakangan ini saya sudah bisa berdoa untuk dia
dengan hati yang penuh damai; saya tidak lagi menganggap dia
sebagai seorang pribumi yang Islam dan saya seorang Kristen yang
Cina; melainkan saya melihat bahwa kami berdua adalah sama-sama
insan yang dikasihi Allah (terasa percikan sinar kasih Yesus yang
ingin Dia komunikasikan pada dunia ini).

Dari pengalaman ini, baru saya mengerti bahwa dialog itu penting
dan perlu; dalam berkomunikasi kita semua akan melihat ruangan-
ruangan dalam hati masing-masing yang masih bisa diisi.

Sekian dulu, dan sekali lagi terima kasih sdr. Charles.  Marilah
kita memberanikan diri untuk berdialog dan membuka hati.  Tuhan
berkati.

-- 
salam,

Kie Eng