10 Alasan mengapa saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah
Telah dikatakan bahwa Alkitab bukanlah sebuah
buku pelajaran ilmu pengetahuan. Memang ini benar. Alkitab merupakan kisah
tentang keselamatan. Sekalipun demikian, karena Allah adalah pengarangnya, jadi
bilamana Alkitab menyinggung segi-segi ilmu pengetahuan atau peristiwa-peristiwa
sejarah, maka apa yang ditulis pastilah tepat dan benar. Sekali lagi di sini
Kitab Suci membuktikan kenyataan itu dengan jelas bahwa Allah adalah
pengarangnya.
Ilmu bumi menyatakan kepada kita bahwa dunia ini
berusia sangat tua. Kenyataan ini sangat sesuai dengan apa yang tertulis pada
permulaan kitab Kejadian. Penciptaan bumi adalah "pada mulanya".
Tetapi apa yang tertulis dalam kitab Kejadian memperkuat penemuan-penemuan
geologi bahwa Allah Yang Mahabesar telah menciptakan segala isi bumi ini.
Para ilmuwan, juga telah memperkuat kebenaran
dari semua urutan kejadian penciptaan bumi selama enam hari seperti yang
disebutkan dalam kitab Kejadian pasal satu. Bukti-bukti kuat yang menopang
hal ini telah ditemukan dan dengan demikian menyokong kejadian-kejadian
dalam Alkitab tentang pembagian terang dan gelap, pembagian lapisan udara,
pemisahan antara lautan serta daratan, dan lain-lain. Tentu saja kita
mengakui bahwa kejadian-kejadian yang ditulis dalam kitab Kejadian ini
ditulis oleh Musa. Tetapi bagaimana ia dapat mengetahui peristiwa yang tak dapat
dilihat, namun ajaib ini, secara tepat? Jawaban satu-satunya yang dapat
memuaskan kita ialah bahwa Allah memimpin dan memberi petunjuk kepada Musa.
Meskipun telah terjadi perdebatan antara evolusi
dan wahyu selama bertahun-tahun, namun sekarang banyak orang mengakui
bahwa apa yang dinyatakan dalam kitab Kejadian tentang penciptaan pelbagai jenis
makhluk hidup itu benar. Musa juga menulis bahwa semua ciptaan harus berkembang
biak "menurut jenisnya". Dewasa ini, kita tahu betul bahwa tumbuh-tumbuhan
dan binatang tidak mungkin berkembang biak, kecuali dalam kelompok yang sejenis.
Juga tidak ada hal-hal seperti "perubahan sifat-sifat yang
dimiliki". Ditinjau dari sudut penemuan-penemuan terakhir ilmu
pengetahuan, apa yang ditulis dalam Kitab Suci mengenai proses penciptaan tak
dapat disangkal kebenarannya. Memang ada beberapa pernyataan luar biasa dalam
Alkitab, tetapi tak ada satu pernyataan pun yang perlu diperbaiki kembali,
bahkan di bawah penyelidikan ilmu pengetahuan yang termodern pun. Bagaimana Musa
dapat mengetahui semua hal ini?
Menarik untuk dicatat bahwa enam belas unsur yang
terdapat dalam susunan tubuh manusia juga terdapat pada debu tanah yang ada di
bumi kita ini. Anda ingat bahwa Musa menyatakan bahwa Allah mengambil debu tanah
dan membentuk manusia.
Juga, meskipun Alkitab ditulis bukan pada jaman
ilmu pengetahuan, di mana manusia mempunyai teori-teori yang salah, tetapi
dalam Kitab Suci kita tidak menemukan satu kesalahan pun secara ilmu pengetahuan.
Pada jaman Nabi Yesaya, orang-orang percaya bahwa bumi itu berbentuk datar.
Tetapi nabi ini menuliskan berdasarkan ilham Allah, menentang kepercayaan umum
dan menyatakan bahwa bumi itu berbentuk bola (Yesaya 40:22).
Nabi Ayub, mungkin merupakan salah satu penulis
yang paling tua dalam Kitab Suci yang membuat beberapa pernyataan yang
mengherankan bila ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan masa kini. Ia menulis
tentang "sumber laut" (Ayub 38:16), yaitu suatu fakta yang ditemukan
kemudian. Ia juga membicarakan bahwa "intensitas cahaya dapat diukur dengan
intensitas suara" (Ayub 38:7), sesuatu misteri ilmu pengetahuan yang baru
diketahui orang belakangan ini. Fakta-fakta ilmu pengetahuan lain,
misalnya manfaat dari hujan salju (Ayub 38:22); dan peranan kilat pada waktu
hujan juga diajarkan (Ayub 38:25,26). Namun demikian, hanya dengan alat-alat
yang termodern kita baru dapat membuktikan kebenaran fakta-fakta itu. Nah,
bagaimana Ayub dapat mengetahui semua hal itu, kecuali bila Allah yang
memberitahukan rahasia itu kepadanya?
Para ahli kedokteran belum lama mengetahui
pentingnya peredaran darah. Tetapi Anda ingat bahwa Musa telah menulis bahwa
"nyawa makhluk ada di dalam darahnya" (Imamat 17:11). Bersamaan dengan
hal ini, ada pernyataan dari Rasul Paulus yang mengatakan (Kisah para Rasul
17:26) bahwa golongan-golongan darah yang sama terdapat pada semua bangsa
di dunia ini, dan bahwa warna kulit kita tidak mempengaruhi susunan kimia dari
darah. Hal ini juga baru akhir-akhir ini diketahui. Yang juga mengherankan
ialah pengetahuan Musa tentang prinsip pemeliharaan kesehatan (Imamat 13) dan
susunan makanan (Imamat 11).
Berulang kali Kitab Suci menyinggung kejadian-kejadian
dalam sejarah. Kejadian-kejadian ini ditulis sebagaimana adanya selama
1.600 tahun lebih. Secara terus-menerus hal-hal ini berhubungan
dengan bangsa-bangsa, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa
yang terjadi di lingkungan mereka. Sekali lagi, di sini ketepatan tulisan mereka
membuktikan bahwa Allah adalah pengarangnya dan pemeliharanya.
Banyak sekali bahan penyelidikan yang menyangkut
ilmu purbakala tersedia bagi mahasiswa sekarang. Penyelidikan yang saksama
terhadap bukti-bukti ini memberi kepastian bahwa peradaban yang mula-mula
sudah memiliki intelegensi dan kebudayaan yang tinggi. Tentu saja, Alkitab
menyetujui pernyataan ini, dan mengajarkan bahwa Allah menciptakan (Kejadian
1:27, 31) Adam sebagai seorang manusia yang penuh dengan hikmat dan kecakapan.
Hal ini sangat bertentangan dengan teori yang mengatakan bahwa manusia berasal
dari ciptaan yang tak beradab yang kemudian secara perlahan-lahan
memperoleh kecakapan dan budi pekerti.
Yang lebih menarik perhatian kita ialah tentang
bertambahnya informasi yang ditemukan mengenai air bah yang terjadi pada jaman
Nuh. Banyak sekali penemuan ahli purbakala di pelbagai tempat kuno menunjukkan
secara jelas tentang perubahan besar dari lautan yang menghancurkan kehidupan,
tumpukan tulang belulang manusia, dan binatang dalam keadaan sangat
membingungkan, berada dalam lapisan-lapisan lumpur yang tebal. Apalagi
kalau bukan air bah yang telah dikatakan dalam kitab Kejadian?
Beberapa waktu yang lalu suatu tim penyelidikan
dikirim ke Kota Ur-Kasdim, suatu tempat yang ditulis dalam kitab Kejadian.
Pengamatan ini juga menambah keotentikan cerita Alkitab. Jelaslah bahwa kota itu
pernah menjadi salah satu tempat pemujaan berhala, walaupun memiliki kebudayaan
yang tinggi. Pada salah satu prasasti diketemukan nama Abraham. (Tapi tidak sama
dengan Abraham dari Alkitab.)
Di Mesir, kita menemukan bahan-bahan bukti
mengenai tempat tinggal orang-orang Ibrani. Setidaknya pada salah satu
reruntuhan, ada perbedaan bahan bangunan, seperti batu bata yang dibuat dari
jerami, batu bata yang dibuat dari tunggul gandum, dan batu bata yang dibuat
tanpa jerami (Keluaran 5). Kota Yerikho juga telah digali kembali dan terbukti
bahwa tembok pada kota yang termasyhur itu benar-benar runtuh (Yosua
6:20), dan runtuh ke arah luar. Kota itu habis terbakar (Yosua 6:24), dan contoh-contoh
dari bahan yang terbakar itu dipamerkan. Menarik juga bahwa salah satu bagian
tembok tidak runtuh (Yosua 2:15, 6:22).
Waktu tidak berhasil menyebutkan semua peristiwa ini, namun masih ada banyak
bukti. Tidak hanya dalam hal yang berhubung an dengan peristiwa-peristiwa dan orang-orang
yang hidup dalam jaman
Perjanjian Lama, tetapi juga sejumlah besar bukti yang menguatkan peristiwa-peristiwa
yang terjadi pada masa Perjanjian Baru. Di pihak lain, Alkitab tidak pernah
kedapatan mengandung sesuatu hal yang salah.
Salah paham dan kekurangan memang ada, tetapi hasilnya selalu merupakan
suatu tanda kemenangan bagi
Kitab Suci.
Tidak ada seorang pun yang berani mengingkari
bahwa nubuat merupakan hak Allah sepenuhnya. Tidaklah mungkin bagi siapa pun
untuk menyingkap tirai waktu dan mengetahui kejadian-kejadian yang akan
terjadi di masa depan. Ada sejumlah orang telah mencobanya, tetapi hasilnya
sangat tidak masuk akal. Manusia seakan-akan berdiri di depan tembok
kebodohan yang tak dapat diserang. Manusia bahkan tidak dapat meramalkan setiap
peristiwa yang akan terjadi pada jam yang akan datang. Dan hanya orang yang
paling bodohlah yang berani menerbitkan sebuah buku mengenai masa depan. Manusia
tidak mungkin mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Di pihak lain, Alkitab dengan penuh keberanian
dan keyakinan memberikan beribu-ribu nubuat. Tidak secara samar-samar
dan umum, tetapi dengan ketepatan yang terinci. Ternyata lebih dari 25 % dari
semua bahan yang terdapat dalam Kitab Suci berupa nubuat pada waktu ditulis. Ada
beberapa nubuat yang ditulis 1.500 tahun sebelum nubuat itu digenapi, yang lain
ada yang 700 sampai 1.000 tahun. Tetapi dalam ratusan kasus, nubuat-nubuat
tersebut telah digenapi dengan tepat. Tidakkah hal ini membuktikan dengan pasti
bahwa bukan manusia, tetapi Allahlah yang mengarang Kitab ini?
Sebagian besar dari isi Alkitab menceritakan
nasib bangsa Israel yang berubah-ubah. Dengan sendirinya ada banyak nubuat
mengenai mereka. Kepada Abraham (Kisah para Rasul 7:6), bapak leluhur bangsa
Israel, diberikan nubuat-nubuat mengenai tempat tinggal bangsa Israel di
Mesir. Lamanya mereka tinggal (Kisah para Rasul 7:6) dan cara mereka pergi dari
Mesir juga disebutkan (Kejadian 15:13,14). Perlakuan yang kejam orang Mesir
terhadap mereka juga dinubuatkan, dan pahala yang akan mereka terima setelah
mereka meninggalkan negeri itu. Semua hal ini kini telah menjadi sejarah, tetapi
boleh dikatakan, bahwa setiap nubuat yang ada dalam Alkitab itu benar-benar
digenapi.
Nubuat-nubuat lain mengenai bangsa Israel
juga benar-benar nyata. Pengembaraan mereka yang berat di padang gurun (Kejadian
50:24) dinubuatkan dan juga masuknya mereka (Kejadian 50:24) ke Tanah Perjanjian.
Begitu juga dengan berkat-berkat yang mereka terima (Ulangan 28) karena
ketaatan dan hukuman-hukuman yang akan mereka terima karena ketidaktaatan.
Nabi-nabi mereka membicarakan tentang penawanan mereka (Ulangan
28:49-62) dan penyebaran mereka (Ulangan 28:63-68) di antara bangsa-bangsa
di seluruh dunia. Nubuat-nubuat ini, sekarang sudah digenapi dan tidak
dapat dijelaskan dengan dasar apa pun, selain bahwa Allah sendiri yang
memberikannya.
Nubuat Alkitab membicarakan tentang ramalan-ramalan
yang mengerikan terhadap kota-kota besar dan sangat kuat pada puncak
kekuasaan mereka. Ketika Babel masih merupakan kota yang terbesar di dunia,
sudah dinubuatkan bahwa kota ini akan menjadi hancur sama sekali (Yesaya 47).
Begitu pula dengan Niniwe, sebuah kota besar lain, dan merupakan pusat dari
suatu kerajaan yang tak terkalahkan. Akhirnya Niniwe (Nahum) harus mengalami
kehancuran, rakyatnya terpencar dan tempat di mana kerajaan itu dulu didirikan
telah dilupakan orang. Mahasiswa-mahasiswa sejarah sadar akan penggenapan
secara tepat tentang nubuat-nubuat.
Nubuat-nubuat lain termasuk Kerajaan Tirus
(Yehezkiel 26-28) dan Sidon (Yehezkiel 28:20-24). Kedua kerajaan ini
dinubuatkan akan mengalami kehancuran, tetapi Kerajaan Tirus akan sama sekali
dilupakan orang. Kita tahu bahwa Sidon yang modern masih ada sampai sekarang,
tetapi kita sama sekali tidak sanggup menentukan lokasi Kerajaan Tirus. Hal yang
lebih menarik perhatian kita ialah nubuat-nubuat tentang nasib bangsa-bangsa.
Mesir (Yehezkiel 29-32), yang ada waktu itu merupakan kerajaan yang megah
di sepanjang Sungai Nil, dinubuatkan akan mengalami penghinaan dan penurunan
derajat pada abad-abad mendatang. Edom (Yehezkiel 25:12-14),
Kerajaan Israel bagian Timur juga dinubuatkan akan mengalami kehancuran. Memang
sangatlah sulit untuk mendapatkan kembali bekas-bekas kota-kota
Kerajaan Edom, yang dahulu makmur itu.
Nubuat-nubuat Alkitab yang lain
membicarakan tentang kerajaan baru yang akan bermunculan di dunia. Sementara
Daniel berada di Kerajaan Babel, ia diberi karunia untuk dapat melihat
kemunduran kerajaan yang hebat itu (Daniel 5:24-28). Pemerintah-pemerintah
baru akan bermunculan dan berjatuhan sepanjang abad. Ciri-ciri mereka juga
dijelaskan. Kebanyakan telah terjadi di masa lalu. Namun demikian, kuasa dari
nubuat-nubuat ini dan penggenapannya cukup meyakinkan, bahkan untuk hal-hal
yang paling meragukan sekalipun.
Bagian-bagian lain dari Alkitab berbicara
tentang ciri-ciri dari jaman di mana kita hidup. Jaman gerejani merupakan
salah satu di antaranya, sementara kabar Injil diberitakan, tidak semua orang
mau menerimanya (Matius 13:18-23). Israel (Matius 13:44) merupakan harta
yang terpendam dan jemaat yang benar (Matius 13:45,46) bertumbuh seperti sebutir
mutiara yang sangat berharga. Pada jaman jaman tertentu, kehidupan beragama,
dinubuatkan akan mencapai puncaknya pada suatu jaman ketika gereja-gereja
(Wahyu 3:14-19) akan diberkati dengan banyak harta benda, tapi Kristus
dikesampingkan. Ciri-ciri yang dilukiskan secara terinci oleh nubuat-nubuat
ini dapat dilihat dengan jelas di sekeliling kita dewasa ini.
Tentu saja demonstrasi terbesar dari nubuatan dan
penggenapannya dalam Alkitab, ditemukan dalam banyak nubuat yang secara terinci
dipusatkan dalam pribadi dan karya Tuhan Yesus Kristus. Sejak halaman pertama (Kejadian
3:15) Alkitab, nubuat-nubuat itu sudah mulai diungkapkan. Dua peristiwa
tentang kedatangan Kristus sudah dinubuatkan, pertama tentang kedatangan-Nya
dalam kehinaan dan kedatangan-Nya yang kedua kalinya dengan penuh kuasa.
Lampu nubuat bersinar terang lagi ketika
Juruselamat yang dijanjikan akan datang dari keturunan Abraham (Galatia 3:16),
dan dari keturunan suku Yehuda (Kejadian 49:10). Selanjutnya, tempat kelahiran-Nya
juga disebutkan, yaitu Kota Betlehem (Mikha 5:1) di Tanah Yudea. Perhatikanlah
bahwa (Yesaya 40:3) waktu kedatangan Juruselamat pertama kali telah diberitakan
ratusan tahun yang lalu sebelum kedatangan-Nya. Bagi barangsiapa yang
menyangsikan kebenaran dari kuasa nubuat yang adikodrati ini, biarlah ia
berusaha untuk menirunya dengan meramalkan bangsa, waktu, tempat, dan sifat-sifat
seseorang yang akan dilahirkan lima ratus tahun lagi atau lima tahun lagi.
Tetapi bukan itu saja yang dinubuatkan mengenai
kedatangan Yesus Kristus. Penderitaan (Yesaya 53) yang harus diterima-Nya
diterangkan dengan terinci. Meskipun Ia Anak Allah, tetapi bangsa Israel tidak
melihat adanya kemuliaan di dalam diri-Nya; Ia dihina dan ditolak. Ia
menjadi seorang manusia yang harus merasakan segala penderitaan dan kepedihan.
Malahan penolakan ini mencapai puncaknya (Mazmur 22) dalam suatu cara kematian
yang kejam. Setelah Ia dikhianati (Zakharia 11:13) oleh salah seorang murid-Nya
seharga 30 uang perak, Ia kemudian dibawa seperti seekor domba yang akan
disembelih untuk diadili, dan akhirnya dipermalukan, direndahkan, dan disalibkan.
Dalam kematian ini tubuh-Nya ditikam (Zakharia 12:10), namun tidak ada
satu tulang pun yang patah (Mazmur 34:21), diberi minum empedu dan air cuka,
diejek oleh musuh-musuh-Nya, dan Ia akan menjadi Pengantara bagi
orang-orang berdosa.
Seseorang telah mengorbankan banyak waktu untuk
menyelidiki secara matematis tentang kemungkinan bahwa nubuat-nubuat ini
terjadi hanya secara kebetulan saja. Tidak ada kemungkinan untuk itu. Bukankah
Anda benar-benar telah melihat bukti-bukti yang sama sekali tidak
dapat disangkal yang diberikan oleh nubuat yang telah digenapi itu? Hanya Allah
sendiri yang sanggup menubuatkan apa yang terjadi di masa depan. Oleh karena itu,
tanda-tanda ini menjadi bukti yang nyata bahwa Kitab Suci itu adalah firman
Allah yang ditulis berdasarkan ilham Roh Kudus dan sempurna.
Suatu kenyataan bahwa kita sekarang masih
memiliki Alkitab adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Bila kita perhatikan
sejarahnya yang penuh dengan perlawanan dan penganiayaan sepanjang abad, kita
merasa heran mengapa Alkitab masih tetap ada sampai sekarang. Bukan hanya orang-orang
jahat yang mengkritik Alkitab, tetapi Kitab ini sangat dibenci oleh Iblis dan
kuasa-kuasa kejahatan. Namun demikian selidikilah Kitab itu sekarang.
Jelaslah bahwa Alkitab adalah Kitab yang terbesar di dunia pada masa ini.
Sejarah menceritakan kepada kita bahwa selama
berabad-abad kebencian manusia terhadap Kitab ini sangat kuat, kejam, dan
mengerikan. Setiap usaha yang memungkinkan telah dilakukan untuk melupakannya.
Kitab ini merupakan satu-satunya buku di antara semua buku di dunia di
mana manusia memutuskan untuk menghancurkannya sama sekali. Setiap cara
penghancuran yang dapat dipergunakan oleh kebencian manusia dipakai untuk
melawan Kitab Suci. Namun demikian dalam menghadapi aniaya yang tak ada
bandingannya ini, ternyata Alkitab tetap ada seperti sebelumnya.
Kita ingat bahwa tidak ada pasukan militer yang
pernah mempertahankan Alkitab, juga tidak ada bangsa yang berperang dengan
musuhnya untuk membela Alkitab. Malahan pernah terjadi kelihatannya hampir semua
orang bijaksana, orang-orang hebat dan berkuasa di dunia mencoba untuk
memusnahkannya. Banyak kota pada jaman purbakala pernah diterangi oleh api
unggun yang menyala dari Kitab Suci yang sedang dibakar. Dan selama berabad-abad,
orang dianggap melakukan perbuatan kriminal bila kedapatan membacanya. Salah
seorang Kaisar Roma, Diocletian, menghabiskan sebagian hidupnya untuk
memusnahkan Kitab ini. Dan begitu banyak Alkitab yang dimusnahkannya dan begitu
banyak orang Kristen yang dihukum mati sehingga ia memerintahkan untuk mencetak
medali-medali yang memproklamasikan bahwa agama Kristen telah mati.
Kebencian Iblislah yang berdiri di belakang semua
perlawanan manusia itu. Iblis mempunyai rencana jahat untuk menjatuhkan Alkitab.
Rencananya yang jahat ialah pemusnahan Kitab Suci sama sekali. Tetapi terhadap
musuh seperti ini, Allah Yang Mahabesar menjanjikan bahwa "perkataan-Ku
tidak akan berlalu". Inilah jawaban terhadap terpeliharanya Alkitab.
Renungkanlah rintangan-rintangan yang harus
diatasi Alkitab untuk tetap bisa bertahan. Ada sejumlah buku tak berharga yang
harus dikeluarkan dari dalam daftar buku-buku suci yang diakui gereja.
Banyak buku lain yang ingin dimasukkan ke dalam Alkitab. Ada yang merupakan
kebenaran sejarah. Ada yang ditinjau dari sudut moral sangat baik. Tetapi karena
buku-buku itu ditulis tidak dengan ilham Roh Kudus, maka tangan Allah Yang
Mahakuasa menolak kehadiran buku-buku itu dalam Alkitab dan Allah tetap
memelihara kesucian firman-Nya.
Pada jaman dulu Allah menjatuhkan hukuman
terhadap bangsa Yahudi dalam bentuk kalah perang dan penawanan. Sebagai akibat
dari dosa mereka, mereka diperbudak bangsa lain dan naskah-naskah Alkitab
yang berharga mungkin bisa hilang. Kemudian terjadilah sebuah krisis lain,
setelah kematian Kristus, Kota Yerusalem diratakan dengan tanah dan semua harta
bendanya habis terbakar. Namun demikian Kitab Suci tetap dilindungi oleh Tangan
Allah Yang Mahakuasa.
Setelah penghancuran Kota Yerusalem datanglah penganiayaan oleh bangsa Romawi. Diikuti dengan Abad Kegelapan di mana Alkitab sudah ada dalam bentuk satu kitab, tetapi Kitab ini disimpan dalam gereja-gereja dan biara-biara abad pertengahan yang pengap dan gelap. Peradaban menjadi mundur dan tidak salah lagi ini disebabkan oleh tidak beredarnya Alkitab. Namun kemudian pahlawan-pahlawan Reformasi bermunculan, dan yang pertama-tama mereka bebaskan ialah firman Allah. Mesin cetak ditemukan, mulailah orang-orang memperbaiki dan mencetak Kitab dari segala kitab itu bagi semua bangsa yang ada di dunia.
Tetapi penyerangan berlangsung terus, dan kali
ini berasal dari dalam. Timbullah musuh-musuh baru yang menyatakan bahwa
Alkitab adalah buku yang tidak berharga. Dengan menggunakan teknik-teknik
baru dari kritik yang merusak, mereka mencoba merusak kepercayaan orang akan
ilham dan keaslian dari Kitab Suci. Mereka secara salah menyatakan bahwa Alkitab
dibuat berdasarkan mitos, tidak tepat dalam catatan sejarah, dan kebenarannya
tidak berharga.
Tetapi, para pahlawan modern bangkit untuk
mempertahankan Kitab ini. Berkat penyelidikan tanpa mengenal lelah dari orang-orang
yang tidak mau disebutkan namanya, mereka dapat membuktikan bahwa Alkitab dapat
dipercaya dan benar. Para ahli purbakala yang telah menggali reruntuhan kuno,
menguatkan pernyataan ini. Berulang kali Kitab ini berhasil dipertahankan!
Seorang pengarang menulisnya begini: Misalnya ada
seseorang yang telah hidup di dunia
ini sampai hampir 1.900 tahun lamanya. Mungkin manusia ini telah sering
dibenamkan ke dalam lautan, tetapi tak dapat tenggelam. Mungkin manusia ini
telah sering dihadapkan dengan binatang-binatang buas, tetapi mereka sama
sekali tidak mampu memakannya. Bayangkan bahwa sering orang berusaha membunuhnya
dengan memberi minuman racun, namun ia tidak terpengaruh olehnya.
Lebih daripada itu, orang ini juga sering diikat
dengan rantai besi dan dikunci dalam penjara di bawah tanah, namun demikian ia
selalu sanggup melepaskan rantai-rantainya dan lari dari rumah tahanannya.
Mungkin berulang kali ia telah digantung sampai musuhnya mengira bahwa ia sudah
mati, akan tetapi ketika tubuhnya dilepaskan dari tiang gantungan, ia dapat
langsung berdiri dan berjalan kembali seperti tidak ada kejadian apa-apa
terhadap dirinya. Beratus-ratus kali dia dibakar pada tiang pembakaran
sampai seakan-akan ia telah hancur dimakan api dan secepat api itu padam,
ia akan melompat keluar dari abu dalam keadaan sesehat dan sekuat sebelumnya.
Orang semacam itu adalah manusia luar biasa,
suatu keajaiban dari segala keajaiban, merupakan keajaiban sepanjang abad. Akan
tetapi inilah bagaimana kita seharusnya menghormati Alkitab. Itulah yang telah
dialami oleh Alkitab. Alkitab telah dibakar, disobek, dibelenggu, dilempar ke
dalam laut, dibenci . . . namun Alkitab tidak pernah musnah. Tentu saja untuk
suatu sejarah keajaiban seperti ini hanya ada satu penjelasan. Kitab ini adalah
firman Allah yang hidup.
Riwayat terpeliharanya Kitab itu berlangsung
terus sampai hari ini. Alkitab tetap merupakan Kitab yang paling laku di masa
sekarang. Kitab ini telah dicetak ke dalam lebih dari seribu macam bahasa, dan
ratusan penerjemah pada saat ini sibuk berusaha menerjemahkannya ke dalam lebih
banyak bahasa lagi. Sejumlah besar Lembaga Alkitab sibuk mencetak berjuta-juta
buku untuk memenuhi permintaan yang luar biasa banyaknya, tetapi masih belum
mencukupi. Nah jawaban kita atas kepopuleran ini sekalipun ada banyak kebencian
dan aniaya yang tak ada bandingannya? Allah sendirilah yang telah menentukan
bahwa semua umat manusia di dunia harus sudah mendengar kisah tentang Anak-Nya
yang dikasihi-Nya.
Mungkinkah kuasanya begitu hebat? Itulah
masalahnya. Betulkah Alkitab dapat mengubah kehidupan kita? Kitab ini dinamakan
"Buku Baik", tetapi apakah Kitab ini mempunyai kuasa untuk mengubah
manusia yang jahat menjadi orang baik? Dapatkah Alkitab melepaskan mereka dari
belenggu dosa dan mengubah mereka menjadi warga negara yang terhormat dan benar?
Jika dapat, maka Alkitab adalah Kitab yang sungguh berbeda dibandingkan dengan
buku-buku yang lain.
Percayalah, tidaklah berlebih-lebihan bila
kita mengatakan bahwa berjuta juta mujizat telah terjadi dalam kehidupan manusia,
hanya dengan membaca Alkitab dengan hati yang terbuka. Alkitab memiliki kuasa
untuk mencapai lapisan yang paling bawah dalam masyarakat dan mengubah mereka
yang hidup sebagai pembunuh, pemeras, tak bermoral, dan pelacur menjadi manusia
yang suci, jujur, dan terhormat. Orang yang pengecut berubah menjadi pahlawan.
Yang lemah mendapatkan kekuatan. Orang yang suka berbuat jahat menjadi orang
yang suka berbuat baik. Semua itu disebabkan oleh kuasa dari Kitab ini. Kuasa
ini tidak hanya dinyatakan di antara orang yang tersesat dan dalam kesulitan.
Yang benar ialah bahwa di dalam dunia ini, setiap orang perlu keselamatan. Jadi,
firman Allah itu dapat masuk ke dalam hati orang kaya, orang terhormat, orang
yang berpendidikan, dan yang bermoral. Dan apa tujuannya? Kepada orang-orang
yang dinamakan "orang-orang baik" ini, Kitab Suci memberikan
suatu perubahan yang sama. Dengan Alkitab orang memperoleh pengampunan dosa,
menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri, rencana hidup yang benar,
menjalani hidup yang saleh, mengasihi orang lain, hidup serupa dengan Kristus,
hidup berkenan kepada Allah, dan menerima kehidupan yang kekal. "Orang-orang
baik" seperti ini menjadi anak-anak Allah.
Buku-buku lain tidaklah demikian. Pernahkah
Anda mendengar seseorang yang disebut sebagai sampah masyarakat, pemabuk,
memalukan keluarganya, dan pengacau sebelum ia mulai mempelajari buku matematika?
Pernahkah Anda mendengar suatu kesaksian yang mengatakan bahwa sekarang orang
yang memberi kesaksian itu merasa bahagia sepanjang hari, dan jiwanya penuh
dengan damai sejahtera serta sukacita sejak ia mempelajari sebuah buku tertentu
tentang ilmu bumi? Namun demikian, ribuan orang mengatakan bahwa kebahagiaan
yang baru mereka temukan itu berasal dari membaca Kitab yang ajaib ini.
Kuasa Kitab ini juga universal. Kitab ini telah
menyeberangi banyak lautan dan masuk ke setiap negara di mana manusia hidup.
Halangan-halangan suku bangsa dan bahasa yang berlainan itu tidak menjadi
persoalan. Baik bagi orang berkulit merah maupun orang berkulit kuning, bagi
yang berkulit hitam maupun yang berkulit putih, cerita tentang perubahan melalui
kuasa Kitab Suci tetap sama. Bilamana orang Timur mendengarkan kisah dari Kitab
itu, dan menerima Kristus ke dalam hati mereka, maka mereka berbuat hal yang
sama seperti yang dilakukan orang-orang Kristen di tempat-tempat
lain. Mereka meninggalkan dosa-dosa mereka dan mereka mulai menjalani
kehidupan yang benar. Dan bila Anda berkhotbah kepada bangsa Afrika yang masih
biadab dan tanpa busana, yang tinggal di pedalaman Afrika, tanggapan mereka
tetap sama. Mereka berhenti melakukan praktek-praktek kejahatan mereka,
mereka mulai belajar untuk mandi, mulai memakai pakaian, dan melakukan hal-hal
yang baik. Alkitab mempunyai kuasa yang sama di negara manapun juga.
Ke mana saja Kitab itu disebarkan, di situ
terjadi kemajuan hidup secara rohani. Alkitab telah membebaskan lebih banyak
orang-orang bukan Kristen sehingga menjadi orang yang mengenal Tuhan
daripada kekuatan-kekuatan lain di dunia ini. Berilah lingkaran pada
bangsa-bangsa yang sudah memiliki Alkitab, maka Anda akan mendapatkan
pembagian antara orang biadab dengan orang beradab, kaya dan miskin, antara
orang yang mementingkan diri sendiri dengan orang yang tidak mementingkan diri
sendiri, antara penindasan dengan kebebasan, antara hidup dengan bayangan
kematian. Tetaplah bersikap jujur, dapatkah kitab biasa yang dikarang seorang
manusia melakukan semua ini?
Di mana berita Injil disebarkan, di situ selalu
didirikan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Bilamana suatu bangsa
telah menerima kebenaran Kitab Suci, bangsa itu akan membangun rumah sakit untuk
perawatan orang sakit dan membangun rumah penampungan bagi mereka yang menderita.
Rumah-rumah menjadi lebih baik, anak-anak menjadi lebih bahagia, dan
masyarakat menjadi lebih sehat karena pengaruh Alkitab.
Izinkan saya juga membicarakan tentang para
utusan Injil. Kuasa apakah yang telah memanggil orang-orang ini dari rumah
mereka, memberkati mereka dengan sifat tidak mementingkan diri sendiri,
kemuliaan, dan keberanian, serta mengutus mereka sampai ke ujung bumi untuk
memberitakan Injil Kristus? Mengapa? Hal ini tidak lain karena kuasa dari Kitab
ini. Melalui ilham dari suara Allah yang berbicara dari setiap halaman dalam
Kitab Suci, puluhan ribu pemuda dan pemudi yang terbaik meninggalkan rumah dan
negaranya, untuk memberitakan kasih Allah yang tak terukur dalamnya kepada dunia
yang sesat dan berdosa ini.
Kita sering mendengar cerita-cerita
mengharukan yang menceritakan tentang kuasa pembaruan dari firman Allah yang
terjadi di dalam kehidupan seseorang. Halaman-halaman sejarah dipenuhi
dengan contoh-contoh dari kuasa Alkitab yang memberi keberanian, ilham,
dan tantangan. Coba renungkan, bila Anda merupakan salah satu dari para pahlawan
di jaman Romawi kuno, yang dengan rela menjadi martir daripada mengkhianati
Tuhan mereka. Nisan dari kuburan mereka itu penuh dengan kutipan-kutipan
ayat-ayat dari Kitab Suci yang menunjukkan sumber keberanian mereka.
Kelompok lain dari orang-orang yang berjasa
yang sangat mengasihi Alkitab lebih daripada kehidupan mereka sendiri, adalah
Bapak-Bapak Gereja yang mula-mula. Mereka itu adalah Polycarpus dan
Papias; Irenaeus dan Clement; Justin Martyr dan Tertullian; Ignatius dan Origen;
Athenasius dan Chrysostom. Semua orang ini termasuk orang-orang yang luar
biasa, semuanya dipenuhi dengan kasih yang hebat dan tak kunjung padam terhadap
firman Allah. Hati Anda akan merasa terharu bila Anda membaca riwayat hidup
mereka. (Carilah keterangan tentang mereka di perpustakaan.)
Dari abad ke abad ceritanya selalu sama. Orang-orang
besar, orang-orang baik, bangsawan, dan bijaksana, berpihak kepada Kitab
Suci. Apa yang telah menarik mereka? Apa yang menyebabkan mereka mengasihi
firman Allah lebih daripada kehidupan mereka sendiri? Hanya ada satu jawaban.
Hati mereka telah membenarkan bahwa Kitab ini membuktikan dan benar-benar
merupakan firman Allah yang hidup!
Ada banyak tokoh lain dan masing-masing
mempunyai hak untuk mendapat tempat di surga. Mereka ini adalah Augustine dan
Jerome. John Hus dan Savonarola, yang membayar kepercayaan mereka dengan nyawa
mereka. Selanjutnya di dalam kurunnya waktu, selidikilah kehidupan Martin
Luther, John Calvin, keluarga Wesley, John Knox dari Skotlandia, Tyndall dan
Wycliffe, Allah memberkati mereka! Semua orang ini adalah pencinta Kristus dan
semuanya telah diubah oleh Kitab itu. (Carilah keterangan tentang mereka dalam
ensiklopedi.)
Dan di jaman sekarang: Spurgeon, Scofield, Torrey,
Sunday, Moody, Judson, Taylor. Dan di antara orang-orang yang "menanggung
sengsara" ialah Jerry McCauley, Sam Hadley, Harry Munroe, Mel Trotter;
masing-masing dengan cerita-cerita yang mengherankan mengenai kasih
karunia Allah yang mengubahkan kehidupan mereka. Sungguh suatu perubahan yang
mengherankan! Sungguh sebuah Kitab luar biasa yang dapat membuahkan perubahan-perubahan
seperti itu!
10.
Isinya yang Berpusatkan kepada Kristus
Sekarang kita sampai pada bukti yang terpenting dan meyakinkan bahwa sebenarnya Allah adalah Pengarang dari Kitab ini. Kebanyakan orang mengetahui bahwa Alkitab membicarakan secara mendalam tentang gambaran dan pekerjaan seorang Pribadi yang unik tanpa bandingannya, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tidaklah mungkin bahwa Ia merupakan basil pikiran manusia karma Ia jauh lebih baik daripada semua umat manusia. Kehidupan-Nya tidak ada bandingannya dalam sejarah dunia. Belum pernah ada seorang manusia pun yang berbicara seperti Dia. Juga tidak ada seorang pun yang pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang hebat seperti itu. Ia. berbeda dengan siapa pun juga. Ia adalah Seorang Anak Manusia . . . Ia adalah Kristus yang berasal dari Allah.
Dan Alkitab adalah "Kitab-Nya".
Dari halaman pertama kitab Kejadian sampai halaman terakhir kitab Wahyu, Alkitab
menceritakan tentang kehidupan-Nya, pribadi-Nya, perbuatan-Nya,
dan nasib-Nya. Setiap halaman dari Alkitab membicarakan Dia. Ia adalah Dia
yang telah mempersatukan Kitab itu. Seseorang berkata dengan bijak bahwa jika
Anda kehilangan gambaran Kristus pada setiap halaman dari Kitab Suci, itu
berarti Anda tak tahu untuk maksud apa Kitab itu ditulis. Kristus dan Alkitab
mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Karena Ia adalah benar-benar
Kristus yang ditulis dalam Alkitab, dan Alkitab selama-lamanya merupakan
Kitab mengenai Kristus. Ia adalah Firman Allah yang hidup dan Alkitab adalah
firman-yang tertulis.
Buku-buku karangan manusia menceritakan
kehidupan dan perbuatan orang lain. Buku-buku lain menceritakan pribadi
pribadi khayalan. Namun demikian, semua pribadi ini timbul hanya sampai pada
batas pikiran manusia. Kesusastraan tidak dapat menjadi lebih tinggi daripada
sumbernya. Tetapi Kristus itu lebih tinggi daripada siapapun juga. Tidak seorang
pun dalam sejarah atau kesusastraan yang setingkat dengan Dia. Seseorang pernah
berkata, "Jika Yesus Kristus semata-mata merupakan hasil imajinasi
dari seseorang, maka seharusnya kita bertekuk lutut dan menyembah orang itu,
karena ia sendirilah yang akan menjadi seorang terbesar yang dapat melakukan
mujizat di dunia ini; karena itu, diperlukan seorang sehebat Yesus untuk meniru
perbuatan Yesus."
Jadi, Kitab ini di mana Tokoh utamanya
berkedudukan jauh lebih tinggi daripada semua manusia, tidak dapat dijelaskan
secara hukum alam. Oleh karena itu, Ia lebih tinggi daripada sekadar manusia,
dan Alkitab adalah Kitab-Nya. Ia membuktikan kebenaran tentang Alkitab,
dan Alkitab membuktikan kebenaran tentang Dia.
Kristus juga merupakan tema utama tentang nubuat
Alkitab. Sementara para penulis Alkitab diperbolehkan membuka tabir waktu dan
melihat ke masa depan, mereka melihat bahwa kejadian-kejadian di masa yang
akan datang itu semuanya berpusatkan kepada Kristus. Dan itulah yang mereka
tuliskan. Musa (Ulangan 18:15-19) melihat peristiwa kematian-Nya
maupun kenaikan-Nya ke surga. Daud (Mazmur 22) menulis mengenai
kesengsaraan-Nya yang mengerikan di atas kayu salib, akan tetapi ia juga
melihat bahwa pada suatu hari semua umat manusia akan berbalik mengikut Dia.
Yesaya (Yesaya 53), yang menulis sekitar tahun
700 s.M., dengan air mata yang bercucuran menyaksikan penyaliban Kristus di
Golgota dari dekat sekali. Zakharia (Zakharia 14) kebanyakan menceritakan
tentang berkat-berkat yang dicurahkan kepada bangsa Israel dan berkat-berkat
yang diterima bangsa-bangsa lain di dunia, melalui bangsa ini pada masa
kerajaan seribu tahun. Penulis Perjanjian Lama yang lain menulis tentang Dia,
menambahkan sedikit di sana sini,
sehingga gambaran nubuat menjadi sempurna.
Kemudian tibalah masa yang tenang selama 400
tahun sebelum masa Perjanjian Baru. Tapi jangan keliru bahwa kedua kitab
Perjanjian itu menjadi satu Kitab, karena Kristus dalam Perjanjian Lama adalah
sama dengan Kristus dalam Perjanjian Baru. Oleh karena apa yang ditulis oleh
Musa, Daud, Yesaya, dan Zakharia telah digenapi dalam peristiwa-peristiwa
sekitar kelahiran, kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Perjanjian Lama
merupakan persiapan, sedangkan Perjanjian Baru memperlihatkan perwujudannya.
Kebenaran yang terkandung dalam kedua kitab Perjanjian itu saling berpautan,
bersatu dan progresif, karena Kristus adalah satu-satunya Pokok Utamanya.
Kitab suci yang lain dari bangsa purbakala berisi
tentang ajaran moral dan kebijaksanaan, di antaranya ada yang berharga dan patut
dipuji. Kitab suci ini menceritakan tentang kehidupan orang-orang yang
hidup dalam kebajikan dan kedermawanan. Beberapa di antara mereka bahkan mati
sebagai seorang martir. Tetapi tidak ada satu buku pun, selain Alkitab yang
menceritakan tentang Seseorang yang mati dan bangkit kembali. Dalam hal
kebangkitan Yesus Kristus, Alkitab berdiri sendiri. Dengan tegas Alkitab
menjelaskan bahwa tiga hari setelah kematian-Nya, dengan penuh kemenangan
Kristus bangkit kembali dari kubur-Nya. Keajaiban yang tak ada bandingan
ini sudah dinubuatkan dan digenapi pada lembaran-lembaran Alkitab. Lebih
lanjut, apa yang dikatakan Alkitab tentang kebangkitan Kristus merupakan fakta
yang paling otentik dalam sejarah.
Alkitab menceritakan tentang pribadi dan
pekerjaan Kristus dalam tipe. Sebuah tipe merupakan suatu contoh, suatu gambaran,
dan suatu pola. Berulang kali pribadi Kristus, sifat-Nya, kecakapan-Nya
diperlihatkan dalam bentuk tipe. Banyak orang dalam Alkitab merupakan tipe dari
Kristus. Misalnya, Adam (Roma 5:12-21) adalah tipe dari Kristus dan juga
merupakan Bapak dari segala bangsa. Adam merupakan pemimpin bangsa yang lama,
sedangkan Kristus adalah pemimpin dari bangsa yang baru.
Ishak (Kejadian 22) dilukiskan sebagai tipe dari
Kristus dan memperlihatkan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang telah
menebus dosa umat manusia. Daud (II Samuel 7:12-17) ialah tipe yang
menekankan pada damai sejahtera yang akan menjadi tanda dari pemerintahan
Kristus.
Obyek-obyek dalam Alkitab juga merupakan
tipe-tipe. Perahu Nuh adalah suatu bayangan yang lengkap mengenai
keselamatan yang kita dapatkan di dalam Kristus. Kemah Suci, tempat beribadah
bangsa Israel di padang gurun, hampir merupakan tipe yang sempurna. Juga manna,
pukulan pada batu karang, ular tembaga, dan masih banyak lagi. Tidak ada tipe
yang lebih jelas yang ditemukan selain daripada Anak Domba Paskah. Semua ini
menambah keajaiban tentang Yesus Kristus.
Penyelidikan lain yang menarik adalah mengenai
nama-nama yang terdapat dalam Alkitab tentang Kristus. Lebih dari 400
macam nama dan sebutan yang berbeda itu yang diberikan bagi Kristus oleh para
penulis yang berbeda-beda. Ia adalah Anak Allah dan Anak Manusia. Ia
adalah Roti Hidup dan Air Hidup. Ia bukan hanya Bintang Timur yang terang
benderang, tetapi Ia juga Matahari Kebenaran. Ia juga adalah Anak Domba Allah
dan Gembala yang Baik. Nabi Salomo (I Raja-Raja 10:23,24) melukiskan Dia
seperti Bunga Bakung di Lembah dan Bunga Mawar dari Sharon. Kekuatan-Nya
diperlihatkan sementara Ia dipanggil sebagai Batu Karang sepanjang abad dan Batu
Penjuru.
Bukankah Anda dapat melihat bahwa Alkitab adalah
Kitab yang tak ada bandingannya karena Kristus adalah Pribadi yang tak ada
bandingannya. Ia adalah pemenuhannya, pusatnya. Alkitab menceritakan segala
sesuatu tentang diri-Nya. Ia merupakan Nyawa dari Kitab itu. Dan Kitab itu
merupakan kisah-Nya.
Jika Anda bukan seorang Kristen . . . bacalah
halaman terakhir ini dengan teliti.
Tidaklah cukup bahwa Anda telah diyakinkan bahwa
Alkitab adalah firman Allah. Anda tidak boleh berhenti di sini. Ingatlah,
Alkitab merupakan firman Allah bagi Anda pribadi. Alkitab mempunyai berita baik
yang sangat penting bagi Anda.
Anda tahu, semua orang pada dasarnya adalah
manusia yang berdosa (Roma 3:10-12). Mereka sesat, dan berada di bawah
hukuman Allah yang adil. Termasuk Anda juga. Selain itu, upah dosa ialah maut
(Roma 6:23), dan maut ini adalah kematian yang kekal.
Tetapi kemudian, ada kabar baik bagi orang-orang
berdosa. Yesus Kristus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang-orang
berdosa (I Timotius 1:15). Ketika Ia disalibkan di Golgota, Ia menanggung segala
hukuman itu demi penebusan dosa-dosa kita. Orang berdosa tidak perlu mati
(Roma 5:8), jika ia mau menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.
Bagaimana Anda dapat mengetahui kesukaan yang
terdapat dalam keselamatan? Inilah kabar yang terbesar. Tidak ada yang perlu
dibayar, tak ada yang perlu dilakukan. Anda dapat menerima keselamatan yang tak
ternilai harganya dan tiada taranya ini sebagai pemberian Allah yang cuma-cuma
(Efesus 2:8) . . . sekarang ini juga.
Jika Anda mau menerimanya, berlututlah,
pandanglah wajah Allah dan katakanlah kepada-Nya bahwa Anda adalah seorang
manusia berdosa yang tidak berharga dan tidak berguna yang menuju kepada
kebinasaan. Kemudian katakanlah kepada-Nya bahwa Anda sekarang mau
menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi Anda. Katakanlah kepada-Nya
bahwa Anda percaya bahwa Kristus adalah Anak Allah, Juruselamat Dunia, dan
Juruselamat Anda sendiri.
Jika Anda mau melakukan semua ini dengan sungguh-sungguh, berdasarkan
kuasa firman Allah yang tak pernah berubah itu, maka Anda akan diselamatkan (Yohanes
1:12; 3:16; 5:24). Kemudian ikutilah segala perintah Allah. Serahkanlah diri
Anda untuk di baptis (Kisah para Rasul 2:41), bergabunglah dengan sebuah
gereja (Kisah para Rasul 2:47) yang memuliakan Kristus, hiduplah setiap
hari untuk-Nya (Roma 12:1), dan bawalah orang lain supaya datang kepada
Dia (Markus 16:15). Dengan demikian kehidupan Anda akan penuh dengan sukacita
yang tiada taranya dan penuh dengan
kemuliaan!
Back
to Kristen Online