10 Alasan mengapa saya percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah

Apakah Alkitab Itu Firman Allah?

 

• Memang Alkitab menyatakan demikian. Dari awal sampai akhirnya, Kitab Suci mengatakan bahwa Allah adalah pengarangnya. Berulang kali ditegaskan bahwa meskipun tangan yang menulis adalah tangan manusia, namun kata-katanya diberikan oleh Allah. Dari waktu ke waktu sumber beritanya yang sangat unik ditekankan kembali. Tak pernah disebutkan bahwa sumber penulisan Alkitab berasal dari manusia.

 

• Kalau begitu bagaimana? Dapatkah kita membuktikan bahwa hal ini benar?

 

• Jawabannya: dapat, karena Allah telah memberikan banyak bukti yang tidak dapat disangkal. Ada banyak, bahkan berlimpah-limpah bukti yang membenarkan pernyataan itu. Dari segala sudut pandang penyelidikan, kita menjumpai cukup banyak bukti yang menguatkan pendapat tersebut. Kalau kita mempertimbangkan bukti-bukti itu dengan jujur, mau tidak mau kita menjadi yakin bahwa "Kitab Suci merupakan tulisan yang diilhamkan Allah".

 

• Alkitab juga tidak takut terhadap penyelidikan. Alkitab malahan mengundang dan menantang orang untuk menyelidikinya secara terinci. Karena semakin cermat diselidiki, semakin nyata kebenarannya . . . bahwa Alkitab adalah firman Allah yang hidup.

 

• Dan kalau hal ini benar, maka Kitab ini jauh lebih unggul daripada semua buku yang ada di dunia ini yang bermilyar-milyar jumlahnya. Apakah ada sesuatu yang lebih penting selain mengenal pesan Allah bagi umat manusia dan bagi Anda? Anda tidak dapat mengabaikan begitu saja Kitab seperti itu. Kalau kita mengabaikannya, berarti kita mendatangkan malapetaka yang mengerikan bagi jiwa kita. Bagaimana mungkin Anda dapat jujur terhadap diri sendiri dengan tidak mengakui Kitab ini sebagai obyek penyelidikan utama dalam hidup Anda?

 

• Kami mengundang Anda untuk memperhatikan beberapa bukti .

 

1.  Masuk Akal

 

• Pastilah masuk akal bila kita percaya bahwa Allah memberikan kepada kita sebuah Kitab. Kita adalah makhluk ciptaan-Nya dan Ia mempunyai rencana bagi kita. Adakah jalan yang lebih baik bagi Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya bagi kita, kalau bukan melalui sebuah buku?

• Mari kita mulai dengan Allah. Kita mengatakan bahwa Allah itu ada, tetapi bagaimana kita mengetahuinya? Sederhana saja, karena kita melihat hasil pekerjaan-Nya di sekitar kita, di bawah kita, dan di atas kita. Kita hidup di dalam alam semesta ciptaan Allah yang besar dan tak terukur, yang sangat luas namun bagian bagiannya sangat kecil tak terukur, sehingga tidak mungkin kita mengetahui tingginya dan dalamnya, meskipun kita memakai teleskop dan mikroskop yang paling kuat sekalipun.

• Anda tahu bahwa di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Setiap akibat ada sebabnya. Misalnya, perhatikan jam tangan yang kita pakai. Benda ini sangat berguna. Hidup Anda pasti kacau, kalau jarum jarum itu tidak terus-menerus menunjuk­kan waktu kepada kita. Tetapi jam tangan tidak tumbuh pada pohon. Dari manakah asalnya jam tangan Anda? Tentu saja setiap orang tahu, bahwa ada serangkaian tahapan yang harus dilalui sebelum jam tangan itu terbentuk. Mula-mula lewat perencanaan­nya, lalu buruh tambang mengambil logamnya dari pertambangan, kemudian sampai ke tangan para pekerja yang terlatih, se­sudah itu ke tangan pedagang, dibawa oleh kapal dan akhirnya sampai di toko jam dan kita membelinya dari toko itu.

• Dunia kita ini penuh dengan banyak makhluk dan benda. Se­bagai contoh yang jelas, lihat saja bumi kita sendiri. Planet bumi mengitari matahari sambil menyerap terangnya, panasnya, dan sinarnya yang berkelimpahan. Di bagian yang lain, bulan juga berputar. Kita tahu bahwa bumi kita kaya dengan minyak bumi dan bahan mineral. Pada permukaannya tumbuh seperempat juta macam tanaman. Banyak jenis ikan terdapat dalam lautan, bermacam-macam burung beterbangan dan berkicau di udara. Segala sesuatu diatur oleh hukum alam yang melakukan tugasnya secara diam-diam, tetapi tanpa ada kesalahan. Sekarang jujurlah terhadap saya. Bukankah adanya planet bumi yang besar ini menunjukkan bahwa ada sesuatu di balik semuanya ini, yaitu Allah Yang Mahabijaksana dan Yang Mahakuasa untuk menciptakan semua ini?

 

• Atau perhatikanlah sebuah desain. Kebetulan saya sedang mengetik masalah ini pada sebuah mesin tik. Di depan saya terpampang serentetan tuts mesin tik. Pada waktu saya menekan sebuah tuts itu, ada sebuah tangkai yang panjang meloncat ke luar dari tengah-tengah mesin tik itu dan mencetak sebuah huruf di atas kertas. Nah, bukankah tidak sukar untuk melihat desain dari mesin tik itu! Seseorang sudah banyak berpikir, membuat konsep, dan menghadapi banyak kesulitan untuk membuat mesin tik ini. Sama sekali tidak mungkin bahwa mesin tik itu tiba-tiba terjadi begitu saja. Semuanya itu sudah didesain terlebih dahulu.

 

• Sekarang lihatlah sekeliling Anda. Ambillah salah satu benda dalam alam semesta yang diciptakan Allah ini, dan Anda akan menjumpai bahwa benda itu telah didesain dengan sangat teliti dan ajaib. Kita ambil sehelai bulu yang jatuh dari sayap seekor burung. Perhatikan baik-baik bulu itu, indah dan simetris, bukan? Tahukah Anda bahwa bulu burung adalah struktur yang paling kuat di dunia dalam hubungannya dengan beratnya. Susunan sayap itu terdiri dari serat-serat yang halus yang terjalin sedemikian rumitnya sehingga tidak dapat ditembusi udara dan warnanya pun sangat indah. Bulu itu selalu dalam keadaan berminyak sehingga lentur dan kuat. Dan tentu saja burung itu hanya mencabut satu bulunya setiap kali, tidak mencabut bulu kedua sebelum bulu yang baru tumbuh kembali. Akibatnya, burung itu selalu dapat terbang.

 

• Saya mengatakan bahwa Allah itu ada! Allah Yang Mahabesar, Yang Mahabijak, dan Yang Mahakuasa, yang bertanggung jawab atas alam semesta kita yang sangat luas dan sangat rumit ini. Tanpa dibesar-besarkan, ada berjuta juta bukti tentang keberadaan-Nya, kecakapan-Nya, dan kuasa-Nya.

 

• Sekarang mari kita berbicara tentang manusia. Kita juga adalah makhluk-makhluk yang diciptakan sesuai dengan kehendak Allah. Dia sendirilah yang bertanggung jawab atas keberadaan umat manusia. Mula-mula Ia menciptakan tempat untuk kita hidup, kemudian Ia menciptakan manusia. Ia membuat lapisan udara dan menurut para ahli, lapisan udara di bumi kita ini tebalnya 100 mil. Lapisan udara ini sebagian besar terdiri dari nitrogen dan oksigen, dan Anda tahu bahwa zat-zat itulah justru yang diperlukan oleh paru-paru kita.

 

• Kemudian diciptakan air; air ada di mana-mana, dan kita tidak bisa hidup lama tanpa air. Di permukaan bumi ada lapisan tanah, dan dari tanah ini dihasilkan bermacam-macam makanan berkelimpahan yang merupakan kebutuhan lain untuk hidup. Apakah Anda mengerti apa yang saya maksudkan? Bumi ini memang sengaja diciptakan untuk kita. Tubuh kita pun merupakan misteri dan desain yang ajaib. Kita mempunyai mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Kita mempunyai tangan-tangan . . . renungkanlah itu semua! Mengapa setiap kali kita melihat pada tangan kita, kita harus menundukkan kepala, mengucap syukur, dan menyembah Pencipta dari tangan-tangan kita? Sebab tanpa tangan, manusia hanyalah sebuah boneka kaku.

 

• Tetapi perlukah saya melanjutkan pembicaraan ini? Ada Allah Yang Mahabesar yang dengan teliti telah menciptakan alam semesta ini. Manusia adalah merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling tinggi derajatnya. Tetapi, inilah arah pembicaraan kita, bahwa Allah menciptakan manusia dengan satu tujuan! Kita bukanlah makhluk buta yang diciptakan secara kebetulan. Kita diciptakan sesuai dengan rencana Allah dan Allah mempunyai suatu rencana untuk kita. Jadi, yang menjadi pertanyaan utama ialah bagaimana saya dapat mengetahui rencana Allah untuk hidup saya?

 

• Dengan kesanggupan saya sendiri, saya tidak dapat mengetahuinya. Saya hanya dapat mengetahuinya bila Allah berkenan menyatakannya kepada saya. Tetapi saya yakin akan kasih Allah terhadap saya dan Ia menaruh perhatian terhadap diri saya karena hal ini sudah dinyatakan-Nya dengan jelas sekali pada waktu Ia mengaruniakan Anak-Nya kepada kita. Maka dengan segala hormat saya mengatakan, jika saya ingin mengetahui kehendak dan rencana Allah bagi hidup saya, maka itu adalah kewajiban Allah untuk menyatakannya kepada saya.

 

• Bagaimana Allah melakukan hal itu? Apakah Allah akan menulis kehendak-Nya di langit yang cerah sehingga saya dapat selalu membacanya? Apakah Allah akan menyuruh bintang-bintang mengeja kehendak-Nya kepada kita setiap malam? Apakah Allah akan terus mengisi gelombang-gelombang udara dengan suatu siaran-siaran berita terus-menerus dari stasiun radio di surga sehingga saya dapat menyetel radio di bumi dan mendengar suara Allah berbicara kepada saya? Allah bisa saja memakai cara-cara mana pun dari cara-cara di atas dalam menyampaikan kehendak dan maksud-Nya, namun demikian Allah tidak melakukannya.

 

• Namun, Allah telah memilih jalan yang terbaik. Ia telah menyebabkan ditulisnya sebuah Kitab. Kitab ini berisi tentang hikmat-hikmat surgawi dan penyataan Allah. Kitab ini lengkap tanpa kekurangan sesuatu pun.

 

• Kitab itu memberi ilham pada jiwa kita dan memberi petunjuk kepada akal kita. Kitab ini mudah dimengerti orang sederhana dan menarik bagi orang yang bijaksana. Kitab ini merupakan Rajanya dari semua buku. Ini adalah Kitab Allah. Dan kita dapat memilikinya, memegangnya, menyimpan isinya di dalam hati kita. Kita dapat membacanya kapan saja dan selama waktu yang kita inginkan. Kita dapat mempelajarinya, mengasihinya, dan menangisinya. Kitab itu milik kita . . . Allah sudah memberikannya kepada kita . . . untuk selama-lamanya.

 

2. Isinya yang Mengherankan

 

• Cara bagaimana Alkitab menjadi sebuah buku sungguh merupakan suatu keajaiban!

 

• Setiap orang mengetahui bahwa Alkitab terdiri dari 66 buku. Tetapi apakah Anda tahu tentang 40 pengarang berbeda-beda. yang telah menulisnya? Mereka menulis sendiri-sendiri, hampir-hampir tidak mengetahui bagian yang ditulis orang lain. Selanjutnya; Alkitab ditulis dalam kurun waktu lima belas abad, dalam tiga bahasa dan di tiga benua yang berlainan. Namun demikian, sementara kita menyelidiki Kitab itu sekarang, Kitab itu hanya satu saja bukan enam puluh enam. Pokoknya hanya satu, isinya saling berpautan, berkembang menuju satu kebenaran.

 

• Untuk melihat pentingnya argumentasi ini, marilah kita ambil satu contoh. Misalnya, Anda sedang berusaha membuat satu buku yang terdiri dari bermacam-macam buku kesusastraan yang ditulis sejak abad pertama, pada masa agama Kristen baru berkembang. Ambillah bahan-bahan Anda dari tulisan-tulisan papirus kuno, karya-karya pujangga Mesir kuno, karangan-karangan para ahli filsafat, buku-buku tentang kebijaksanaan kuno dari Timur atau buku apa saja yang Anda pilih. Dari setiap abad, ambillah beberapa jenis buku. Pilihlah bahan-bahan yang mewakili golongan dari pelbagai lapisan masyarakat: pedagang, buruh, pendeta, dan petani. Kumpulkanlah semuanya dan jilidlah menjadi satu buku. Sekarang buku apakah yang Anda peroleh? Bukankah itu suatu buku yang isinya paling menggelikan, bertentangan, dan campur aduk yang pernah Anda lihat?

 

• Sebaliknya, Alkitab, walaupun cara penyusunannya sama, namun hasilnya sangat berbeda! Segala sesuatu tentang susunannya saling menunjang kesatuan Kitab itu. Tidak ada alasan mengapa Alkitab harus satu buku. Tetapi nyatanya memang demikian. Orang yang menyelidikinya dengan jujur tidak akan meragukannya, jika ia mau menyediakan waktu untuk menyelidikinya.

 

• Para penulis Kitab Suci ini hampir-hampir tidak mempunyai kesamaan. Lihatlah pada kualifikasi mengarang mereka yang berbeda-beda. Sementara Musa mungkin seorang terpelajar, lulusan lembaga pendidikan yang terbaik di Mesir, Petrus sama sekali bukan seorang pengarang. Ia seorang nelayan, dan tidak ada catatan yang menunjukkan bahwa Petrus adalah seorang yang berpendidikan. Namun tulisan kedua orang itu penuh dengan hikmat Allah.

 

• Amos seorang gembala, Yosua seorang jendral, Nehemia seorang juru minuman. Ada beberapa lagi seperti Perdana Menteri Daniel, Dokter Lukas, dan Raja Salomo, yang mungkin memiliki bakat alamiah untuk mengarang. Tetapi kebanyakan di antara mereka sama sekali tidak mempunyai bakat mengarang, namun secara sempurna orang-orang ini telah menggenapi tugasnya ikut ambil bagian dalam mengarang buku yang unik ini. Yang menjadi pertanyaan ialah, "Bagaimana mungkin?" , .

 

• Hanya ada satu jawaban yang memuaskan. Dengan menggunakan kecakapan orang-orang ini, atau mengatasi ketidakmampuan mereka, Allah berbicara melalui mereka, dan menyebabkan mereka dapat menulis Kitab Suci itu sesuai dengan rencana-Nya yang ilahi.

 

• Saya ingin Anda memperhatikan juga bahwa Alkitab itu ditulis pada waktu dan keadaan yang berbeda-beda. Musa menulis 5 buku pertama dari Perjanjian Lama (pentateuh) ketika ia berada sendirian di padang gurun. Yeremia menulis dalam sebuah penjara bawah tanah yang lembab. Mazmur-mazmur indah dari Daud pasti ditulis di lereng bukit, sementara ia menggembalakan domba-dombanya. Yang lainnya menulis pada waktu berperang. Paulus menulis banyak suratnya, ketika ia dipenjarakan. Dokter Lukas kelihatannya menulis dalam semacam buku catatan harian. Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, menulis di Pulau Patmos yang berbatu-batu.

 

• Dan walaupun demikian . . . asal mula yang berbeda-beda ini kelihatannya tidak membuat perbedaan sedikit pun pada berita-berita yang dituliskan. Setiap bagian sesuai pada tempatnya. Setiap bagian memberi sokongan pada keharmonisan Kitab ini secara keseluruhan.

 

• Waktunya juga berbeda-beda. Beberapa buku ditulis pada suasana berbahaya, beberapa ditulis dalam keadaan yang damai. Pada jaman Daud menulis, ada banyak peperangan. Salomo menulis pada masa pemerintahannya yang damai. Banyak nabi menulis dalam keadaan sedih dan putus asa. Tetapi tidak satu pun dari keadaan-keadaan ini yang mengurangi kesatuan dari Kitab ini. Hanya ada satu sistem doktrin, satu jalan keselamatan, dan satu hukum iman. Allah telah mengambil benang-benang waktu dan keadaan yang berbeda-beda itu, dan dengan cakap menenunnya menjadi sebuah permadani kebenaran demi pertumbuhan rohani kita.

 

• Pernahkah Anda menyaksikan sebuah pagelaran orkes simponi? Di hadapan Anda seluruh pemain musik itu sudah siap untuk memainkan alat musiknya. Kemudian pemimpin musik itu mengangkat tongkat kecilnya dan orkes simponi itu mulai memperdengarkan suaranya. Biola-biola memainkan peran dengan indahnya dan diiringi oleh suara cello. Pada saat yang tepat kita dengar suara klarinet, suling-suling, dan tambur. Pada puncaknya menderumlah suara canang, dan mulailah simponi itu bermain secara penuh, masing-masing dengan alat musiknya saling menyumbangkan bunyinya sehingga menciptakan suatu kesatuan musik yang sangat indah.

 

• Kita tidak mempertanyakan bagaimana para pemain musik itu bermain dengan harmonis yang indah dan bukan dengan suara sumbang. Kita tahu betul, bahwa sebelum simponi itu terjadi, ada peranan penggubah lagu yang telah merancang setiap bagian dari musik itu dengan hati-hati dan penuh kecakapan. Demikian juga dengan Alkitab. Allah adalah Penggubah Yang Mahabesar dari Kitab Suci ini. Di dalam kurunnya waktu, Ia telah menggubah suatu simponi kebenaran yang agung. Setiap pengarang melakukan bagiannya sendiri, dan sementara masing-masing menulis buku-Nya, karya sastra yang agung sepanjang abad itu dihasilkan.

 

• Saya ingin Anda mempertimbangkan juga bahwa bangsa Yahudi itu bukanlah orang-orang yang suka mengarang. Proses pendidikan mereka terjadi hampir semata-mata secara lisan. Bahkan sekarang pun penekanan lebih diberikan pada hafalan. Namun dengan mengatasi semua kesulitan ini Allah telah membuat 39 buku dari Perjanjian Lama melalui para pengarang Yahudi. Dan kemudian, pada jaman Perjanjian Baru, tidak ada seorang pun yang berani menambah atau mengurangi isi Kitab Suci itu (Perjanjian Lama). Tentu saja para murid pun tidak berani melakukan hal itu. Tetapi Roh Kudus bekerja lagi dalam orang-orang yang terpilih dan walaupun mereka tidak biasa menulis, mereka menjadi penulis-penulis dalam kitab Perjanjian Baru. Sungguh benar bahwa jalan Tuhan bukanlah jalan manusia.

 

• Kemudian terjadilah . . . satu Kitab. Karangannya sama sekali tidak dapat diterangkan secara manusiawi. Sungguh suatu keajaiban karya sastra dalam proses pembuatannya. Tetapi bila Anda ingat, bahwa hal ini dilakukan dalam perbuatan dan kebenaran firman Allah, maka segala hal yang aneh dan segala pertentangan hilang dengan sendirinya. Penulis kitab Ibrani menulis . . . "Setelah pada jaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara . . ." (Ibrani 1:1).

 

3. Kesempurnaanya yang Unik

 

• Ceritakan kepada saya, apakah ada sebuah buku lain di antara bermilyar-milyar buku di dunia ini yang membicarakan pokok-pokok yang mahaluas seperti yang terdapat dalam Alkitab?

 

• Tidak ada satu pokok penting pun dalam alam pemikiran manusia yang tidak dibahas secara benar di dalam Kitab ini. Segala sesuatu yang memang perlu diketahui, dibicarakan dengan terus terang. Tidak ada pokok-pokok yang diremehkan, dan tidak ada suatu persoalan penting pun yang dihilangkan. Pembahasannya tegas dan sopan. Tidak ada keragu-raguan dan tidak ada persoalan yang dapat menimbulkan pertengkaran. Jadi sekarang, bukankah Alkitab itu lebih unggul dari semua buku lain dalam segi ini?

 

• Mari kita ambil pokok yang penting mengenai asal mula terjadinya manusia. Memang benar bahwa para ilmuwan telah mengalami kemajuan pesat dalam mengumpulkan fakta-fakta, namun setiap ilmuwan yang jujur akan mengakui bahwa masih banyak hal yang tidak diketahuinya. Mereka mempunyai banyak teori, tetapi ini hanya merupakan teori belaka. Buku-buku pelajaran tentang pokok-pokok ilmu pengetahuan yang kita pelajari dari buku-buku pelajaran banyak disisipi dengan ungkapan-ungkapan seperti "kita dapat menduga" atau "kelihatannya masuk akal" atau bahkan "kita tidak tahu".

 

• Tetapi Alkitab tidak berbicara seperti itu. Secara tegas dan dengan bahasa yang mudah dimengerti, Kitab Suci menjelaskan kebenaran yang sederhana pada banyak pokok pembicaraan. Pernahkah Anda menyelidiki tentang kesederhanaan, tetapi juga kehebatannya dari ayat-ayat Alkitab yang bercerita tentang proses penciptaan? Seandainya kita ingin menulis kejadian-kejadian yang mengherankan ini, kita mungkin akan memerlukan lebih dari satu rim kertas untuk menjelaskannya. Tapi yang tertulis dalam kitab Kejadian justru sebaliknya. Dalam beberapa baris kalimat, kisah tentang asal mula alam semesta ini diceritakan. Hari-hari penciptaan dihitung dengan jelas. Tidak ada satu pun yang dilupakan. Mengapa selama berabad-abad, orang-orang bijaksana merasa kagum akan kemampuan Alkitab untuk membicarakan begitu banyak hal dengan sedikit kata-kata.

 

• Sekarang jawablah pertanyaan ini kalau Anda dapat. Dari manakah datangnya keterangan yang terinci tentang penciptaan dunia atau penciptaan manusia itu? Tidak ada seorang saksi mata pun yang menceritakan tentang saat itu ketika Allah menciptakan alam semesta ini beserta dengan bintang-bintangnya. Tidak ada seorang wartawan pun yang menulis tentang batas antar benua yang kering dan lautan yang bergelombang atau asal mula terjadinya tumbuh-tumbuhan dan binatang. Tidak ada seorang pun yang menyaksikan ketika Allah mengambil tanah liat dan dengan hikmat-Nya yang mahakuasa Ia membentuk tubuh manusia. Bagaimana para penulis Alkitab mengetahui kejadian-kejadian ini? Hanya ada satu jawaban . . . ini adalah Kitab Allah. Allah menulisnya sendiri.

 

• Kemudian, Alkitab juga berbicara tentang tingkah laku manusia, kedudukannya, dan masalah kejahatan yang berhubungan dengan itu. Dengan sangat teliti penulis kitab Kejadian membicarakan kisah menyedihkan tentang jatuhnya manusia ke dalam dosa. Tak satu hal pun yang disembunyikan, dan tidak ada yang ditutupi. Semua fakta ditulis sesuai dengan segala keburukannya. Tetapi tidak ada penjelasan lain yang pernah diberikan yang menerangkan begitu memuaskan tentang jatuhnya manusia ke dalam dosa.

 

• Alkitab selanjutnya menjelaskan bermacam-macam persoalan yang bila tidak dapat dijelaskan tak dapat dimengerti oleh manusia. Pada halaman-halamannya, misteri dari pribadi Allah juga diajarkan. Kita membaca tentang sifat-sifat-Nya, perintah-Nya, kehendak-Nya, dan rencana-Nya yang kekal untuk alam semesta. Tidak ada buku lain yang berani membicarakan hal ini.

 

• Ciptaan Allah yang lain, seperti malaikat-malaikat, dibicarakan secara terbuka. Dikatakan bahwa jumlah malaikat itu banyak sekali, mereka bertugas menjaga takhta Allah, dan mereka mempunyai tugas-tugas tertentu bagi anak-anak Allah. Pernahkah Anda membaca sebuah buku yang otentik mengenai malaikat?

 

• Makhluk jahat juga dibicarakan secara terbuka, dan misteri dari Iblis dijawab dalam Kitab Suci. Kita mengetahui bahwa pada mulanya Lucifer adalah "Bintang Timur, Putra Fajar", pengawal takhta Allah, tetapi kemudian ia menjadi Iblis, karena ia jatuh dalam dosa yang mengerikan, yaitu melawan terhadap Allah Yang Mahatinggi. Kita juga membaca bahwa Iblis menguasai sejumlah besar setan yang melayaninya untuk menjalankan kehendaknya yang jahat. Alkitab juga menulis tentang nasib yang mengerikan yang akan dialami oleh musuh-musuh Allah.

 

• Namun Alkitab juga merupakan buku yang terbesar tentang moral dan etika di dunia ini. Berulang-ulang manusia dianjurkan untuk hidup dengan benar dan saleh. Memang di dunia ini ada banyak kitab suci lainnya. Setiap agama mempunyai satu kitab suci atau lebih. Tapi bila dibandingkan dengan Alkitab, kitab-kitab suci agama-agama yang lain itu kelihatannya masih mentah dan tidak berharga. Dalam segi etika, Alkitablah yang terbesar.

 

• Bahkan bila ditinjau dari sudut kesusastraan, Alkitab adalah Kitab yang lengkap. Tidak ada buku lain yang mencakup bermacam-macam karya sastra selain Alkitab. Di dalamnya ada kitab-kitab sejarah yang menarik dan jelas. Kitab-kitab yang berisi khotbah, isinya banyak mengandung ajaran dan ilham. Kitab-kitab puisi yang memuaskan dan menghibur. Kitab-kitab lain termasuk biografi, drama, peribahasa, nubuatan, hukum, dan etika. Sekalipun demikian, kitab-kitab ini tidak saling melebihi satu sama lain. Dilihat dari segi kesusastraan, Alkitablah yang terbaik.

 

• Alkitab juga berbicara tentang nubuatan-nubuatan. Secara pasti Alkitab menceritakan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada waktu mendatang. "Waktu" akan sampai ke akhirnya. Semua orang, baik tua muda, besar kecil, akan diadili kelak. Kutukan atas bumi akan dicabut, dan waktunya akan tiba bila kebenaran dan damai sejahtera akan memenuhi bumi, dan semua orang akan mengenal kebesaran Allah dari yang terkecil sampai kepada yang terbesar.

 

• Bangsa-bangsa bukan Yahudi akan ditentukan nasibnya. Pada suatu hari kelak, bangsa pilihan Allah akan menerima kemuliaan Allah. Jemaat, yang merupakan Tubuh Kristus akan memerintah bersama dengan Kristus. Iblis akan diikat. Kehendak Allah yang sempurna akan digenapi. Bukankah Anda dapat benar-benar melihat perbedaannya? Buku-buku duniawi hanya memberikan pandangan tentang apa yang terjadi sekarang. Tetapi Kitab Allah dengan mudah melihat segala sesuatu yang terjadi pada waktu lalu, sekarang, dan masa depan.

 

• Banyak pokok penting lain diterangkan melalui Kitab Suci. Misalnya, tentang kekudusan Allah, dan najisnya dosa. Tetapi mungkin pokok yang paling besar yang ada di dalamnya ialah berita Injil, kabar baik tentang keselamatan yang ada di dalam Kristus. Sekali lagi Alkitab adalah buku yang tak ada bandingannya. Tidak ada buku lain yang menyatakan keselamatan melalui kasih karunia.

 

• Ini adalah satu pokok pembicaraan yang hanya ditemukan dalam firman Allah. Anda tahu bahwa keselamatan tidak diperoleh berdasarkan pahala manusia ataupun jasa pribadi. Malahan keselamatan sama sekali tidak berdasarkan kebaikan manusia. Kita diselamatkan dengan sempurna karena pengorbanan Seseorang - Ia menanggung semua dosa kita. Kita menerima kebenaran-Nya. Dan satu-satunya jalan keselamatan bagi kita hanyalah melalui iman. Ini semua bukanlah penemuan akal budi manusia, tetapi ini sungguh-sungguh merupakan penyataan Allah sendiri.

 

4. Ajarannya yang Tak Ada Bandingannya

 

• Anda boleh berharap bahwa ajaran-ajaran Kitab yang berasal dari Allah pasti isinya berbeda dengan buku biasa. Anda akan mendapatkan bahwa ajaran-ajaran ini bernilai sangat tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Kitab itu tidak dapat disamakan dengan semua buku yang ada pada semua perpustakaan di dunia ini. Pada setiap halaman, ajaran-ajarannya memperlihatkan tanda-tanda dari hikmat Allah. Jangan takut, semua hal ini benar, apalagi tentang ajaran-ajaran Alkitab.

 

• Hanya dengan membaca saja, Anda dapat membuktikan keunikan ajaran-ajaran Alkitab itu. Sering sewaktu Anda membacanya, seakan-akan perkataan itu begitu jelas ditujukan bagi Anda. Sewaktu Anda merenungkannya, Kitab itu seolah-olah hendak berbicara kepada Anda. Atau bila Anda berada dalam kesusahan, Kitab itu akan menghibur Anda. Anak-anak Tuhan selalu menemukan jawaban atas persoalan hidup, baik kecil maupun besar, dari halaman-halaman Kitab Suci.

 

• Dapatkah Anda membaca Mazmur 23 tanpa merasa terharu? Oh, berjuta juta hati manusia yang telah dihibur oleh Allah melalui firman-Nya yang ajaib ini. Ya, seluruh kitab Mazmur yang terdiri dari 150 pasal itu, semuanya diungkapkan dengan penuh perasaan kemanusiaan. Tidak ada emosinya, tidak ada pengalaman, tidak ada cita-cita kehidupan manusia yang terlebih hebat daripada apa yang dinyatakan dalam kitab itu. Siapakah, selain Allah yang dapat mengerti perasaan manusia yang paling dalam?

 

• Atau renungkanlah ajaran-ajaran agung dari Khotbah di Bukit. Saudara, semua pemikiran ini bukanlah merupakan alasan manusia belaka. Ajaran-ajaran ini berasal dari Allah Yang Mahakudus dan Yang Mahabesar. Jika Anda seorang ahli logika, pelajarilah tuduhan-tuduhan yang sungguh-sungguh di dalam kitab Roma. Atau bersimpatilah dengan Rasul Paulus yang dalam perjalanannya telah menghadapi pencobaan-pencobaan dan kemenangan-kemenangan dalam kitab Kisah para Rasul. Bayangkanlah Rasul Paulus yang berada di penjara Romawi ketika ia menulis surat-surat kepada jemaat jemaat Kristen yang isinya tetap aktual sepanjang jaman. Bacalah tentang Yohanes, murid yang dikasihi Yesus, sementara ia masuk ke pintu waktu menuju awal dari keabadian. Ya, hal ini benar, bahwa ajaran-ajaran ini tidak ada bandingnya dengan ajaran lain.

 

• Sementara Anda membaca, Anda mungkin tergugah oleh ketulusan hati para pengarangnya. Biasanya, buku-buku yang ditulis dipengaruhi oleh rasa kebangsaan dan intelek penulis itu. Pengarang-pengarang dari satu bangsa mengarang dari sudut pandangan daerahnya masing-masing. Hanya sedikit buku yang menceritakan secara benar-benar jujur. Semua buku ini dipengaruhi oleh pandangan-pandangan dari para pengarangnya. Kebanyakan pengarang mempunyai kecenderungan masing-masing, tetapi tidaklah demikian dengan Alkitab.

 

• Walaupun Alkitab seluruhnya ditulis oleh orang-orang Yahudi, dan walaupun hampir semuanya membicarakan sejarah bangsa Yahudi, namun mereka tetap tidak menutupi keburukan bangsa Israel. Tanpa menghiraukan prasangka rasial dan nasional yang sangat kuat, mereka langsung menceritakan kebenaran yang sesungguhnya.

 

• Israel diperlihatkan sebagai satu bangsa yang sombong, mementingkan diri sendiri, dan penuh dengan dosa. Pahlawan-pahlawan bangsa Israel digambarkan, baik dalam kegagalan-kegagalan maupun dalam kemenangan-kemenangan mereka. Kelemahan bangsa Yahudi diterangkan dengan jelas seperti juga keberhasilan mereka. Tidak ada sesuatu yang disembunyikan, tidak ada kebenaran yang dibuat-buat, sekalipun ditulis oleh manusia, kita memiliki hak untuk mengharapkan bahwa apa yang ditulis itu benar. Meskipun di dalam kisah menyedihkan mengenai peristiwa kriminal yang terbesar dalam sejarah, yaitu penyaliban Anak Allah yang tak berdosa, para penulis Yahudi tidak memperkecil kesalahan bangsanya. Apakah jawaban untuk fenomena kesusastraan seperti itu?

 

• Ajaran-ajaran Alkitab mengenai sifat Allah hanya dapat kita ketahui melalui penyataan Allah. Dalam Alkitab, tabir kekekalan disingkapkan dan kita diperbolehkan memandang pribadi Allah yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Allah diperlihatkan sebagai suatu kebesaran yang tak dapat diukur. Hikmat-Nya tak dapat diselidiki, dan jalan jalan-Nya tak dapat diraba. Kuasa-Nya di luar pengertian kita. Dan di tengah-tengah alam semesta yang mahaluas dan yang tak terukur ini, Allahlah yang memerintah. Dari rumput yang paling kecil sampai kepada bima sakti yang paling besar, semua tunduk pada kehendak-Nya.

 

• Namun di balik semua kebesaran-Nya itu, Allah sangat memperhatikan persoalan-persoalan yang dihadapi manusia. Allah mencatat setiap burung gereja yang jatuh. Allah juga mengetahui banyaknya rambut yang tumbuh di kepala kita. Allah menyatakan bahwa segala sesuatu akan bekerja sama demi kebaikan anak-anak-Nya. Suatu paradoks yang mengherankan. Allah lebih besar daripada alam semesta yang menakjubkan ini, sekalipun demikian, Ia tetap menilik makhluk ciptaan-Nya yang paling kecil.

 

• Bersikap jujurlah terhadap saya. Dapatkah akal budi manusia menciptakan ajaran-ajaran seperti ini? Anda dapat membandingkan alasan-alasan para penyembah berhala dalam menghormati allah mereka. Anda mau tak mau melihat bahwa allah mereka merupakan hasil dari pikiran mereka sendiri. Atau, selidikilah perpustakaan tentang bangsa-bangsa kuno, seperti bangsa Asyur, Babel, Romawi. Allah mereka hanyalah manusia-manusia biasa yang dianggap mulia. Anda boleh menyelidiki sampai akhir jaman, namun Anda tidak akan pernah mendapatkan sesuatu yang dapat dibandingkan dengan gambaran yang mahamulia dari Allah seperti yang kita temukan dalam Kitab Suci. Mengapa? Satu-satunya jawaban yang masuk akal ialah bahwa Allah telah menyatakan diri-Nya melalui Kitab yang tidak ada bandingannya ini.

 

• Ajaran-ajaran Alkitab tentang manusia juga sangatlah berbeda dengan buku-buku karangan manusia. Bila manusia menulis tentang manusia, mereka dengan bangga memuji hasil yang telah mereka capai dan memuji watak mereka sendiri. Gambaran manusia tentang kemanusiaan menunjukkan perkembangan peradaban secara lambat dari kebiadaban sampai memiliki suatu kebudayaan, dari bodoh menjadi pintar. Kita percaya bahwa kemajuan peradaban terletak pada pendidikan.

 

• Namun tidak demikian dengan ajaran Alkitab. Dengan sedih Kitab Suci menyatakan bahwa manusia yang pada mulanya menikmati kehidupan persekutuan yang tinggi dan kudus dengan Allah, Pencipta alam semesta ini, kemudian jatuh karena dosanya dari posisinya yang agung ini. Dan sejak jatuhnya manusia dalam dosa, setiap manusia dilahirkan terpisah dari persekutuan dengan Allah. Bukannya maju, peradaban manusia malahan menjadi mundur, berkembang semakin buruk dan ditakdirkan untuk mengalami hukuman yang mengerikan. Harapan umat manusia bukanlah tergantung pada kecakapan manusia sendiri, tetapi memerlukan ikut campur Allah. Semua ajaran ini, yang akan segera Anda baca, sangat berbeda dengan pikiran manusia, dan sangat merendahkan kodrat manusia. Oleh karena itu, kita tahu bahwa Alkitab bukan berasal dari manusia.

 

• Ajaran-ajaran yang terdapat pada Alkitab berbeda dengan buku-buku lain. Dosa dilihat dari sudut pandangan Allah. Keselamatan diberikan bukan karena pahala manusia melainkan berdasarkan karunia Allah yang ajaib. Maka itu, keunikan ajaran-ajaran Alkitab ini tidak pelak lagi membuktikan keunikan sumbernya.

 

5. Daya Tariknya yang Abadi

 

• Ini ada sebuah Kitab yang sangat kuno, yang tak pernah menjadi usang. Tahun demi tahun, abad demi abad, Kitab ini tetap relevan untuk digunakan. Dari generasi ke generasi Kitab ini meninggalkan kesan yang tidak dapat dilupakan. Secara teratur Kitab ini memenuhi keperluan hati manusia. Sekarang jujurlah terhadap saya. Tentu saja harus ada penyebabnya mengapa Kitab ini mempunyai vitalitas yang luar biasa seperti itu.

 

• Cerita Alkitab memperlihatkan bahwa manusia dari pelbagai usia telah menemukan jawaban untuk persoalan kehidupan mereka dalam halaman-halaman Kitab ini. Baik para raja maupun rakyat jelata, para martir maupun utusan-utusan Injil, orang-orang kudus dan orang-orang berdosa, telah mengalami bahwa Alkitab itu berkuasa. Dan walaupun kelihatannya aneh, namun kemampuan Kitab itu dalam memberi ilham dan dorongan, sampai hari ini tidak pernah berkurang. Daya tariknya semakin lebih besar daripada sebelumnya. Inilah Kitab yang sudah ada dari masa lalu, namun tetap baru untuk masa depan.

 

• Kitab ini disenangi oleh semua kelompok usia. Misalnya, cerita-cerita Alkitab sangat disukai anak-anak, walaupun Kitab ini bukan untuk anak-anak. Dari abad ke abad, para pemuda telah menemukan bahwa prinsip-prinsip Kitab Suci memperkuat kehidupan mereka, akan tetapi Alkitab bukan hanya ditujukan bagi para pemuda. Alkitab memecahkan segala macam persoalan yang dihadapi orang dewasa, dan hasilnya tidak pernah mengecewakan. Dan bila hari tua tiba, maka firman Allah merupakan bantal-bantal penghiburan dan pemuas hati bagi pikiran yang risau dan hati yang kusut.

 

• Semua bangsa juga menerima Alkitab dalam kehidupan mereka secara wajar. Orang-orang Timur memegang Kitab Suci erat-erat, seperti benda itu adalah miliknya sendiri. Mereka membaca kata-kata yang tertulis dalam Alkitab dan membayangkan dalam pikirannya Kristus yang berkulit kuning dan berwajah orang Timur. Bangsa Afrika membaca Kitab itu dalam bahasanya sendiri dan menganggapnya sangat sesuai dengan keperluannya. Sementara ia memikirkan Kristus, yang terbayang ialah Kristus yang berkulit hitam dengan kedua tangan-Nya yang hitam yang sedang diulurkan. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam lebih daripada seribu macam bahasa dan dialek, namun Alkitab cocok secara sempurna. Dalam bahasa mana pun Alkitab merupakan Kitab yang universal. Inilah Kitab untuk seluruh dunia.

 

• Alkitab juga memiliki kualitas lain, yaitu kesegarannya yang abadi. Maksudnya ialah, betapa seringnya pun kita membacanya, Alkitab tidak pernah membosankan. Tidak diragukan lagi bahwa Kitab ini telah lebih banyak dipelajari, dianalisa, direnungkan daripada buku-buku lain. Namun demikian, tidak pernah kelihatan ada "persamaan"-nya dalam setiap penyelidikan, analisa, dan renungan yang dilakukan. Anda dapat membacanya, mengulanginya, dan masih tetap baru. Mereka yang lebih mengenalnya akan lebih mencintainya. Hal ini tentu tidak berlaku bagi buku-buku lain.

 

• Alkitab seakan-akan menertawakan norma-norma kesusastraan. Misalnya, norma yang pertama ialah bahwa semua buku tidak akan dapat bertahan terus. Buku-buku diterbitkan, beredar selama beberapa waktu, dan kemudian buku itu mau tak mau akan hilang dari peredaran dan dilupakan. Hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi pada Kitab Suci. Setiap tahun Alkitab menjadi semakin hidup, lebih teguh, dan lebih berkuasa dalam kehidupan manusia.

 

• Norma universal lain ialah bahwa buku-buku kuno tidak dapat diterima lagi dalam jaman modern ini, kecuali tentu saja, untuk bahan koleksi museum. Hal ini mudah dimengerti dan disetujui. Pikiran orang-orang kuno, sekalipun menarik, tidak sesuai lagi untuk kegiatan dunia masa kini. Dunia mereka masih terbatas, filsafat hidup mereka kering, pengetahuan mereka sudah ketinggalan jaman. Tetapi generalisasi ini tidak berlaku bagi Alkitab. Alkitab adalah Kitab yang paling kuno di antara semua buku, namun demikian, Alkitab membangkitkan minat dan menantang pikiran-pikiran modern yang paling tajam.

 

• Pertimbangkan juga norma yang lain. Buku-buku Yahudi tidak menarik perhatian para pembaca bukan Yahudi. Bangsa Yahudi bukanlah orang yang suka mengarang dan sedikit saja dari kesusastraan mereka yang masih ada, misalnya dalam Talmud dan Midrash. Tetapi semua ini hampir tidak dikenal oleh orang bukan Yahudi. Namun tidaklah demikian dengan Alkitab. Alkitab seluruhnya ditulis oleh orang Yahudi, daya tarik yang terbesar diserap oleh orang-orang bukan Yahudi. Kita bahkan tidak menganggap Alkitab sebagai Kitab karangan orang Yahudi, tetapi kita menganggapnya benar-benar merupakan milik kita sendiri.

 

• Norma lain yang dilanggar oleh Kitab Suci menyangkut norma tentang buku yang paling laku, yaitu buku-buku yang paling laris terjual dalam jangka waktu setahun atau lebih. Ada yang dapat bertahan lebih daripada sepuluh tahun. Namun buku-buku itu secara pasti akan lenyap dari peredaran dan akan dilupakan. Alkitab merupakan buku yang paling laku dijual selama berabad-abad, tetapi bukannya musnah, malahan permintaan dari peminatnya makin bertambah banyak. Pada jaman dahulu beribu-ribu penulis dengan tergesa-gesa menyalin dan menyebarluaskan tulisan suci ini. Sekarang penerbit-penerbit besar mencetak berjuta juta Alkitab. Alkitab adalah satu-satunya Kitab yang paling laku sepanjang jaman. Tidak ada buku lain yang dapat mengalahkan kepopulerannya yang abadi.

 

• Ingatlah juga bahwa Alkitab merupakan sumber ilham yang tak habis-habisnya untuk seni, musik, dan kesusastraan. Sepanjang jaman, setiap halaman dari Alkitab menarik perhatian besar untuk dijadikan pokok utama oleh para penyair, pengarang, komponis, dan seniman. Namun demikian, sumber tersebut tidak pernah menjadi kering. Dewasa ini lebih banyak buku ditulis tentang Alkitab daripada sebelumnya. Lagu-lagu pujian baru diciptakan. Tajuk rencana ditulis dan khotbah-khotbah disampaikan. Sebuah Kitab yang selalu memberi ilham kepada manusia selama berabad-abad pastilah merupakan Kitab yang luar biasa.

 

• Apa rahasia dari daya tarik yang kekal dari Kitab ini? Hanya ada satu jawaban yang memuaskan. Alkitab tidak dapat disamakan dengan buku-buku lain. Pengarangnya adalah Allah sendiri dan bukan manusia. Firman Allah itu hidup dan berkuasa. Kitab ini tidak tunduk terhadap hukum kemunduran dan kerusakan. Di baliknya ada janji Allah bahwa Alkitab tidak akan pernah lenyap.

 

• Tidak ada seorang pun atau kelompok apa pun yang sanggup menulis sebuah buku yang cocok dipakai dalam segala jaman. Sebuah buku tidak dapat melebihi sumbernya. Hal ini jelas dibuktikan dengan sejumlah besar buku biasa yang lenyap dari peredaran dalam kurunnya waktu. Namun Allah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang seperti kita mengetahui apa yang terjadi pada masa sekarang. Oleh karena itu, Kitab tua ini yang masih memenuhi keperluan manusia dewasa ini pastilah berasal dari Dia.

Top 

Next >>

Back to Kristen Online